Berita Nasional

Djarot Saiful Hidayat: PDIP Tetap Mendukung Pemerintahan Jokowi Sampai Akhir

Apa pun yang terjadi, kita harus menjaga (pemerintahan Jokowi). Program pemerintah harus kita selesaikan dan pastikan kepemimpinan Pak Jokowi sukses

Editor: Agustinus Sape
Tribunnews.com/Fersianus Waku
Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat mengatakan PDIP tetap mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo sampai akhir masa jabatannya 2024. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Meskipun Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan anggota keluarganya dianggap melakukan pengkhianatan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berjanji akan terus mendukung pemerintah hingga masa jabatan kedua dan terakhir Presiden berakhir pada tahun 2024.

"PDI P, yang telah menjadi kendaraan politik Jokowi selama puluhan tahun, tidak akan berpaling darinya dengan mengambil posisi oposisi selama sisa masa jabatannya," kata Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat

“Apa pun yang terjadi, kita harus menjaga (pemerintahan Jokowi). Program pemerintah harus kita selesaikan dan pastikan kepemimpinan Pak Jokowi sukses hingga akhir masa jabatannya,” kata Djarot.

Djarot menegaskan PDIP tak akan menjadi oposisi Pemerintahan Presiden Jokowi meskipun Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

"Iya dong (tidak oposisi)," kata Djarot di kawasan Jakarta Timur, Senin 30 Oktober 2023.

Dia menuturkan PDIP akan menjaga betul Pemerintahan Presiden Jokowi sesuai komitmennya.

"PDIP itu partai yang paling setia, setia kepada komitmen, setia kepada keputusan, setia pada ideologi," ucap Djarot.

Baca juga: Dijamu Makan Siang di Istana, Anies Ingatkan Presiden Jokowi untuk Jaga Netralitas dalam Pilpres 

Anggota Komisi IV DPR RI ini menjelaskan PDIP bukan partai politik yang gampang tergoda.

"Coba lihat saja, (PDIP) bukan partai yang gampang digoda-goda," ungkap Djarot.

Karena itu, Djarot menuturkan PDIP akan menyukseskan seluruh program-program Presiden Jokowi.

Terlebih, kata dia, capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD berkomitmen melanjutkan program Jokowi.

"Program-program pemerintah kita tuntaskan karena Pak Ganjar dan Pak Mahfud akan lebih mempercepat lagi supaya Indonesia itu bisa pulih," imbuh Djarot.

Kecewa dengan Gibran

Meski tetap mendukung Jokowi, Djarot Saiful Hidayat mengaku kecewa dengan keputusan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto. Gibran dinilai tidak memiliki kesabaran sebagai orang muda.

"Saya curhat saja di sini, saya kecewa sama Mas Gibran, bukan apa-apa, dia anak muda, tapi dia tidak punya kesabaran," kata Djarot dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin 30 Oktober 2023.

Menurutnya, PDIP menggembleng seorang kader sejak awal, yakni ketika Gibran menjadi Wali Kota Solo.

"Kita ini sebetulnya menggembleng seorang pemimpin itu dari awal. Oke kita kasih kesempatan sebagai Wali Kota, kalau bagus bisa naik ke provinsi, diuji dulu," ujar Djarot.

Baca juga: Makna di Balik Selendang Motif Sumba NTT yang Dikenakan Prabowo-Gibran di KPU 

Djarot menjelaskan tingkatan penugasan dari partai terhadap kader semuanya melalui proses.

"Tidak langsung potong kompas karena ada karpet merah, misalnya ya, sehingga semuanya ditabrak," ujarnya.

Karena itu, kata Djarot, keputusan Gibran tersebut tidak patut untuk dicontoh oleh generasi muda.

"Ini contoh-contoh yang tidak bagus menurut saya untuk anak muda. Mohon maaf, contoh tidak bagus," ucapnya.

Dia menuturkan anak muda harus memiliki nilai atau spirit perjuangan baik untuk bertarung, bahkan berkreativitas.

"Ini spirit anak muda. Untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih bagus. Ini semangat anak muda. Bukan yang mengharapkan privilese, tidak mengharapkan karpet (merah)," jelas Djarot.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com/thejakartapost.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved