Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Kabupaten Kupang

Balai Karantina Pertanian Ujung Tombak Jaga Kualitas Ekspor

Gerakan itu dilakukan dengan mendorong pengusaha dan eksportir agar melipatgandakan lalu lintas ekspor pertanian menjadi tiga kali lipat.

Tayang: | Diperbarui:
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
BIMTEK - Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang menggandeng anggota DPR RI Komisi IV Yohanis Fransiskus Lema menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) pemberdayaan masyarakat program gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) bersama petani di Kabupaten Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI- Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan ekapor pertanian menjadi tiga kali lipat dalam lima tahun mendatang melalui program tiga kali lipat ekspor (Gratieks).

Gerakan itu dilakukan dengan mendorong pengusaha dan eksportir agar melipatgandakan lalu lintas ekspor pertanian menjadi tiga kali lipat.

Pada Rabu 18 Otober 2023 Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang menggandeng Anggota DPR RI Komisi IV Yohanis Fransiskus Lema menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) pemberdayaan masyarakat program gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) bersama petani di Kabupaten Kupang di Pelangi Garden Noelbaki.

Hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang Amin Juariah sebagai pemateri dan Subkoordinator Pengawasan dan Penindakan (WASDAK) Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang Khaeruddin hadir sebagai pemateri Bimtek.

Baca juga: Karantina Pertanian Timor Leste Amankan Pupuk Subsidi dan Non Subsidi asal Indonesia

Dalam Bimtek tersebut Ansy Lema yang berada di Komisi IV DPR RI menegaskan gerakan Gratieks menjadikan Balai karantina menjadi garda terdepan dan harus bekerja secara disiplin dan ketat supaya pelintasan barang tidak membawa malapetaka buat negara dan komoditas yang diekspor.

"Jaga kualitas komoditi baik peternakan, pertanian, baik yang segar dan olahan. Melalui kegiatan kita ini membagun sebuah kesadaran memberikan edukasi supaya kita sadar dan manghasilkan produk yang sehat bergizi dan berkualitas," tegasnya.

Bagi Ansy Lema, untuk menuju pasar internasional harus punya komoditi yang unggul baik ternak juga pertanian seperti kelor dan sorgum, ada juga garam dan rumput laut.

Baca juga: Proses Karantina Wajib Dilaksanakan untuk Cegah Penyebaran Wabah

"Kalau di pertanian kerja fokus di kelor dan sorgum dan peternakan di sapi dan babi saja makan NTT pasti jaya," tambahnya.

Menurut data BPS tahun 2022 sektor pertanian Kehutanan dan perikanan berikan sumbangan pendapatan terbesar bagi NTT. Sehingga dengan program Gratieks ini maka nilai ekspor diharapkan dapat meningkat.

Sementara Plt. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang Khaeruddin mengatakan untuk menjaga kualitas ekspor baik tumbuhan maupun ternak balai karantina pertanian dengan ketat melakukan pemeriksaan melalui pengambilan sampel lalu melakulan pengujian terhadap produk yang diekspor.

Bila ini ekspor ke perdagangan internasional misalnya ke Eropa maka negara tujuan ekspor akan mengirim syarat tertentu yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Baca juga: Kepala Badan Karantina Pertanian Pimpin Apel Siaga di Perbatasan RI-RDTL

Persyaratan tersebut tujuannya hanya untuk memastikan produk ekspor yang dikirim bebas dari hama penyakit sehingga bila sampai di tujuan tidak merugikan mereka.

Di perbatasan mereka juga terus memacu komoditas eskpor agar kualitasmya terjamin dan bila tujuannya negara Timor Leste maka mereka akan mencoba membantu persyaratan agar memudahkan ekpor kesana.

"Selama ini tidak ada hambatan di perbatasan, hanya hambatan kita cuma produk yang kurang banyak dan semoga bisa diperbanyak lagi," pungkasnya. (ary)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved