Berita Sikka
Siswa SMKS Santo Thomas Maumere Bawakan Tarian Patar Alu Mage Mot Saat Ikuti GSMS
Manusia sebagai insan budaya yang selalu mengekspresikan seni budaya. Seni membuat manusia menjadi insan bergembira, iman dan kepercayaan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Sejumlah penari asal SMKS Santo Thomas Maumere membawakan tarian Patar Alu Mage Mot dalam mengikuti kegiatan gelar seni, gerakan seniman masuk sekolah atau GSMS Progam Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas pendidikan dan Kebudayaan provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Sejumlah pelajar itu membawan tarian Patar Alu Mage Mot diiringi dengan musik tradisional Sikka Gong Waning malam itu memukau penonton yang berlangsung di gedung Sikka Convention Center (SCC) Kota Maumere, Sabtu 14 Oktober 2023 malam.
Penata Tari Patar Alu Mage Mot, Adam Djajo dan penata musik , Orinus Osias dalam keterangan sinopsis yang diterima TribunFlores.com menjelaskan, Tarian Patar Alu Mage Mot diawali dengan nyanyian permohonan, meminta restu dari ibu pertiwi (Ina Nian Tana Wawa), Bapa Junjungan ( Ama Lero Wulan Reta) dan Sang Pencipta Alam Semesta (Deot Ama Pu) untuk memulai melaksanakan satu peristiwa dalam kehidupan termasuk dalam kegiatan perang untuk membela kebenaran dan keadilan.
Tentunya manusia pun mempersiapkan teknik dan strategi, seperti kelincahan kaki dan tangan, ketangkasan tubuh bagian atas, gerakan kepala yang lihai dan keseimbangan seluruh tubuh.
Baca juga: 71 Wisatawan Mancanegara Kagum Keindahan Destinasi Wisata Pulau Kojadoi Sikka
Menurutnya, Manusia sebagai insan budaya yang selalu mengekspresikan seni budaya. Seni membuat manusia menjadi insan bergembira, iman dan kepercayaan mengerakan manusia untuk selalu bersyukur dan berdoa.
ementara itu, Kepala Sekolah SMK Santo Thomas Maumere, Agustino Lameng, SH mengaku bangga karena siswanya bisa menampilkan yang terbaik dalam kegiatan tersebut dan anak-anak sudah tampil maksimal.
Para penari berjumlah sembilan orang mengenakan kostum biru dan dengan kain khas Kabupaten Sikka membuat penari tambah memesona diatas panggung.
Diiringi dengan musik tradisional Sikka gong waning, para penari membawakan gerakan-gerakan penuh sempurna. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.