Berita NTT

Dirjen KSDAE Lepas 555 Tukik di Pantai Kelapa Tinggi Kupang

Namun peserta yang ikut melakukan pelepasliaran berusaha membawa mereka ke arah laut sehingga mereka bisa berenang.

Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
TUKIK - Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistem Kementerian LHK Prof. Satyawan Pudyatmoko melepasliaran 555 Tukik atau anakan penyu di Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang di Pantai Kelapa Tinggi Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Kamis 12 Oktober 2023.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistem Kementerian LHK Prof. Satyawan Pudyatmoko melepasliaran 555 Tukik atau anakan penyu di Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang di Pantai Kelapa Tinggi Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Kamis 12 Oktober 2023.

Pelepasliaran tukik ini dalam rangka menyongsong hari konservasi alam Nasional ke 14, HUT TNI ke 78, dan Hari Maritim Nasional ke 59 yang puncaknya dirayakan di Kupang NTT tadi pagi.

Pengelolaan penetasan telur penyu hingga menjadi tukik ini sendiri selama ini dilakukan oleh Kelompok masyarakat pelestari penyu Cemara Pantai Kelapa Tinggi Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah.

Hadir juga pada pelepasliaran tukik ini Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Kepala BBKSDA NTT Arief Mahmud, Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, serta pimpinan TNI dan undangan lain.

Baca juga: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Tanggapi Harga Tiket Pesawat di NTT Mahal

Pelepasliaran tukik ini dilakukan saat sore hari saat matahari mulai terbenam, tampak ratusan tukik kecil ini perlahan usai dilepaskan berenang ke arah laut dalam.

Kurang lebih 1 jam hingga 555 tukik ini berhasil berenag ke dalam laut setelah sebelumnya tersapu kesana kemari oleh gelombang laut.

Namun peserta yang ikut melakukan pelepasliaran berusaha membawa mereka ke arah laut sehingga mereka bisa berenang.

Sementara Kepala BBKSDA NTT, Arief Mahmud mengatakan pantai Kelapa Tinggi ini merupakan tempat pendaratan penyu saat bertelur.

Karena perilaku penyu tersebut sejak dahulu masyarakat Kelapa Tinggi yang sebagian besar nelayan suka mengkonsumsi daging penyu dan telurnya. Namun beberapa tahun belakangan berkat pendampingan BBKSDAE pikiran mereka mulai terbuka dan melakukan konservasi.

"Dari konservasi ini hanya 40 persen dari telur yang berhasil menetas, namun kedepan setelah ada inkubator dan semoga hasilnya bisa sampai 90 persen," ujarnya.

Untuk konservasi inj mereka mengajak TNI dalam perayaan HUT TNI dan juga bertepatan hari Maritim Nasional agar kawasan konservasi penyu ini dapat berlanjut dan memulihkan ekosistim oenyu yang kini terancam punah.

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe sangat mengapresiasi kelompok Cemara yang mengubah tempat ini dulunya tidak ada apa-apa kini bisa bermanfaat sebagai kawasan konservasi penyu.

"Yang kita buat ini hal kemanusiaan, saya harap Kades bisa jaga agar tempat ini tetap hijau. Dulu disini banyak kelapa, saya kira kita perlu bikin pagar agar membatasi aktifitas masyarakat disini," ujarnya.

Pelepasliaran tukik ini merurut Jerry Mafae lebih suka kalau tukik sudah berusia agak matang dan bisa mempertahankan diri  baru dilepas.

Dirinya juga mengucapkan selamat hari Maritim Nasional yang ke 59 dan berharap dengan pelepasliaran tukik ini konservasi penyu terus berlanjut atas dukungan semua orang.

Sementara Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistem Kementerian LHK Prof. Satyawan Pudyatmoko mengaku sangat bangga dengan Jerry Manafe yang punya komitmen lestarikan Penyu di NTT.

Baca juga: Cuaca Maritim NTT Hari Ini 12 Oktober 2023,BMKG Sebut 6 Perairan NTT Berpotensi Gelombang Tinggi 2 M

Lokasi konservasi seluas 5 hektar merupakan tanah milik Jerry Manafe namun dirinya rela bila lokasi ini dijadikan sebagai kawasan konservasj.

Prof. Pudyatmoko menerangkan Indonesia punya 6 jenis dari 7 jenis yang ada di dunia. Dan 6 jenis penyu tersebut juga ada di NTT.

Meskipun bangga dengan penyu yang ada namun dirinya menegaskan mereka semua terancam punah, sehingga dengan rasa bangga itu tentu ada juga tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan  mereka.

"Tempat ini selain menarik juga harus jadi tempat edukasi. Dan tadi sudah ada informasi akan ada perbaikan," ujarnya.

Dirinya meminta BBKSDAE untuk masuk lewat peningkatan pemahaman kepada masyarakat melakukan konservasi. Kedepan kawasan konservasi ini akan jadi wisata edukasi dan membuat semua punya keinginan untuk ikut dalam melestarikan penyu bukan hanya sekedar edukasi.

"Ini satu kekeyaan yang luar biasa dan harus di kelola dan lestarikan sehingga tempat ini harus jadi ekoeduwisata yang menarik dan datangkan banyak siswa untuk belajar dan hasilnya disebarluaskan. Semoga kedepan semua pantai di NTT punya kesadaran seperti di kelapa tinggi ini.," tegasnya.

Dirinya ingin penyu harus jadi banyak terutama di NTT dan kedepan dirinya ingin penyu jangan dikategorikan terancam punah.

Untuk itu dirinya butuh peran aktif mitra konservasi, tokoh adat, dan pemerintah desa karena kerja konservasi ini bukan kerja indiblvidu tapi kerja kolaboratif.(ary)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved