Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif Menhub Budi Karya: Ciptakan Transportasi Teknologi Tinggi di Hutan Belantara IKN

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan sektor transportasi di IKN Nusantara akan mengusung konsep smart city.

Editor: Alfons Nedabang
TRIBUNNEWS.COM
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat diwawancara oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Kantoe Kementerian Perhubungan, Rabu (11/10/2023). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan sektor transportasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan mengusung konsep Smart City.

Menurutnya, gagasan ini adalah langkah Indonesia untuk menjadikan negara maju.

“Tentu apa yang dilakukan adalah untuk membentuk dan membangun suatu kota yang menjadi contoh bagi kota-kota di Indonesia bahkan di dunia,” ucapnya di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (11/10/2023).

Menhub Budi Karya menegaskan ada dua hal pokok dalam upaya Kementerian Perhubungan menghadirkan transpoetasi di IKN Nusantara.

“Kesatu yaitu teknologi yang tinggi yang mana berarti kita harus menggunakan electric vehicle (EV). Tentunya ini menjamin suatu keberlangsungan environment yang baik,” urainya.

Hal kedua adalah kota-kota di Indonesia harus menjadikan IKN Nusantara sebagai contoh smart city bahkan bagi kota di dunia.

Berikut petikan wawancara Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi:

Seperti apa dukungan dari Kementerian Perhubungan terhadap sektor transportasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke depan?

IKN Nusantara atau New Capital City adalah gagasan yang besar, ingin berkehendak menjadi suatu negara maju. Tentu apa yang dilakukan adalah untuk membentuk dan membangun suatu kota yang menjadi contoh bagi kota-kota di Indonesia bahkan di dunia.

Apa yang akan dilakukan, tentu ada dua hal pokok, kesatu yaitu teknologi yang tinggi. Yang mana berarti kita harus menggunakan electric vehicle (EV). Tentunya ini menjamin suatu keberlangsungan environment yang baik.

Karena visi kedua adalah kota-kota di Indonesia menjadikan IKN Nusantara sebagai contoh. Dan ini penting, orang-orang Indonesia perlu melihat adanya contoh. Buktinya kalau ada yang bagus langsung wow.

Apa yang menjadikan tantangan besar dalam membangun transportasi di IKN?

Memang satu waktu, kita harusnya punya waktu tiga sampai empat tahun tetapi karena Covid-19 kita kehilangan 2,5 tahun sehingga itu menjadi hambatan terbesar.

Hambatan kedua adalah besarnya dana yang harus siapkan untuk pembangunan di IKN. Sehingga kita harus mendekatkan swasta. Alhamdulillah kemarin Pak Presiden berhasil mengundang sejumlah investor yang akan membangun hotel, rumah sakit, tempat rekreasi dan lain sebagainya.

Ini menjadi momentum di mana pemerintah bersama-sama swasta menyelesaikan pembangunan di IKN. Penting juga kehadiran swasta ketika mereka sudah menaruh uang di sana sehingga ada interest menarik orang untuk datang.

Satu sisi IKN penting sebagai suatu kota atau tempat melakukan pemerintahan. Tetapi bahwa kota itu menjadi hidup, kota itu menjadi suatu yang terintegarasi dengan kehidupan masyarakat harus ada rumah sakit interception dalam kegiatan itu.

Memang tidak mudah tetapi langkah-langkah sudah dilakukan dan sudah dilaksanakan dengan baik.

Bisa dijelaskan fasilitas penunjang lainnya seperti bandara, terminal dan transportasi penghubung lainnya di IKN?

Kita memang mendapatkan mandat dari Pak Presiden, beliau meminta agar dibangunkan bandara untuk VVIP dan VIP di IKN. Tapi tentunya nanti akan menjadi bandara komersial.

Karena kita bisa bayangkan bahwa akan banyak sekali tamu-tamu VVIP yang akan datang ke IKN. Kita harus melakukan suatu tampilan bandara yang standar internasional dengan panjang 3.000 meter dan lebar 60 meter.

Namun dengan bangunan yang tidak terlalu besar tapi bangunan mengambil corak atau style Kalimantan tapi bangunan itu modern. Yang kedua adalah dari sektor kereta api memang kami sudah siapkan dari Balikpapan menuju ke IKN dan ke Samarinda.

Tapi khusus tahap pertama ini kami akan membuat yang namanya ATR (Autonomous Rail Transit) di IKN. Itu adalah suatu kendaraan yang berjalan di atas magnet. Ini penting sekali karena the future dalam kereta api itu tidak lagi memakai rel jadi pakai virtual. Kami sedang mencari siapa yang paling pantas mengerjakan itu.

Ketiga tentu angkutan masyarakat perkotaan. Kita sudah mengalokasikan dana untuk membeli bus listrik yang menghubungkan dari Balikpapan menuju ke IKN. Dan di dalam IKN sendiri otorita akan mengkoneksikan angkutan massal dari kota ke kota.

Harapannya adalah di dalam kota itu pergerakannya hanya ada EV. Dan masyarakat menggunakan bus listrik karena jumlahnya relatif banyak sehingga hateway antara bus tidak terlalu jauh.

Yang keempat, kami melihat Balikpapan itu indah sekali. Kami memanfaatkan pelabuan yang ada dan dimiliki oleh swasta untuk kegiatan internasional dan pengangkutan barang-barang.

Tetapi kita juga akan membangun satu bandara wisata yang jaraknya sembilan kilo dekat dari titik nol dan itu akan dibuat di depan mangrove yang indah. Insya Allah itu bisa menjadi tempat atau pelabuhan kapal-kapal untuk makan malam.

Datang dari Balikpapan atau sebaliknya, kita harus menkoneksikan itu dan melakukan konservasi tanaman mangrove yang ada di situ.

Apakah konsep transportasi di IKN memperhatikan konsep smart forest city?

Seperti yang saya sampaikan tadi sekarang yang di Balikpapan itu forest walaupun dia bukan hutan rimba. Tapi dia hutan sekunder dengan banyak sekali mangrove. Jadi forest itu menjadi konsep, smart itu yang diterjemahkan dengan EV tadi.

Karena memang pemilihan tempat itu tidak lepas bagaimana bentang alam. Dengan tanaman-tanaman mangrove yang harus dipertahankan. Tentunya akan menjadi forest dan smart apabila kita mempertahankan itu.

Satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa dalam mendesain bandara itu saya sangat hati-hati sekali meletakkan bangunan. Kalau bisa bangunan itu jangan terlalu mengubah atau menghilangkan hutan-hutan yang ada.

Sehingga bandara di IKN ada hal yang lain dibandingkan dengan bandara-bandara yang ada di Indonesia.

Pak Menteri sudah sering mengunjungi IKN, apa yang bapak rasakan?

Pertama challenging, ada satu hamparan tanah dan hamparan hutan yang kita bayangkan menjadi smart city. Dan saya rasakan memang challange itu harus kita deliver dengan suatu aksi-aksi yang nyata.

Kalau kita cuman ada bangunan dan ada kota kita bangunan its easy. Tetapi kita mempersiapkan dari tanah kosong, merencanakan, lalu mengkolaborasikan, dan menghidupkak suatu kota itu tantangan tapi menyenangkan.

Karena itulah kita bekerja dengan etos yang harus baik, spartan sehingga kita bisa lihat nanti 17 Agustus 2024 kita akan upacara di situ.

Terakhir tolong Pak Menteri sampaikan closing statement pembangunan transportasi yang disupport oleh Kementerian Perhubungan di IKN?

Ya kita diberi kesempatan oleh Presiden Jokowi untuk memikirkan, menkonsepkan, dan membangun IKN Nusantara. Nah apa yang Kementerian Perhubungan akan lakukan adalah mempersiapkan semua teknologi yang tinggi yaitu EV.

Kami mencari format yang ideal sehingga itu menjadi suatu contoh yang baik, tapi harus diingat ada hutan di sana. Dua hal ini transportasi berjalan baik namun jangan sekali-kali hilangkan arti hutan yang ada di sana. (tribun network/reynas abdila)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved