Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif Menhub Budi Karya: Ciptakan Transportasi Teknologi Tinggi di Hutan Belantara IKN
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan sektor transportasi di IKN Nusantara akan mengusung konsep smart city.
Satu sisi IKN penting sebagai suatu kota atau tempat melakukan pemerintahan. Tetapi bahwa kota itu menjadi hidup, kota itu menjadi suatu yang terintegarasi dengan kehidupan masyarakat harus ada rumah sakit interception dalam kegiatan itu.
Memang tidak mudah tetapi langkah-langkah sudah dilakukan dan sudah dilaksanakan dengan baik.
Bisa dijelaskan fasilitas penunjang lainnya seperti bandara, terminal dan transportasi penghubung lainnya di IKN?
Kita memang mendapatkan mandat dari Pak Presiden, beliau meminta agar dibangunkan bandara untuk VVIP dan VIP di IKN. Tapi tentunya nanti akan menjadi bandara komersial.
Karena kita bisa bayangkan bahwa akan banyak sekali tamu-tamu VVIP yang akan datang ke IKN. Kita harus melakukan suatu tampilan bandara yang standar internasional dengan panjang 3.000 meter dan lebar 60 meter.
Namun dengan bangunan yang tidak terlalu besar tapi bangunan mengambil corak atau style Kalimantan tapi bangunan itu modern. Yang kedua adalah dari sektor kereta api memang kami sudah siapkan dari Balikpapan menuju ke IKN dan ke Samarinda.
Tapi khusus tahap pertama ini kami akan membuat yang namanya ATR (Autonomous Rail Transit) di IKN. Itu adalah suatu kendaraan yang berjalan di atas magnet. Ini penting sekali karena the future dalam kereta api itu tidak lagi memakai rel jadi pakai virtual. Kami sedang mencari siapa yang paling pantas mengerjakan itu.
Ketiga tentu angkutan masyarakat perkotaan. Kita sudah mengalokasikan dana untuk membeli bus listrik yang menghubungkan dari Balikpapan menuju ke IKN. Dan di dalam IKN sendiri otorita akan mengkoneksikan angkutan massal dari kota ke kota.
Harapannya adalah di dalam kota itu pergerakannya hanya ada EV. Dan masyarakat menggunakan bus listrik karena jumlahnya relatif banyak sehingga hateway antara bus tidak terlalu jauh.
Yang keempat, kami melihat Balikpapan itu indah sekali. Kami memanfaatkan pelabuan yang ada dan dimiliki oleh swasta untuk kegiatan internasional dan pengangkutan barang-barang.
Tetapi kita juga akan membangun satu bandara wisata yang jaraknya sembilan kilo dekat dari titik nol dan itu akan dibuat di depan mangrove yang indah. Insya Allah itu bisa menjadi tempat atau pelabuhan kapal-kapal untuk makan malam.
Datang dari Balikpapan atau sebaliknya, kita harus menkoneksikan itu dan melakukan konservasi tanaman mangrove yang ada di situ.
Apakah konsep transportasi di IKN memperhatikan konsep smart forest city?
Seperti yang saya sampaikan tadi sekarang yang di Balikpapan itu forest walaupun dia bukan hutan rimba. Tapi dia hutan sekunder dengan banyak sekali mangrove. Jadi forest itu menjadi konsep, smart itu yang diterjemahkan dengan EV tadi.
Karena memang pemilihan tempat itu tidak lepas bagaimana bentang alam. Dengan tanaman-tanaman mangrove yang harus dipertahankan. Tentunya akan menjadi forest dan smart apabila kita mempertahankan itu.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.