Minggu, 10 Mei 2026

Bunuh Diri Di Jembatan Liliba

Pihak Poltekkes Kemenkes Kupang Masih Kumpulkan Data Mahasiswi Bunuh Diri di Jembatan Liliba

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Kupang masih mengumpulkan data mahasiswi yang bunuh diri di Jembatan Liliba.

Tayang: | Diperbarui:
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Keluarga dan kerabat kenalan berdoa untuk jenazah Anggreani Kudu Lobo di Instalasi Pemulasaran Jenazah RSB Drs Titus Uly Kupang, Selasa (10/10/2023). Anggreani merupakan korban bunih diri di Jembatan Liliba. Doa dipimpin rohaniwan Katolik. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Kupang masih mengumpulkan data mahasiswi yang bunuh diri di Jembatan Liliba.

Anggreani Kudu Lobo ditemukan sudah tidak bernyawa di kali Liliba, Kelurahan Liliba, Kota Kupang, Selasa (10/10/2023) pagi.

Korban diduga melompat dari Jembatan Liliba. Sepeda motor yang dikendarainya juga ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

Anggreani Kudu Loba merupakan mahasiswi D3 Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang.

Remaja putri asal Lewa Kabupaten Sumba Timur ini kuliah sejak tahun 2019.

Baca juga: Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Kupang Bunuh Diri, Ibu Korban: Dia Bilang Jubah dan Toga Ada di Teman

"Intinya masih kumpulkan seluruh data-data korban bunuh diri," kata Humas Poltekkes Kemenkes Kupang, Isak saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Selasa siang.

Isak membenarkan bahwa korban merupakan mahasiswi Poltekkes Kemenkes Kupang.

Namun pihak kampus belum berani untuk menyampaikan pernyataan yang detail tentang korban.

"Betul, memang mahasiswi Poltekkes Kemenkes, tetapi kami belum berani menyampaikan kronologinya seperti apa tetapi data masih dibuatkan untuk nanti kita sampaikan," ujar Isak.

Terkait berapa lama waktu yang diperlukan untuk pengumpulan data yang dilakukan Kampus Poltekkes, Isak menyampaikan belum berani untuk menyampaikan.

"Itu (waktu penyampaian) yang belum berani disampaikan, karena sementara kami kumpulkan data untuk disampaikan. Karena saat ini masih dikumpulkan data, setelah itu akan diserahkan ke Pak Direktur dan Pak Direktur akan sampaikan kepada Pak Dirjen Nakes di Pusat," tambahnya.

Baca juga: Gagal Wisuda Jadi Pemicu Anggreani Kudu Lobo Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Kupang Bunuh Diri

Isak menuturkan, data-data yang akan dikumpulkan berbagai bentuk.

"Data itu seperti, dia (korban) di kampus seperti apa, apakah dia sudah ikuti ujian atau belum, SPP nya seperti apa, dia punya SKS sudah selesai atau belum. Seperti itu yang akan kita kumpulkan," sebutnya.

Menurut Isak, data-data milik korban dan kasus bunuh diri itu juga perlu disampaikan kepada pimpinan tertinggi di Jakarta.

"Harus sampaikan ke pimpinan tertinggi kita, karena aturannya seperti itu. Kita kan Kementerian Kesehatan. Jadi semua persoalan apapun kita harus sampaikan ke pimpinan tertinggi," katanya.

"Kalau sudah dil baru kita sampaikan," pungkas Isak. (cr20)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved