Jumat, 29 Mei 2026

Kebakaran Hutan

Indonesia Membantah Kebakaran Menyebabkan Kabut Asap di Malaysia dan Singapura

Indonesia pada hari Jumat membantah bahwa kebakaran hutan dan gambut di Pulau Sumatera dan Kalimantan menyebabkan kabut asap di Singapura dan Malaysia

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
File AP
Kualitas udara di Singapura memburuk akibat kabut asap. Indonesia membantah kabut asap tersebut berasal dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Indonesia pada hari Jumat membantah bahwa kebakaran hutan dan gambut di Pulau Sumatera dan Kalimantan menyebabkan kabut asap di Singapura dan Malaysia.

Bantahan itu disampaikan setelah pemerintah negara tetangga mengirimkan surat yang mengeluhkan kualitas udara dan meminta kedua negara untuk bekerja sama mengatasi kebakaran tersebut.

Kebakaran hutan dan lahan gambut merupakan masalah tahunan di Indonesia yang merenggangkan hubungan dengan negara tetangga.

Dalam beberapa tahun terakhir, asap dari kebakaran telah menyelimuti sebagian wilayah Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand bagian selatan.

Beberapa wilayah di Malaysia mengatakan mereka melihat asap akibat kebakaran di Indonesia sejak minggu lalu, namun pemerintah Indonesia membantah bahwa kebakaran di wilayah tersebut adalah penyebabnya.

“Sampai saat ini belum ada kabut asap lintas batas. Tidak ada asap lintas batas. Saya tidak tahu dasar apa yang digunakan Malaysia untuk membuat pernyataan ini,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Siti Nurbaya Bakar kepada The Associated Press.

Ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, dan Kuching, salah satu kota di pulau Kalimantan, baru-baru ini masuk dalam lima kota paling tercemar di dunia oleh IQAir, sebuah perusahaan teknologi kualitas udara Swiss.

pemadam kebakaran hutan di kalimantan_0333
Dalam foto yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Banjarmasin ini, petugas BNPB berupaya memadamkan api yang melalap lahan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia, Jumat, 6 Oktober 2023. Indonesia pada Jumat membantah adanya kebakaran hutan dan gambut di Sumatera. dan kepulauan Kalimantan menyebabkan kabut asap di Malaysia, setelah pemerintah negara tetangga mengirimkan surat yang mengeluhkan kualitas udara dan meminta untuk bekerja sama mengatasi kebakaran tersebut.

Tercatat lebih dari 1.900 titik panas di Pulau Sumatera, sebagian besar berada di Provinsi Sumatera Selatan, menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia.

Pada hari Senin, pemerintah daerah di Sumatera Selatan meminta warga untuk bekerja dari rumah dan sekolah untuk online di tengah selimut kabut.

Ratusan kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan di Pulau Kalimantan membuat kabut asap semakin meluas, terutama selama seminggu terakhir. Pemerintah setempat juga mengimbau para pelajar untuk melakukan pembelajaran daring karena kualitas udara yang tidak sehat.

Beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah telah menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan, termasuk Palangkaraya, ibu kota provinsi, yang mendeklarasikannya pada hari Jumat dan menyiapkan lebih banyak anggaran untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah daerah Kalimantan Tengah juga menyatakan agar siswa tidak bersekolah di daerah yang kualitas udaranya tergolong berbahaya.

Pihak berwenang Indonesia sejauh ini mengabaikan permintaan Malaysia.

Siti Nurbaya Bakar memaparkan data pemerintah yang menunjukkan, meski berfluktuasi, kualitas udara di wilayah lokasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut dalam sepekan terakhir semakin membaik.

“Kami masih berupaya menangani karhutla di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera dengan sebaik-baiknya. Dan gambaran situasi di lapangan menjadi lebih baik,” katanya, seraya menambahkan bahwa hujan membantu proses di berbagai bidang, termasuk melalui upaya penyemaian awan oleh pemerintah.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved