Rabu, 29 April 2026

Hari Besar Nasional

Mengenal Hari Museum Nasional Indonesia yang Diperingati Setiap 12 Oktober

Penetapan Hari Museum Nasional itu dilakukan pada Musyawarah Museum Indonesia (MMI) yang berlangsung di Kota Malang Jawa Timur pada 26-28 Mei 2015.

Tayang:
Penulis: Ryan Nong | Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Hari Museum Nasional Diperingati 12 Oktober 

 

Sosok Bapak Permuseuman Indonesia


Bapak Permuseuman Indonesia, Mohammad Amir Sutaarga adalah tokoh kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 5 Maret 1928.

Setelah ikut berperang mempertahankan kemerdekaan RI dari serangan Belanda, pada usianya yang ke-22 Amir mulai bekerja di Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BGKW). Namun, sebetulnya dia sejak kecil bercita-cita menjadi pelaut dan ingin belajar perkapalan di Belanda.

Dikatakan dalam laman Museum Nasional Indonesia Ditjen Kebudayaan Kemdikbud RI, Amir jatuh cinta pada museum setelah bertemu dengan Van der Hoop, ilmuwan yang bekerja di BGKW. Semenjak itu kemudian seluruh hidup Amir diabdikan demi kemajuan permuseuman di Indonesia.

Karena keuletannya, Amir diberi amanah sebagai Sekretaris BGKW. Selanjutnya, pasca Dr. Hoesein Djajadiningrat mundur sebagai Kepala BGKW, maka Amir pun ditunjuk sebagai penggantinya.

Pada waktu itu, dia bertugas mempertahankan dan mengurus museum BGKW secara mandiri tanpa dukungan dana dan pendampingan ahli dari Belanda. Amir Sutaarga tak hanya mengurus museum yang kemudian menjadi Museum Pusat itu, tetapi juga merintis pengembangan museologi di Indonesia.

Kiprah Bapak Permuseuman Indonesia ini turut menarik perhatian Komunitas Jelajah. Demi menghargai jasanya, Amir Sutaarga mendapat anugerah Lifetime Achievement di bidang permuseuman pada momen Museum Awards 2012 lalu.

Penghargaan ini seharga dengan pengabdiannya yang sepanjang hayat dalam memajukan Museum Nasional sekaligus museum-museum yang ada di Indonesia. Setahun setelah memperoleh penghargaan tersebut, pada 1 Juni 2013 Amir Sutaarga mengembuskan napas terakhirnya.

Pada 2016 lalu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono juga memperoleh gelar Bapak Permuseuman Indonesia dari Asosiasi Museum Indonesia (AMI). Tanda kehormatan itu didapatkannya atas kontribusi dalam mengawal perkembangan museum di Tanah Air.

Kontribusi SBY di antaranya adalah gerakan nasional revitalisasi museum yang sudah dilakukan di berbagai daerah. Dalam acara pemberian penghargaan tersebut, dia juga berpesan supaya masyarakat senantiasa menghidupkan museum. (*)

 

Berita ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved