Pos Kupang Stunting Award
Bupati Agustinus Taolin: Stunting di Kabupaten Belu 11 Persen
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin mengatakan angka stunting di Kabupaten Belu saat ini berada di angka 11 persen, turun dari 20-an persen.
POS-KUPANG.COM - Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin mengatakan angka stunting di Kabupaten Belu saat ini berada di angka 11 persen, turun dari 20-an persen posisi tiga tahun lalu.
Hal itu disampaikan dr. Agustinus Taolin ketika menerima Pos Kupang Award Peduli Stunting Kategori Lembaga Pemerintah Penggerak Posyandu untuk Pencegahan Stunting, di Ballroom Timor Hotel Kupang Harper, Senin 2 Oktober 2023. Acara ini diselenggarakan oleh Harian Pos Kupang.
Agustinus Taolin mengatakan, penurunan angka stunting secara gradual ini merupakan buah dari kerja keras semua jajaran di Kabupaten Belu, khusus di Posyandu melalui kader-kader Posyandu.
Dengan melihat cara kerja mereka ini, Bupati Agustinus Taolin yakin sampai dengan akhir tahun 2023 ini angka stunting di Kabupaten Belu bisa mencapai angka di bawah dua digit.
Bupati Agustinus Taolin mengatakan terdapat sekitar 500 posyandu tersebar di seluruh Kabupaten Belu. Namun ketika memantau ke posyandu-posyandu itu ditemukan variasi standar pengukuran berat bayi di Posyandu.
Baca juga: 12 Pemenang Pos Kupang Award Peduli Stunting 2023
Karena itu, dia memerintahkan untuk segera melakukan standardisasi pengukuran dengan membekali semua puskesmas alat antropometri.
“Di semua posyandu saat kami datangi, saya lihat ada ketidaksamaan standar dalam pengukuran termasuk di Puskesmas. Sehingga saya kasih tahu kepala dinasnya agar standarnya harus sama. Bagaimana satu ukur pakai meteran yang bisa ditarik-tarik, mungkin ada yang pakai jengkal saja, ada yang pakai timbangan gantung yang mungkin juga dipakai untuk timbang kacang hijau.
Dan hari ini, seluruh Puskesmas di Kabupaten Belu sudah punya alat antropometri, seluruh posyandu sudah punya timbangan digital dan seluruh Posyandu hari ini berbagai stakehoder berkerja sama memberikan makanan-makanan tambahan termasuk dari anggaran desa,” Bupati Belu.
Bupati Belu, Agustinus Taolin mengungkapkan 8 persen dari APBD dialokasi untuk ketahanan pangan. Dirinya juga mengaku bahwa 100 persen masyarakat Belu telah memperoleh health coverage. Masyarakat Kabupaten Belu berobat ke fasilitas kesehatan hanya dengan membawa KTP.
"Ini penting sebab pada saat pertama apalagi pada saat Covid itu orang takut ke rumah sakit. Satu takut Covid, dua takut dikerjar-kejar BPJS tagih utang, sehingga waktu itu kita menganggarkan ada penerima bantuan dari APBN, sedangkan Pemerintah Kabupaten Belu menggagarkan bantuan untuk masyarakat yang tidak terjangkau oleh data nasional, tidak mempunyai askses kesehatan mereka juga diperhatikan sehingga secara keseluruhan masyarakat Belu hari ini sudah mencapai universal health coverage untuk seratus persen berobat menggunakan identitas KTP,” ungkap Bupati Belu, Agustinus Taolin.
“Di situlah salah satu yang membuat kami terukur. Di Puskesmas kami juga minta bidan, perawat, dokter sehingga tadi disebutkan bahwa 1000 hari pertama kehidupan kita mulai dari sana. Jadi sumbernya dari hulu sampai hilir kita perhatikan betul," katanya.
Bupati Belu, Agustinus Taolin atas nama masyarakat Kabupaten Belu menyampaikan terima kasih kepada Pos Kupang yang telah memberikan apresiasi kepada Kabupaten Belu dan telah konsisten melihat dan meenilai upaya pencegahan stunting.
“Pertama atas nama masyarakat Belu, rakyat Kabupaten Belu, saya menyampaikan terima kasih kepada Pos Kupang yang sudah mengundang kami dan memberikan apresiasi terhadap kerja-kerja di lapangan oleh seluruh jajaran di Kabupaten Belu, baik pemerintah terutama teman-teman di Posyandu, kader-kader posyandu, ibu-ibu PKK di Posyandu, kecamatan, desa, lembaga-lembaga swadaya masyarakat.
Laporan Nadya, mahasiswa magang
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.