Berita NTT

Sampaikan Tantangan Skill Industri Masa Depan, Guru Besar FIA UI: Orang Harus Disiplin

Disiplin untuk berinovasi, disiplin mengatur waktu, kalau itu diikutin, selesai. Ini kendalanya nggak disiplin.

|
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AGUSTINA YULIAN TASINO DHEMA
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA SERAHKAN - Dr Frans Gana me Ti'ilangga kepada Prof Dr Martani Huseini mengenakan topi Ti'i Langga sebagai cendera mata saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Keberlangsungan Bisnis di Era Revolusi Industri 5.0 & Society 5.0 pada Jumat, 29 September 2023 di Sahid T-More Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Prof. Dr. Martani Huseini Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia atau FIA-UI saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Keberlangsungan Bisnis di Era Revolusi Industri 5.0 & Society 5.0 menerangkan transformasi digital merupakan perubahan yang berhubungan dengan penerapan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan yang ada dalam masyarakat.

Dalam Kuliah Umum ini, Guru Besar FIA-UI ini menyampaikan lima tantangannya skill di industri masa depan, yakni Complex Problem Solving, Process Skill, Social Skill, System Skill, dan Cognitive Abilities yang diuraikan satu per satu.

Pertama, Complex Problem Solving adalah kemampuan untuk memecahkan masalah yang asing dan belum diketahui solusinya di dalam dunia nyata.

Kedua, Social Skill yakni kemampuan untuk melakukan koordinasi, negosiasi, persuasi, mentoring, kepekaan dalam memberikan bantuan hingga emotional intelligence Process.

Baca juga: Dukung Turnamen Sepakbola Abjena Cup, Richard Riwoe Harap Prestasi Pebola di NTT Makin Bagus 

Ketiga, Process Skill yakni kemampuan terdiri dari: active listening, logical thinking, dan monitoring self and the others

Keempat, System Skill yakni kemampuan untuk dapat melakukan judgement dan keputusan dengan pertimbangan cost-benefit serta kemampuan untuk mengetahui bagaimana sebuah sistem dibuat dan dijalankan.

Kelima, Cognitive Abilities yaitu kemampuan terdiri dari antara lain, Creativity, Logical Reasoning, Problem Sensitivity,  Mathematical Reasoning, dan Visualization.

Untuk menuju kematangan peradaban digital harus melalui 4 siklus yakni Explore, doing, becoming, dan being. Menuju kematangan digital ini juga banyak tantangan yang dihadapi.

Dilema pengelolaan ekonomi dan Sumber Daya Manusia atau SDM Indonesia di era digital 5.0 yakni kesiapan sistem pendidikan menuju kompetensi digital, ketersediaan perangkat keras dan lunak digital sebagai persyaratan, fondasi budaya baru/kultur dan etika baru masyarakat digital.

Selain itu, strategi transformasi digital dan sistem governansi, strategi implementasi dalam proses transformasi digital, mempersiapkan cara pandang baru masyarakat, dan sistem edukasi digital masyarakat melalui pendekatan pentahelix.

"Itu masalah budaya disiplin. orangnya harus disiplin. Orang NTT kan disiplin. Disiplin untuk berinovasi, disiplin mengatur waktu, kalau itu diikutin, selesai. Ini kendalanya nggak disiplin. Lapangan tidak mudah,"ungkapnya di Sahid T-More Kupang pada Jumat,29 September 2023.

Penguatan budaya digital dalam pendidikan melalui pendidikan terpusat yakni Keluarga, sekolah dan masyarakat   dipaksa terbiasa membudaya serta berkolaborasi untuk berinovasi.(dhe)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved