Harga Tiket Pesawat Mencekik

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Ditantang untuk Turunkan Harga Tiket Pesawat di NTT

Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake ditantang untuk  menurunkan harga tiket pesawat antarkota yang mengalami kenaikan sangat tajam.

|
Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
Youtube/Perspektif Isidorus Lilijawa
Isidorus Lilijawa menantang Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake untuk menurunkan harga tiket pesawat antarkota di NTT yang saat ini sangat mencekik masyarakat. 

POS-KUPANG.COM - Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake ditantang untuk  menurunkan harga tiket pesawat antarkota yang selama setahun terakhir mengalami kenaikan sangat tajam hingga merugikan masyarakat NTT.

Tantangan ini disampaikan Isidorus Lilijawa melalui Youtube  Perspektif Isidorus Lilijawa berjudul "Uji Nyali Penjabat Gubernur NTT Turunkan Harga Tiket, Selasa 26 September 2023.

Lilijawa berharap Penjabat Gubernur NTT bisa menggunakan kekuasaan dan jaringan yang dimilikinya untuk bisa menekan maskapai penerbangan yang beroperasi antarkota di NTT untuk menerapkan harga tiket yang wajar dan masuk akal.

Apa yang disampaikan Isidorus Lilijawa ini merupakan representasi dari keresahan masyarakat pengguna jasa penerbangan di NTT saat ini. 

Kenaikan harga tiket tersebut sudah terjadi sejak pertengahan tahun 2022 lalu tanpa ada tanda-tanda penurunan sama sekali.

Padahal masyarakat NTT, sebagaimana masyarakat dunia, sedang berusaha untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Domestik di Flobamora Meroket, Ancaman Bagi Pariwisata NTT?

Isidorus memberi contoh, tiket pesawat Kupang-Ende, yang sebelumnya berkisar Rp 400-500 ribu kini bertengger di posisi Rp 1,3 juta.

Yang paling mahal adalah harga tiket jurusan Kupang-Ruteng, naik dari harga Rp 1 jutaan kini bertengger di angka Rp 2 juta.

Isidorus mempertanyakan dasar kebijakan maskapai penerbangan menetapkan harga tiket seperti itu.

Apakah betul karena harga komponen-komponen dan biaya operasional pesawat itu mengalami lonjakan harga?

Masalahnya, menurut Isidorus, harga tiket pesawat ke luar NTT, seperti ke Jakarta, malah lebih rendah daripada harga tiket antarkota di NTT.  Padahal jelas-jelas jarak NTT - Jakarta lebih jauh daripada jarak antarkota di NTT.

Karena itu, Isidorus meminta Penjabat Gubernur NTT untuk menggunakan wewenangnya sebagai kepala daerah sekaligus memanfaatkan jaringannya sebagai pejabat kementerian di pusat,  membangun komunikasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menekan harga tiket pesawat antarkota di NTT.

Isidorus juga mendorong Penjabat Gubernur NTT untuk mendatangkan lebih banyak maskapai penerbangan ke NTT untuk menekan monopoli oleh maskapai tertentu yang berujung penetapan harga tiket yang terkesan seenaknya.

Isidorus juga meminta para wakil rakyat di DPR dan DPRD untuk berani bicara tentang harga tiket pesawat yang mahal ini.

Sebagai wakil rakyat, kata Isidorus, DPR/DPRD harus bisa membela kepentingan rakyat, terutama ketika rakyat diperlakukan tidak adil oleh pihak-pihak tertentu.

Sebelumnya, POS-KUPANG.COM juga memberitakan fenomena meroketnya harga tiket pesawat antarkota di NTT berdasarkan keluhan warga.

Misalnya, harga tiket untuk penerbangan Larantuka Kabupaten Flores Timur ke Kupang kini menembus Rp 1,2 juta per penumpang, dari sebelumnya di bawah Rp 1 juta.

Demikian pula, harga tiket pesawat Kupang - Waingapu Sumba Timur atau Waingapu - Kupang kini angka Rp 1,8 juta per penumpang.

Hal yang sama juga terjadi pada penerbangan Labuan Bajo - Kupang yang berkisar pada Rp 1,7 juta per penumpang.

Bahkan harga tiket Labuan Bajo - Kupang yang merupakan penerbangan dalam provinsi lebih tinggi dari harga tiket Labuan Bajo ke Jakarta dan Labuan Bajo - Surabaya yang masing masing berkisar Rp 1,5 juta dan Rp 1,1 juta.

Baca juga: Maskapai Ungkap Penyebab Harga Tiket Pesawat ke Labuan Bajo Mahal

Salah satu penumpang penerbangan Larantuka - Kupang, Paulus Ola, menyebut nominal Rp 1,2 juta per penumpang memang tergolong mahal untuk golongan orang desa.

"Tempo hari sempat lebih murah, tapi harganya juga sekitar Rp 1 juta," kata warga Desa Gelong, Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara saat diwawancarai, Jumat 22 September 2023.

Wakil Bupati Sumba Timur David Melo Wadu mengaku menerima keluhan warga terkait mahalnya harga tiket pesawat.

Dia mengatakan, Pemkab Sumba Timur sudah bersurat kepada pimpinan maskapai Lion Air yang melayani rute Waingapu, namun jawabannya harga tiket pesawat masih dalam ambang batas wajar sesuai ketentuan UU.

Pemkab juga telah bersurat kepada beberapa maskapai penerbangan empat bulan lalu, agar dapat melayani rute Waingapu, Sumba Timur. Namun hingga kini pemkab belum mendapat jawaban.

Sedangkan Airport Manajer Lion Group Labuan Bajo, Tarsisius Tarsan menyebut terdapat beberapa penyebab harga tiket pesawat ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, makin tinggi.

Pertama kenaikan harga tiket disebabkan kenaikan komponen harga bahan bakar Avtur atau Aviation Turbine Fuel sejak pandemi Covid-19.

"Komponen harga fuel naik itu yang membuat harga tiket naik karena yang dinaikkan itu komponen minyaknya, bukan harga dasar tiket," kata Tarsisius saat dihubungi, Jumat 22 September 2023.

Dia menyebut, Lion Group sendiri melayani 14 rute penerbangan dalam seminggu untuk wilayah NTT.

Semua rute itu dilayani 2 kali penerbangan dalam sehari. Rute yang dilayani diantaranya Labuan Bajo Ende, Labuan Bajo - Bajawa, dan Labuan Bajo Kupang.

Sementara untuk rute Labuan Bajo ke Pulau Sumba dan sebaliknya sudah dibuka sejak Januari 2023, hanya saja jumlah penumpang dalam rute tersebut belum signifikan sehingga pelayanan penerbanganya selalu dibatalkan.

Walau demikian, ia menyebut izin penerbangannya masih berlaku hingga Oktober 2023.

Bila sampai Oktober tidak ada perkembangan jumlah penumpang yang signifikan, maka pelayanan dalam rute itu tidak dilanjutkan.

"Dari Labuan Bajo ke Bandara Tambolaka di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Begitu pun dengan rute penerbangan dari Labuan Bajo ke Lombok dan Labuan Bajo - Makasar, sudah dibuka namun sepi peminat," jelas dia.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga telah meminta pemerintah pusat membuka jalur penerbangan baru ke daerah yang potensial, seperti dari Labuan Bajo-Makassar, Labuan Bajo-Sumba dan Labuan Bajo-Lombok.

Hal ini dilakukan untuk mendorong pencapaian target kunjungan 1 juta wisatawan ke destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Labuan Bajo pada 2023.

Keberadaan rute-rute tersebut menurutnya bakal memudahkan para wisatawan yang datang melalui kawasan Timur.

Namun, di sisi lain, target 1 juta wisatawan itu juga terganjal dengan harga tiket pesawat ke Labuan Bajo yang mahal hingga membuat wisatawan pikir dua kali.

Karena itu Bupati Edistasius Endi berharap harga tiket pesawat bisa turun dari harga saat ini.

Dengan menurunkan harga tiket serta membuka rute penerbangan baru kata dia, maka impian untuk mendatangkan satu juta wisatawan ke Manggarai Barat bisa terwujud.

"Dengan transportasi yang murah maka para wisatawan yang datang berkunjung menjadi lebih betah dan nyaman, bahkan semakin banyak yang datang berwisata ke Labuan Bajo," ungkapnya.

Kunjungan Wisatawan ke Labuan Bajo per Agustus 2023 baru mencapai 97.449 orang. Jumlah itu masih jauh dari target pemerintah .

Solusi Kapal Cepat

Adapun terhadap kondisi tersebut, Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto menyebut bahwa kapal cepat bisa menjadi solusi.

Hal ini diungkap Bobby Lianto saat berkunjung ke Pulau Sumba dan bertemu dengan pemerintah dan para pengusaha Sumba Barat Daya, Sumba Barat serta Sumba Tengah.

Bobby Lianto mengaku, mendapatkan keluhan dari masyarakat hingga pengusaha khususnya di bidang pariwisata yang mengaku kewalahan dengan harga tiket yang sangat tinggi.

"Saat ini kita tahu pesawat yang aktif melayani penerbangan antarkabupaten di NTT yang paling aktif adalah maskapai Wings Air. Namun, harga tiket melambung tinggi di atas Rp 2 juta dari Kupang ke Sumba," ungkap Bobby Sabtu 16 September 2023 lalu.

Tampaknya hingga saat ini upaya pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat belum memberi efek.

Di kalangan masyarakat, sudah banyak yang mengalihkan perjalanannya menggunakan pesawat ke kapal laut dengan menggunakan kapal Pelni, kapal feri dan tol laut.

Meski demikian, tetap saja tidak memadai terlebih pada musim libur, baik libur hari raya maupun libur sekolah, jumlah penumpang kapal melonjak tajam, tanpa ada upaya dari pemerintah untuk menambah jumlah armada.

Akibatnya, jumlah penumpang kapal membeludak melampaui kapasitas kapal. Kondisi ini sangat kentara terlihat pada kapal-kapal feri milik ASDP untuk semua jurusan di NTT.

Ada penumpang yang berdiri sepanjang perjalanan lebih dari 10 jam, membuat para penumpang sangat menderita dan sangat tidak manusiawi.

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

  

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved