Berita Kota Kupang

Begini Suasana Lapak Rombengan di Pasar Oebobo, Kota Kupang

Dia mengaku bahwa kadang mencari barang tersebut namun tidak ada stoknya di gudang, maka dari itu dia hanya mengambil apa yang ada.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/PRISKA WANGGE
PASAR - Suasana lapak penjual rombengan (RB) di Pasar Oebobo 

POS-KUPANG.COM – Kondisi Pasar Oebobo, Fatululi akhir-akhir ini sepi pengunjung.Dengan keadaan yang sepi pengunjung, penjual RB (Rombengan), Ina Sabu pada POS-KUPANG.COM mengaku saat ini penghasilannya juga kurang bahkan terkadang pulang dengan tangan kosong. 

Penghasilannya berkurang bukan hanya karena sepi pengunjung, melainkan karena dampak dari covid-19 tahun 2020. 

“Untuk penghasilan sendiri sekarang lebih banyak pulang kosong. Pas masuk covid tahun 2020 tu, pas tahun pertama masih aman, masuk tahun kedua mulai menurun, tahun ketiga parah, kadang pulang kosong,” ujarnya ketika ditemui di Pasar Oebobo, Fatululi.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Mulai Turun di Pasar Oebobo Kota Kupang

Selain penghasilan yang menurun, dia dan pedagang RB lainya juga merasa sulit ketika menerima informasi yang di edarkan terkait larangan menjual barang impor bekas dari luar negeri. Barang impor ini salah satunya yaitu pakaian RB yang dijualnya. 

“Itu hari dari Polda dong juga kan ada datang sini to, dong ada sesi curhat dengan katong. Bersama Kapolda juga kan katong ada tanya kermana? Dari pihak polisi juga bilang untuk jual saja barang yang ada, tapi jangan beli baru. Tapi kan ini barang sonde tau habis-habis. Katong juga omong di Kapolda bilang ini juga katong cari makan dari ini," tuturnya.

Pakaian yang dijual Ina sendiri berbagai macam jenis, mulai dari kemeja, baju blouse, dress, celana jeans, celana kain dan baju kaos cewe.

Untuk harga perpotong pakaian sendiri dihargai Rp. 45.000 hingga Rp. 50.000 ketika buka baru dengan alasan mencari modal Kembali.

Baca juga: Berbisnis Rombengan Penuhi Kebutuhan Pakaian Warga Kota Kupang

Kualitas bal yang dibeli juga isinya tidak semua pakaian bagus-bagus, tetapi ada juga yang sudah tidak layak pakai. Oleh sebab itu, Ina mengatakan sebelum menjual pakaian RB ini mereka akan menyortir terlebih dahulu isi bal pakaian yang dibeli. Hasil sortiran yang baguslah yang akan dijual dengan harga standar penjualan pertama sesuai dengan hasil cakaran pendapatan modal kembali dan untung.

“Jadi katong ambilkan di karung, di bal ni kan bukan semua bagus, hanya separo sa. Jadi katong punya modalnya di yang bagus, jadi katong taro harga diatas, jadi kalau modal su mulai dapat, harga ju katong mulai kas turun-kas turun,” jelas Ina.

Pembelian dan penyetokan pakaian RB sendiri, Ina mengaku membelinya dari distributor yang ada di Pasar Inpres Naikoten I. Harga 1 bal pakaian bervariatif, tergantung jenis dan model pakaian. 


“1 bal model kemeja tu harga Rp. 8.750.000. Kalo dress ada yang Rp. 9.000.000. tergantung model pakaian. Harga paling murah tu Rp. 6.500.000,” ungkapnya.

Untuk harga bal yang isinya bagus-bagus itu dihargai dengan Rp. 12.000.000. Isi bal sendiri tidak ada yang rusak dan cacat, semuanya layak digunakan. Isi perbalnya tergantung berat bal. Berat bal sendiri biasanya 100kg, 

“Jadi mau berapa potong-berapa potong tergantung beratnya. Misalnya kalau ke jeans tu kan berat to, jadi hanya dapat beberapa potong sa, sekitar 200 300," jelasnya.

Ina menambahkan bahwa dalam 1 bal berisi 1 model pakaian saja, “Kemeja yah kemeja sendiri, celana jeans yah jeans sendiri. Kalo jaman dulu tu ada yang bacampur, itu dong campur baju celana dong tambah sepatu, tas, dalam 1 karong tu. Dulu kan balom pake bal to masih karung. Tapi itu enak, karna dong tu bagus-bagus kan,” ujarnya.

Baca juga: Kuliner NTT Makan Pisang Tembaga Merah Baik untuk Usus,Info Harga di Pasar Kasih Naikoten 1 Kupang

Wanita yang sudah berjualan RB sejak 2004 ini juga mengatakan bahwa hal ini sudah menjadi risiko dari usaha berjualan pakaian RB. Selain barang dagangan yang sebagian rusak, kebutuhan stok jualan juga tergantung dari apa yang ada di gudang.

Dia mengaku bahwa kadang mencari barang tersebut namun tidak ada stoknya di gudang, maka dari itu dia hanya mengambil apa yang ada. (Laporan Priska, Mahasiswi Undana)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved