Minggu, 12 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa  26 September 2023, Persaudaraan Sejati

Yesus yang pada masa itu dikenal sebagai anak dari seorang tukang kayu, yang tampil dan berbicara tentang kerajaan Allah di bait Allah

Editor: Edi Hayong
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - Renungan Harian Katolik Selasa 26 September 2023 berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Persaudaraan Sejati. 

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Persaudaraan Sejati.

Kali ini RP. John Lewar SVD menulis Renungan Harian Katolik Hari Biasa Pekan XXV  ini dengan merujuk bacaan pertama dari Ezra 6: 7-8.12b.14-20, Mazmur 122: 1-2.3-4a.4b-5
dan Injil : Lukas 8: 19-21

Mengawali Renungan Harian Katolik ini RD.John Lewar SVD mengutip satu satu ayat 'IbuKu dan saudaraKu adalah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya (Lukas 8: 21)'

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus

Dalam tradisi dan keyakinan Yahudi, seseorang yang tampil dan berbicara di depan orang banyak tentang kerajaan Allah haruslah seorang yang datang dari
latar belakang suku Lewi. Yesus yang pada masa itu dikenal sebagai anak dari seorang tukang kayu, yang tampil dan berbicara tentang kerajaan Allah di bait
Allah, dipandang sebagai orang yang tidak mengenal tradisi.

Tindakan Yesus yang mengambil alih tugas para ahli torah dan imam-imam Kepala serta kaum Farisi, tentu saja dapat membuat kekacauan dan kebencian terhadap diri-Nya. Maka dalam injil hari ini, diceritakan bahwa Ibu dan saudaraNya ada di luar bait Allah dan ingin bertemu dengan Yesus.

Hal ini dimengerti sebagai bentuk dari kecemasan dan ketakutan Maria sebagai seorang ibu yang melahirkan Yesus. Tindakan Maria semata-mata, ingin
menyelamatkan Yesus dari kebencian orang-orang Yahudi yang menganggap Yesus sebagai pengacau dalam bait Allah.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 26 September 2023, Yang Mendengarkan Sabda Allah dan Melaksanakannya

Baca juga: Renungan Harian Katolik 25 September 2023, Dapat Melihat Cahayanya

Kalau kita ikuti kisah ini, dapat kita temukan ada pergeseran makna tentang ibu dan saudara-saudara Yesus. Ketika Yesus mendengar bahwa ibu dan saudara-Nya ada di luar dan ingin bertemu dengan-Nya, Yesus memakai situasi ini untuk menjelaskan bahwa ibu dan saudara-Ku adalah juga mereka yang mendengar firman Allah dan melakukannya.

Jika kita mau menilai jawaban Yesus ini dari sudut pandang seorang ibu, tentu kita akan merasa marah dan sakit hati akan jawaban Yesus itu.  Tetapi kita mesti sadari bahwa kedatangan-Nya ke dunia adalah sebagai utusan Allah dan Ia adalah Anak Allah.

Maka jawaban Yesus sesungguhnya ingin menguatkan para pengikut-Nya tentang arti persaudaraan yang bukan saja harus melalui ikatan darah tetapi juga dalam keyakinan dan kepercayaan kepada Allah. Bentuk persaudaraan yang ditawarkan oleh Yesus adalah persaudaraan Keluarga Allah. Yesus memandang persaudaraan lintas batas.

Saudaranya ialah mereka yang mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah. Dengan ini Yesus mau menegaskan bahwa di hadapan Allah semua orang adalah saudara.  Allah sendiri menjadi Bapa kita saat kita berlaku seperti anak-anak taat dan setia mendengar dan melaksanakan kehendakNya. Yesus menjadikan semua orang yang mendengar dan melaksanakan FirmanNya sebagai saudara satu sama lain.

Yesus menjadi tokoh pemersatu persaudaraan kristiani. Dalam persaudaraan kristiani ini kita terbuka menerima, menolong dan saling mengakui satu sama lain. Sebagai saudara seiman, maka sikap solidaritas dan persatuan serta kedamaian lebih hidup dan lebih kuat terjalin.

Injil hari ini mengundang kita untuk merenungkan sejauh mana kita telah mendengarkan firman Tuhan dan melaksanakannya. Kita sering mengaku dan menyatakan diri sebagai saudara Yesus atau murid-murid Yesus.

Namun, banyak dari kita yang masih jarang mau mendengarkan firman Tuhan. Pergi ke Gereja untuk misa saja, masih banyak yang mengantuk. Keluar dari Gereja,
sudah lupa bacaan apa yang kita dengarkan sebelumnya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 25 September 2023, Pelita

Kita masih jarang atau bahkan tidak pernah membaca Kitab Suci secara pribadi. Bagaimana mau membaca, mempunyai saja tidak. Layaklah kita menyatakan diri sebagai saudara atau murid Yesus?

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved