Minggu, 3 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 22 September 2023, Selalu Ada Harapan

Kons Beo menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari 1Timotius 6:2b-12, dan bacaan Injil Lukas 8:1-3

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
simple-faith.net
Ilustrasi Rasul Paulus sedang menulis surat kepada Timotius. "Jika ada orang yang mengajarkan ajaran lain, dan tidak menurut ajaran sehat, yakni ajaran Tuhan kita Yesus Kristus, dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan iman kita, dialah orang yang berlagak tahu, padahal tidak tahu apa-apa." 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. Kons Beo SVD dengan judul Memang Tak Gampang Hidup dalam Semangat Kebersamaan, Namun Selalu Ada Harapan.

RP. Kons Beo menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari 1Timotius 6:2b-12, dan bacaan Injil Lukas 8:1-3 (Pekan Biasa XXIV, St Thomas dr Villanova).

Di bagian akhir Renungan Harian Katolik ini dilampirkan pula teks lengkap bacaan Jumat 22 September 2023 beserta mazmur tanggapn dan bait pengantar Injil.

 

"Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, irihati, fitnah dan curiga, percecokan...." 1Tim 6:4
(Sed circa quaetiones, et pugnas verborum: ex quibus oriuntur invidiae, contentiones, blasphemiae, suspiciones malae, conflictationes....)

BERSYUKURLAH kita akan alam kebersamaan hidup yang sejuk dan damai. Bukankah selalu ada sesama yang sanggup ciptakan suasana kebersamaan yang ceriah dan penuh kerukunan?

ORANG-ORANG seperti ini sanggup mendamaikan. Sanggup ciptakan suasana di mana orang-orang dapat saling menerima. Pencipta damai seperti ini pun sanggup menyelesaikan persoalan dengan 'kepala dingin dan hati tenang'.

ORANG-ORANG berhati sejuk seperti ini tak punya agenda tersembunyi yang bertujuan 'memecah belah kebersamaan.' Mereka selalu 'berpikir dan bersikap apa adanya.' Tak ada maksud kepentingan dan keuntungan yang berkiblat hanya demi tujuannya sendiri.

Seturut Rasul Paulus, orang-orang seperti ini sungguh hidup sambil bersandar pada iman dan pada rasa hati nan cukup (cf 1Tim 6:6).

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 22 September 2023, Indahnya Persekutuan Kasih

ORANG-ORANG seperti ini pun tak mudah terjerat dalam pusaran hati penuh ketamakan demi kekayaan. Pun tak termasuk kelompok pencinta dan pemburu uang, yang disebut oleh Rasul Paulus sebagai "akar segala dosa" (cf 1Tim 6:9.10).

TETAPI, dunia yang dikaruniai oleh kehadiran para pencinta damai ini, tetap didera tantangan dari kelompok manusia di arus kelam sebaliknya. Hidup dalam kebersamaan sering jadi kabur dan kacau. Selalu saja ada suara yang memprovokasi suasana.

Relasi antara satu sama lain dalam kebersamaan jadi khaos karena 'lincahnya para pembawa mulut, yang kerjanya hasut sana-hasut sini dengan arus menggiring dan membentuk pikiran buruk. Dan memang selalu buruk!

RASUL PAULUS sungguh ingatkan Timotius. Agar terhindar dari segala bahaya yang dapat membinasakan suasana kebersamaan, maka jemaat mesti kembali berpijak pada ajaran Kristus (cf 1Tim 6:2b).

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 22 September 2023, Perempuan yang Melayani Yesus

Bagi Rasul Paulus, Kristus dan ajaranNya mesti ditempatkan sebagai pokok iman dan sumber penghayatan hidup yang baru.

Melegakan, mencerahkan dan menyelamatkan! Di situ, selalu ada harapan untuk kembali ke dalam kebersamaan nan sejuk dan ceriah....

Verbo Dei Amorem Spiranti

Tuhan memberkati. Amin.

Teks Lengkap Bacaan 22 September 2023

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Jumat 22 September 2023.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Jumat 22 September 2023. (DOK. POS-KUPANG.COM)


Bacaan Pertama:  1Timotius 6:2c-12

“Hai manusia Allah, kejarlah keadilan”

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius:

Saudara terkasih, ajarkanlah dan nasihatkanlah semua ini. Jika ada orang yang mengajarkan ajaran lain, dan tidak menurut ajaran sehat, yakni ajaran Tuhan kita Yesus Kristus, dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan iman kita, dialah orang yang berlagak tahu, padahal tidak tahu apa-apa.

Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, iri hati, fitnah, dan curiga, percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berfikiran sehat, yang kehilangan kebenaran, yang mengira agama itu suatu sumber keuntungan.

Memang iman itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa apa-apa ke dalam dunia ini, dan kita pun tidak membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

Tetapi mereka yang ingin kaya, terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan pelbagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Karena memburu uanglah, maka beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai penderitaan.

Tetapi engkau, hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, takwa, kesetiaan, cinta kasih, kesabaran, dan kelembutan hati.

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil; untuk itulah engkau telah mengikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

Demikianlah sabda Tuhan

U: Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 49:6-7.8-9.17-18.20

Refr. Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.

1. Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan para pengejarku, yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri karena banyaknya kekayaan mereka?

2. Tidak seorang pun dapat membebaskan diri, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya! Terlalu mahallah harga pembebasan nyawanya, dan tidak terjangkau untuk selama-lamanya kalau ia ingin hidup abadi dengan tidak melihat liang kubur.

3. Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu mati semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.

4. Sekalipun pada masa hidupnya ia menganggap dirinya berbahagia, sekalipun orang menyanjungnya karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri, namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25

U : Alleluya

Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.

Bacaan Injil: Lukas 8:1-3

“Beberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Kedua belas murid menyertai Dia, dan juga beberapa wanita, yang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit, selalu menyertai Dia.

Para wanita itu ialah: Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan; Yohana, isteri Khuza, bendahara Herodes, Susana dan masih banyak lagi yang lain.

Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.

Demikianlah Injil Tuhan

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved