Berita Kabupaten Kupang
Optimalkan Kampung KB di Kabupaten Kupang Jadi Cara Cepat Turunkan Stunting
Penelitian tersebut dilakukan oleh tiga orang dosen, yakni Dr. Florentianus Tat, SKp, M.Kes yang juga Ketua Program Studi (Kaprodi) Keperawatan
Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan atau Poltekes Kemenkes Kupang melakukan penelitian di Kabupaten Kupang terkait model optimalisasi peran Kampung KB dalam pengendalian stunting di tingkat desa.
Penelitian tersebut dilakukan oleh tiga orang dosen, yakni Dr. Florentianus Tat, SKp, M.Kes yang juga Ketua Program Studi (Kaprodi) Keperawatan, Elisabeth Herewanti, SKp, M.Kes, dan Ns. Yoany MVB Aty, S.Kep, M.Kes, yang juga sebagai Ketua ProgramStudi (Kaprodi) Keperawaran.
Hasil penelitian tersebut direkomendasikan kepada Dinas Pengendalian Penduduk, Keleuarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Kupang melalui Desiminasi Hasil PenelitianJurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang di Hotel Herper Kupang, Jumat 22 September 2023.
Baca juga: Prodi Farmasi Poltekes Kupang Beri Pendampingan Pembukuan Sederhana Bagi Kelompok Tani Nekemolo
Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas P2KBP3A, Yesau Lanus, SH, Kepala Bidang (Kabid) KB, Evi Dani, dan para pengelolah dan kader Kampung KB di Kabupaten Kupang.
Koordinatorp peneliti, Dr. Florentianus Tat, SKp, M.Kes , mengatakan, penelitian tersebut dilakukan sebagai salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yangdilakukan pada tahun lalu tentang Model Optimalisasi Peran Kampung KB dalam pengendalian stunting di Kabupaten Kupang.
Menurut Florentianus, penelitian tersebut sebagai bentuk kajian akademis terhadap kebijakan pemerintah tentang BKKBN sebagai leading sektor pengendalian stunting. Dimana, BKKBN memiliki program inovasi dalam bentuk Kampung KB. Program ini sudah menjadi Instruksi Presiden agar dioptimalkan perannya dalam hal pengendalian isu stunting.
Florentianus mengatakan,sebagai peneliti, Kampung KB adalah wadah strategis, karena berada di tengah masyarakat dan langsung berada di masyarakat, sehingga optimalisasinya akan menjadi penting.
Baca juga: Dosen Prodi Farmasi Poltekes Kemenkes Kupang Edukasi Pengembangan Potensi Obat Tradisional di Semau
“Bahkan, menurut kami peran Kampung KB kalau dimaksimalkan akan lebih baik dari peran kader, karena kader hanya berapa orang saja,sedangkan Kampung KB mengurus cukup luas dan menjadi wadah untuk bisa semua sektor ada di dalamnya. Dalam kajian-kajian penelitian di tempat lain, kampung KB luar biasa perannya,” katanya.
Di NTT, kata Florentianus, seharusnya sama dan di Kabupaten Kupang khususnya melalui Dinas P2KBP3A sudah membentuk 37 Kampung KB tersebar di 24 kecamatan.
“Terkait penelitian ini kami sudah berkoordinasi dengan Dinas P2KBP3A Kabupaten Kupang sejak bulan Mei 2023. Kita diskusikan bersama dan ada masukkan dari Pak Kadis dan Ibu Kabid dan mendapatkan bantuan dari dinas tersebut untuk mengumpul data yaitu teman teman pendamping. Kami melakukan 17 Kampung KB yang tersebar hampir di seluruh kecamatan,” tambahnya.
Baca juga: 34 Pejabat Dilingkup Poltekes Kemenkes Kupang Dilantik
Ia mengatakan, hasil kajian menunjukkan bahwa secara umum Kampung KB ada peran menurunkan stunting di Kabupaten Kupang, namun belum optimal, terutaam dalam delapan fungsi keluarga yang harus dilakukan oleh Kampung KB.
Sehingga, katanya, jika peran Kampung KB dikuatkan akan memberikan dampak sampai 74 persen terhadap upaya pengendalian stunting. Ini sebenarnya satu kekuatan yang luar biasa. Namun, kendalanya bahwa peran Kampung KB belum didukung oleh lingkungan, terutama stakholder dan masyarakat setempat.
Kepala Dinas P2KBP3A, Yesau Lanus, SH, mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, Dinas P2KBPA Kabupaten Kupang menyampaikan terimakasih kepada para peneliti dari Kampus Politeknik Kemenkes Kupang yang telah melakukan penelitian di 17 Kampung KB. Penelitian tersebut, katanya, telah merekomendasikan beberapa poin penting kepada dinas agar ke depan bisa menindaklanjutinya dengan berbagai kebijakan yang ada pada dinas.
Baca juga: Pengendalian Covid-19, Mahasiswa dan Dosen Poltekes Kemenkes Kupang Kolaborasi Pantau Prokes
“Bagaimana mengoptimalkan peran pengurus Kampung KB di masing-masing desa, sehingga mereka memahami tugas dan fungsi dengan baik dan selanjutnya bisa berkontribusi terhadap percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kupang,” katanya.
Karena, lanjut Lanus, targetnya di Kabupaten Kupan dimana pengukuran dan penimbangan di bulan Agustus 2023 sesuai dengan RPJM seharunya berada di 13 persen, tetapi ternyata bisa mencapai 12,97 persen.Target RPJM tahun 2024, secara nasional 14 persen, tetapi Kabupaten Kupang menargatekan harus ada di 9,3 persen.Ini target besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Desiminasi-Hasil-PenelitianJurusan-Keperawatan-Poltekkes-Kemenkes-Kupang.jpg)