Breaking News
Jumat, 1 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 21 September 2023, Pendosa Dipanggil Tuhan

Berikut ini teks lengkap Renungan Harian Katolik RP. John Lewar SVD dengan judul Pendosa Dipanggil Tuhan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Edi Hayong
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari kamis 21 September 2023 dengan judul Pendosa Dipanggil Tuhan. 

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Pendosa Dipanggil Tuhan.

Adapun Renungan Harian Katolik yang ditulis RP. John Lewar SVD pada Hari Biasa Pekan XXIV bertepatan dengan Pesta St. Matius Rasul, Pengarang injil merujuk pada bacaan dari Kitab Efesus 4: 1-7.11-13, Mazmur 19: 2-3.4-5 dan Injil Matius 9: 9-13.

Berikut ini teks lengkap Renungan Harian Katolik RP. John Lewar SVD dengan judul Pendosa Dipanggil Tuhan.

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Ada sebuah keluarga yang dikenal tidak baik oleh masyarakat sekitar karena pekerjaan dan perilakunya. Anak-anaknya juga dikenal selalu eror. Hampir setiap hari mereka menjadi buah bibir atau bahan obrolan tetangganya.

Pada suatu hari keluarga itu dikunjungi oleh seorang imam. Kunjungan dan sapaan dari imam itu memberikan pengaruh positif bagi keluarga itu. Roh Kudus berkarya dalam diri keluarga itu. Dalam perjalanan waktu, keluarga itu ingin menjadi katolik. Mereka ikut pelajaran dan akhirnya dibaptis.

Tuhan bisa mengubah yang bengkok menjadi lurus. Tuhan bisa mengubah seorang penjahat menjadi orang baik. Tuhan bisa melunakkan orang yang keras hati menjadi lembut hati. Bahkan sejarah membuktikan, dari keluarga yang tidak sempurna, Tuhan bisa memanggil seseorang menjadi rekan kerjaNya, menjadi imam, suster, bruder dan frater.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 20 September 2023, Menerima

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 20 September 2023, Tiga Cara Manusia Bisa Menjadi Contoh yang Baik

Dalam Anjuran Apostolik “Amoris Laetitia” (Sukacita Kasih), Paus Fransiskus mengungkapkan, “Tidak ada keluarga jatuh dari surga dalam bentuk sempurna. Keluarga perlu terus bertumbuh dan dewasa dalam kemampuan mencintai…semoga kita tidak patah semangat karena keterbatasan kita” (AL 325).

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Matius (rasul dan pengarang Injil). Bacaan Injil mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus memanggil Matius, sang pemungut cukai, petugas penagih pajak waktu itu menjadi rasul-Nya.

Selain itu, Matius juga dianugerahi ilham Roh Kudus untuk menulis Injil Matius. Dialah pendosa yang dipanggil Tuhan. Ia seorang Yahudi yang bekerja sebagai pemungut cukai di Kapernaum-Galilea. Pada zaman itu pemungut cukai dibenci, dicap negatif, dan dianggap hina oleh masyarakat. Pemungut cukai sering dikelompokkan sebagai „orang berdosa‟.

Matius dan keluarganya dibenci dan dicap pendosa. Mengapa demikian? Karena mereka bekerja sebagai penagih pajak untuk pemerintah Romawi atau penjajah bangsa Yahudi. Mereka memeras rakyat dengan cara menaikkan pajak dan mengambil lebih, lalu memasukkannya ke kantong pribadi.

Para pemungut cukai dipandang sebagai pendosa, yang dapat disejajarkan dengan pembunuh, perampok, penjahat, pelacur, dan lain-lain. Alasannya, mereka itu adalah sahabat dan kaki-tangan Romawi, bangsa kafir yang menjajah mereka.

Yesus memanggil seorang pemungut cukai, seorang yang hina dan tidak sempurna. Kalau Anda adalah orang yang berdosa dan dianggap hina oleh masyarakat, janganlah takut untuk datang kepada Yesus! Jangan malu untuk dilibatkan Tuhan dalam karyaNya.

Allah menghendaki siapa pun bisa terlibat dalam karya keselamatanNya. Tiada lelah Allah memanggil manusia. Semua diberi tawaran yang sama. Bahkan orang yang dipandang pendosa pun dipanggilNya. Matius bersukacita disapa dan dianggil Tuhan. Matius berdiri dan mengikuti Dia.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 20 September 2023, Hikmat Dibenarkan Oleh Semua Orang yang Menerimanya

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 20 September 2023, Tuhan Memiliki Hukuman bagi Mereka yang MenolakNya

Matius, seorang terpelajar. Dia dapat berbicara dan menulis dalam bahasa Yunani dan Aramik. Menurut tradisi lisan purba, Matius mewartakan Injil dan berkarya di tengah kaum sebangsanya: orang-orang Kristen keturunan Yahudi di Palestina atau Siria selama 15 tahun (50-65).

Setelah menuliskan Injilnya, Matius pergi ke arah timur, yakni ke Makedonia, Mesir, Etiopia dan Persia. Dia mati sebagai martir di Persia karena mewartakan Injil tentang Yesus Kristus.

Contemplasi:

Tuhan Yesus menegaskan, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Tuhan Yesus tidak menuntut kesempurnaan dari
kita, tetapi meminta kesiapsediaan kita untuk dibimbingNya dan dilibatkan untuk pengembangan GerejaNya. Matius termasuk salah satu pendosa yang
dipanggil Tuhan.

Pertanyaan refleksi, pernahkah Anda dan keluarga Anda dibenci dan dikucilkan oleh masyarakat sekitar? Jika ada saudara yang dibenci dan dicap negatif, apakah Anda mau mendekati dia dan menunjukkan sikap empati kepadanya?

Doa:

Allah Bapa Yang Mahamurah., kerahimanMu tiada taranya. Santo Matius, penagih pajak telah Kaupilih menjadi rasul dan pengarang InjilMu. Semoga kami dikuatkan oleh teladan hidupnya dan dibantu doa permohonannya, sekarang pun bangkit mengikuti Engkau dan mengikat diri padaMu dengan hati teguh. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami...Amin.

Sahabatku yang terkasih, Proficiat dan selamat berpesta pelindung untuk Anda, lingkungan dan paroki Anda yang berada dalam naungan Santo Matius. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.

Teks Lengkap Bacaan 21 September 2023

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Kamis 21 September 2023.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Kamis 21 September 2023. (DOK. POS-KUPANG.COM)

Bacaan Pertama : Efesus 4:1-7.11-13

Ada macam-macam tugas pelayanan demi pembangunan umat

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus:

Saudara-saudara, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, menasihati kamu, supaya sebagai orang-orang yang terpanggil, kamu hidup sepadan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar.

Tunjukkanlah kasihmu dalam saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera: Satu tubuh dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu; satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, yang di atas semua, menyertai semua dan menjiwai semua.

Akan tetapi, kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita Injil, gembala umat, maupun pengajar; semuanya itu untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi tugas pelayanan demi pembangunan tubuh Kristus.

Dengan demikian, akhirnya kita semua mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-3.4-5

Refr. Nama Tuhan hendak kuwartakan di tengah umat kumuliakan.

1. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya; hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.

2. Meskipun tidak berbicara, dan tidak memperdengarkan suara, namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.

Bait Pengantar Injil : Matius 5:16

Refr. Alleluya.

Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur.

Bacaan Injil : Matius 9:9-13

Berdirilah Matius, lalu mengikuti Yesus

Inilah Injil suci menurut Matius:

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Matius, lalu mengikuti Dia.

Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.

Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada murid-murid Yesus, “Mengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit.

Maka pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved