Kamis, 9 April 2026

Berita Manggarai

Padi Petani Sawah Antara PLTP Ulumbu Subur Tanpa Pupuk 

Mungkin karena belerang, tanaman kami tumbuh dengan subur. Pengalaman kami juga belerang ini bisa membasmi hama

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR 
PETANI - Petani dekat Kawah Ulumbu Margareta sedang membersihkan sawah, Selasa 19 September 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar 

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Padi Sawah milik keluarga Margareta Dinut(58)di Desa Lungar, Kecamatan Satar Mese, kabupaten Manggarai  tanpa kendala setiap musim tanam. Padi diatas lahan kurang lebih 1 ha, nampak hijau dan tumbuh subur.

Walaupun berada di antara kawah ulumbu Margareta Dinut bersama keluarga tidak pernah mengalami gagal panen.

Bahkan setiap musim tanam mereka tidak harus mengeluarkan biaya untuk membeli Pupuk. Dengan berada di kawasan kawah ulumbu padi sawah tumbuh subur dengan sendirinya.

Petani seputaran sawah Ulumbu mengalami dua kali musim panen.

Baca juga: BREAKING NEWS: Truk Terbalik di Welak Manggarai Barat, 1 Orang Meninggal Dunia

Diceritakan oleh Margareta, sawah yang berada tepat di sebelah titik kawah Ulumbu itu mereka tidak pernah menyirami pupuk dan semprot hama menggunakan bahan kimia.

Namun sawah milik mereka, subur dengan sendirinya. Dengan begitu, mereka tidak mengeluarkan biaya untuk pupuk dan obat hama

"Selama bekerja di sawah ini Pak kami tidak mengalami kendala, bahkan kami tidak menemukan ada hama wereng, atau sejenisnya, tidak ada. Sawah yang kami kerja ini tidak pernah kami siram pupuk, padai tumbuh subur tanpa pupuk, kami hanya membersihkan rumput-rumput liar," ungkap Margareta, ditemui sedang bekerja di Sawah miliknya, Selasa 19 September 2023.

Tidak hanya padi sawah, jenis pertanian lain juga tumbuh subur, seperti Ubi, Pisang, tanaman Kopi dan Kakao.

"Mungkin karena belerang, tanaman kami tumbuh dengan subur. Pengalaman kami juga belerang ini bisa membasmi hama," lanjut Margareta 

Margereta yang sudah puluhan tahun tinggal di sekitar kawah Ulumbu membantah anggapan liar yang menyebut kehadiran PLTP Ulumbu mematikan tanaman pertanian sekitar.

Baca juga: Wisata Labuan Bajo, 3 Pesawat Layani Rute Kupang-Kota Labuan Bajo, Ini Harga Tiket Pesawat Besok

"Menurut saya itu tidak benar.Ulumbu ini bukan dibuat oleh manusia, kehendak Tuhan. Sejak dari dulu, tapi tidak ada pengaruh terhadap ruang hidup kami," katanya 

Soal keberadaan pembangkit kata Margareta, juga tidak ada persoalan dengan kehidupan warga sekitar.

Diketahui, PLTP Ulumbu diresmikan pada 11 November 2011 oleh Menteri BUMN saat itu Dahlan Iskan.

Pembangkit Listrik yang dikenal dengan ramah terhadap lingkungan ini dengan kapasitas 2 X 5 MW. PLTP Ulumbu menjadi andalan daratan pulau Flores dalam pemenuhan pasokan listrik bagi masyarakat.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved