KKB Papua

Jefry Wenda Tuding TNI Serang KKB Papua dengan Bom Bazoka, Video Tembakan Jadi Bukti

Jefry Wenda, Juru Bicara Petisi Rakyat Papua menuding prajurit TNI Polri menyerang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua dengan bom bazoka.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
KLAIM – Juru Bicara Petisi Rakyat Papua, Jefry Wenda mengklaim bahwa prajurit TNI Polri telah menembak anggota KKB Papua dengan bom bazoka. Tudingan itu mengemuka setelah lima anggota KKB Papua tewas dalam insiden baku tembak pada Jumat 13 September 2023 pekan lalu. 

POS-KUPANG.COM – Jefry Wenda, Juru Bicara Petisi Rakyat Papua menuding prajurit TNI Polri menyerang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua dengan menggunakan bom bazoka.

Pengeboman dengan menggunakan bazoka itu, dilakukan prajurit TNI Polri saat anggota KKB Papua sedang berada di Sungai Brazza, Kabupaten Yahukimo, Jumat 13 September 2023 pekan lalu.

Sungai Brazza merupakan sungai yang ada di Papua. Hulu sungai ini ada di ketinggian sekitar 3.000 meter di Pegunungan Jayawijaya. Di Papua, Pegunungan Jayawijaya disebut juga sebagai Pegunungan Maoke.

Sementara air dari sungai ini mengalir ke selatan menuju dataran rendah Kabupaten Asmat dan bertemu Sungai Eilanden yang mengalir ke tenggara Laut Arafura.

Di Sungai Brazza inilah terjadi insiden kontak tembak antara KKB Papua dengan prajurit TNI dari korps Marinir. Dalam insiden tersebut, lima anggota KKB Papua dilaporkan tewas.

Atas insiden tersebut, Juru Bicara Petisi Rakyat Papua, Jefry Wenda angkat bicara. Ia menuding prajurit TNI menyerang anggota KKB Papua dengan bom bazoka.

Ia pun memperlihatkan tudingannya melalui sebuah video berdurasi singkat yang saat ini viral di media sosial. Dalam video yang diunggahnya tersebut, Jefry Wenda mengklaim TNI serang KKB Papua dengan bom bazoka.

 Video itu berisi gambar tentang suasana di sebuah area kecil yang diduga sebagai pos keamanan yang ditempati prajurit TNI dari korps marinir.

Pada pos tersebut, terlihat seseorang mengenakan pakaian seragam TNI dengan senjata api di tangannya. Tak lama kemudian, terdengar bunyi tembakan cukup kuat yang diikuti di lokasi tersebut.

Dalam ciutannya di twitter @jefry-wnd pada Minggu 17 September 2023, dituliskan bahwa militer Indonesia telah menghantan pasukan TPNPB ( Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat ) dengan senjata pelontar granat yang disebut sebagai bom bazoka.

Sementara sebelumnya diberitakan bahwa KKB Papua berinisiatif menyerang Pos Keamanan yang ditempati TNI Polri di dekat Sungai Brazza, Kabupaten Yahukimo.

Dalam serangan tersebut, pasukan TPNPB atau lazimnya disebut sebagai anggota KKB Papua, malah berhasil dilumpuhkan dengan tindakan tegas terukur yang dilakukan prajurit TNI dari korps Angkatan Laut.

Dalam insiden tersebut, lima anggota KKB Papua dilaporkan tewas. Dari lima korban tersebut, empat di antaranya tewas di tempat. Sedangkan satu anggota KKB Papua lainnya, hanyut di bawa arus kencang Sungai Brazza Yahukimo.

Korban yang hanyut tersebut ditemukan sehari setelah kejadian. Jenazah baru ditemukan setelah prajurit TNI Polri mencoba menyisir alur aliran sungai tersebut hingga akhirnya menemukan jasad korban.

Sedangkan empat korban lainnya tewas di tempat. Saat ini lima anggota KKB Papua yang tewas dalam insiden itu, telah dimakamkan. Para korban dikebumikan setelah jenazahnya diotopsi.

Sebelumnya diberitakan Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel I Gusti Nyoman Suriastawa membeberkan fakta mengejutkan tentang penemuan jenazah di tepi Sungai Brazza, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, baru-baru ini.

Baca juga: Tuduh Warga Jadi Mata-mata, 5 Pria dan Satu Wanita Dianiaya Babak Belur Anggota KKB Papua

Jenazah yang ditemukan itu, penuh dengan luka gores di tubuhnya. Ada juga luka bekas tembakan. Luka-luka itu diduga karena benturan saat jenazah diseret arus sungai yang mengalir deras di Kabupaten Yahukimo.

Kepada awak media, I Gusti Nyoman Suriastawa menyebutkan bahwa jenazah yang ditemukan itu merupakan korban yang tewas dalam insiden baku tembak antara KKB  Papua dengan prajurit TNI dari Korps Marinir.

Dalam insiden tersebut, lima anggota KKB Papua dinyatakan tewas. Empat di antaranya tewas di lokasi pertempuran. Sedangkan satu korban lagi, jenazahnya ditemukan agak jauh dari lokasi baku tembak.

Dikatakannya, lima jenazah itu bukan warga Kabupaten Yahukimo. Kelimanya adalah anggota KKB Papua yang berasal dari Kodap III Ndurakma. Kabupaten Nduga.

“Lima warga sipil yang tewas itu bukan warga sipil Kabupaten Yahukimo. Dari lima orang itu, empat di antaranya ditemukan di lokasi baku tembak dengan marinir. Sedangkan satu jenazah lagi hanyut dibawa sungai,” ujarnya.

Dari hasil identifikasi, kelima orang itu merupakan anggota KKB Papua pimpinan Yotam Bugiangge. Sementara Yotam Bugiangge sendiri merupakan orang kepercayaan Egianus Kogoya.

Selama ini Yotam Bugiangge juga kerap memimpin aksi penyerangan terhadap prajurit TNI Polri. Bahkan tak sedikit pula serangan kelompok tersebut merenggut nyawa aparat TNI Polri, kebanggaan segenap bangsa Indonesia.

Menurut I Gusti Nyoman Suriastawa, dalam peristiwa baku tembak itu, tak satu pun prajurit TNI yang terluka atau pun gugur gegara tembakan KKB Papua. Yang terjadi justeru sebaliknya.

Pasalnya, berinisiatif menyerang prajurit TNI yang sedang bertugas di Pos Keamanan di dekat Sungai Brasa Yahukimo, lima anggota KKB Papua malah ditemukan tewas terkena tembakan prajurit terlatih TNI Polri.

Insiden baku tembak itu kini viral di media sosial. Video yang berisi gambar saling tembak itu memperlihatkan prajurit TNI dari korps marinir hanya bersembunyi di balik barisan drom yang ada di pos keamanan tersebut.

Jejeran drom itulah yang menjadi tameng bagi anggota marinir tersebut. Bahkan meski hanya membidik dari balik cela drom yang sempit, para marinir itu ternyata sanggup membidik secara tepat anggota KKB Papua tersebut.

Alhasil, hanya dengan beberapa kali tembakan, satu per satu anggota KKB itu jatuh memeluk bumi. Bahkan satu di antaranya hanyut terbawa arus deras Sungai Brazza Yahukimo.

Sebelumnya, bersama rekannya yang lain, lima anggota KKB Papua itu berinisiatif menyerang Pos Keamanan di dekat Sungai Brazza Yahukimo, pos yang ditempati marinir.

Fakta itu diketahui setelah marinir di pos keamanan tersebut memantau situasi keamanan di sekitar pos tersebut dengan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone.

Dari pantauan itulah diketahui ada pergerakan sekelompok orang tak dikenal yang berada tak jauh dari pos keamanan itu. Orang tak dikenal itu berada di tepi Sungai Brazza Yahukimo.

Atas fakta tersebut, para marinir di pos keamanan pun langsung mengambil langkah konrkrit. Mereka tiarap di balik barisan drom yang dipasang di tempat itu.

tangkapan kamera, aparat TNI saat patroli di Papua
PATROLI - Tangkapan kamera saat prajurit TNI melakukan patroli di wilayah pegunungan Papua dalam rangka memantau keamanan di wilayah tersebut. Saat sedang berpatroli, tiba-tiba prajurit kebanggaan NKRI ini diserang KKB Papua. Untungnya dalam serangan itu tak satu prajurit TNI Polri yang terkena tembakan.

Benar saja. Hanya beberapa detik kemudian, pos keamanan itu pun dihujani dengan peluru. Tembakan dari anggota KKB Papua itu, dilakukan tanpa henti selama beberapa menit lamanya.

Meski demikian, tembakan itu sia-sia adanya. Karena prajurit TNI telah lebih dahulu mengambil tindakan antisipastif dengan tiarap di pos keamanan tersebut.

Apesnya, adalah anggota KKB Papua itu satu persatu jatuh ke pangkuan bumi pertiwi. Pasalnya, berinisiatif melakukan serangan, justeru yang terjadi malah sebaliknya. Mereka jadi bulan-bulanan dihajar oleh prajurit terlatih kebanggaan NKRI.

Dengan menggunakan senjata laras panjang, sekelompok orang yang tak dikenal itu, menghujani pos keamanan tersebut dengan tembakan beruntun.  Dalam serangan bertubi-tubi itu, mereka habis-habisan menyerang pos marinir yang letaknya di dekat Sungai Brazza, Yahukimo tersebut.

Tak diketahui secara pasti, dari mana kelompok yang melakukan serangan mendadak tersebut. Tak diketahui pula siapakah yang memimpin penyerangan tersebut.

Baca juga: Serang Pos Marinir di Tepi Sungai Yahukimo, 5 Anggota KKB Papua Malah Ditemukan Tewas Mengenaskan

Namun dalam insiden baku tembak itu, prajurit angkatan laut kebanggaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) menorehkan hasil yang gemilang. Prajurit TNI dari Angkatan Laut itu berhasil memberikan tindakan tegas terukur.

Meski jarak antara anggota KKB Papua dengan para marinir di posko tersebut, terbilang cukup jauh, namun tembakan yang dilepaskan benar-benar tepat sasaran.

Dalam insiden tersebut, empat anggota KKB Papua dilaporkan tewas di tempat. Sedangkan satu korban lagi, ditemukan sehari berikutnya setelah dilakukan penyisiran sepanjang alur Sungai Brazza yang membelah Kabupaten Yahukimo itu.

Dengan demikian, dalam insiden itu terdapat lima anggota KKB Papua yang tewas merenggang nyawa. Para korban itu kini telah dimakamkan di tempat pemakaman umum Yahukimo.

Fakta tentang insiden baku tembak itu, kini viral di jagat maya. Bahkan kabar tentang peristiwa mengerikan tersebut, sempat menjadi salah satu trending topik di Tanah Air.

Dari video viral itu, terdengar bunyi tembakan di kejauhan, yang dibalas pula dengan muntahan amunisi dari moncong senjata laras panjang kepunyaan marinir.

Dalam insiden baku tembak itu, para marinir yang bertugas di Pos Keamanan, hanya bersembunyi di balik barisan drom yang berada di bagian depannya.

Sambil tiarap, marinir itu sesekali melepaskan tembakan. Tembakan itu baru dilepas, setelah marinir itu mencoba mengamati pergerakan anggota KKB Papua melalui kamera teropong yang dipasang pada senjata siap tembak itu.

Jika tembakan beruntun diarahkan ke Pos Keamanan tersebut, maka tak lama berselang, marinir yang bertahan itu pun melepaskan tembakan balasan.

Setelah tembakan balasan tersebut, beberapa saat kemudian baru terdengar lagi ada tembakan dari arah anggota KKB Papua. Begitu dan seterusnya hingga akhirnya tak ada lagi suara tembakan di tempat tersebut.

I Gusti Nyoman Suriastawa, para korban itu telah teridentifikasi semuanya. Mereka bukan warga sipil yang merupakan penduduk Kabupaten Yahukimo.

Para korban itu adalah warga Kabupaten Nduga dan selama ini menjadi anggota KKB Papua. Kelompok ini berkeliaran di wilayah pegunungan, hingga akhirnya masuk ke Yahukimo dan menyerang Pos Keamanan yang ditempati Satgas Pamtas Batalyon Marinir 7.

Ia juga menyebutkan, bahwa keberadaan KKB Papua di dekat Pos Keamanan marinir tersebut, terpantau melalui drone. Dan, ketika menyaksikan ada tamu tak diundang, para marinir pun langsung mengambil sikap siaga.

Benar saja. Setelah beberapa saat kemudian, anggota KKB Papua itu pun menghujani tembakan ke arah Pos Keamanan tersebut. Namun, tembakan itu sia-sia adanya, karena telah diantisipasi terlebih dahulu oleh para marinir dari Satgas Pamtas Batalyon Marinir 7.

Dari video viral tersebut, insiden baku tembak itu terjadi selama kurang lebih 30 menit lamanya. Dalam peristiwa itu lima anggota KKB Papua dinyatakan tewas. Bahkan para korban itu telah pula dimakamkan pada Sabtu 15 September 2023 pekan lalu.

I Gusti Nyoman Suriastawa menyebutkan bahwa anggota KKB Papua itu, selama ini terlibat dalam sejumlah tindakan pidana, yakni bakar rumah penduduk dan fasilitas umum yang dibangun pemerintah untuk masyarakat.

Berikutnya perusakan obyek vital di sejumlah tempat, baik di Kabupaten Yahukimo, Intan Jaya, Kabupaten Puncak, maupun Kabupaten Nduga dan beberapa kabupaten di wilayah lain pegunungan Papua.

Bahkan KKB Papua kelompok Yotam Bugiangge juga sering melakukan penyerangan terhadap prajurit TNI Polri yang sedang bertugas di daerah itu.

Baca juga: Jenazah KKB Papua Ditemukan Di Tepi Sungai Brazza, Nyoman Suriastawa: Itu Anak Buah Egianus Kogoya

Hingga saat ini cukup banyak warga sipil yang meninggal dunia gegara ulah KKB Papua. Cukup banyak pula prajurit TNI Polri yang merenggang nyawa karena perbuatan biadap anggota kelompok pengacau tersebut.

Belum diketahui secara pasti, sampai kapan aksi kekerasan ini dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut. Namun diharapkan agar prajurit TNI Polri secara berlahan bisa mengelimir kasus tersebut hingga akhirnya tak terjadi lagi pada hari-hari yang akan datang. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved