Cerpen

Cerpen Aster Bili Bora: Kamar Beraroma Cinta

Cinta Ngeke dengan Rua Kawato umur pendek pula. Belum satu tahun Ngeke minta putus. Rua Kawato dendam mati. Dalam tidur malam ia melepaskan pukulan.

Editor: Agustinus Sape
kolase pos-kupang.com/ho
Ilustrasi cerpen berjudul Kamar Beraroma Cinta karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya. 

Oleh: Aster Bili Bora

POS-KUPANG.COM - Sudah lima tahun Rua Kawato mengembara dalam cinta. Mula-mula pacaran dengan Milla. Setelah satu tahun berjalan, Milla mundur teratur. Untungnya Milla tahu kendali diri sehingga tidak terjadi hubungan badan yang melanggar hukum.

Rua Kawato pindah perempuan kedua bernama Ngeke. Ini nama tempelan. Nama aslinya Tange. Hanya karena sejak kecil Tange kuat makan yang membuat badannya drom berjalan, maka dipanggil Ngeke.

“Apa Ngeke sudah ngeke”, ah itu artinya apa Ngeke sudah makan.

Cinta Ngeke dengan Rua Kawato umur pendek pula. Belum satu tahun Ngeke minta putus. Rua Kawato dendam mati. Dalam tidur malam ia melepaskan pukulan.

“Coba tahu tidak setia, saya kasih bunting kau di hari pertama!”

Rina, perempuan yang ketiga. Setelah kenal pertama di pasar Wewulla, Rina tidak mau lepas Rua Kawato. Ke mana saja Rua Kawato pergi, maka Rina pasti ada di sana.

Cuma rusaknya, perempuan ini mati rasa. Rua Kawato mau hapus kecewa yang dua tahun, tapi Rina yang model tepos jaga wibawa. Tidak mau bikin anak sebelum nikah.

“Kalau tidak bisa tahan lagi, ya segera masuk minta,” kata Rina ketika Rua Kawato napas ngos-ngosan.

Penolakan demi penolakan membuat Rua Kawato tidak tahan lagi. Di bawah pohon cengkeh di tengah rumput belelang Rua Kawato hajar Rina hingga kapok angkat tangan.Untungnya tidak ada yang melihat.

Beberapa hari berlalu Rina pakai topi miring. Berani orang tua lihat pipi kiri Rina yang biru belau, maka Rua Kawato sudah pasti keluar kecap dan bisa jadi kepala sudah di Watu Maladong.

Setelah Rina minta putus, Rua Kawato berlabuh di Tanah Maringi. Maida yang kian hari turun badan haus cinta, tidak mau kehilangan momentum. Ketika Rua Kawato bilang, “Aku cinta kamu”, tanpa pikir panjang langsung Yes.

Namun setelah delapan bulan bercinta, Maida meninggalkan Rua Kawato. Tanpa hujan-angin Maida diam-diam merantau cari kerja di Surabaya. Di sana dia ganti nomor HP dan tak satu pun yang berhasil menghubungi.

Rua Kawato makan hati sendiri. Setiap orang yang tanya, mana Maida, itu sudah pasti keluar kecaman dari mulutnya.

“Jangan tanya Suanggi!”

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved