Breaking News
Senin, 18 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 1 September 2023, Bersikap Antisipasi

Markus Tulu menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari 1 Tesalonika 4:1-8; dan bacaan Injil Matius 25: 1-13.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Dok. POS-KUPANG.COM
RENUNGAN - RP. Markus Tulu SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Jumat 1 September 2023 dengan judul Bersikap Antisipasi. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Bersikap Antisipasi

RP. Markus Tulu menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari 1 Tesalonika 4:1-8; dan bacaan Injil Matius 25: 1-13.

Di bagian akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Jumat 1 September 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

Pada hari Ini kita memasuki Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Tahun 2023. Di sini kita memberi tempat khusus sebagai tanda penghormatan kita yang tinggi terhadap Kitab Suci sebagai Sabda Tuhan yang menuntun hidup kita.

Allah memanggil kita agar kita hidup kudus. Karena itu kita mesti berusaha agar hidup kita tidak tercemar oleh nafsu dan tidak ternoda oleh keinginan-keinginan daging.

Sebagai orang beriman hidup kita harus berkenan di hadapan Allah Tuhan kita yang mengetahui segala-segalanya tentang kita.

Karena yang Allah kehendaki adalah agar kita hidup kudus, maka menjauhi percabulan dan hidup dalam kehormatan merupakan tuntutan yang mendesak.

Memang bukanlah hal mudah untuk bisa meraih semua ini. Tapi yang Tuhan harapkan dari kita adalah menjadi bijaksana dalam hidup.

Selama kita masih hidup di bumi ini, hal itu berarti kita masih hidup dalam perjuangan.

Karena kita ini manusia lemah dan karena itu kita mudah jatuh, maka hidup dengan sikap antisipasi merupakan pilihan yang bijaksana dan menyelamatkan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 31 Agustus 2023, Berjaga-jagalah

Kita boleh belajar dari lima gadis bijaksana. Karena mereka pada waktu pergi menyongsong pengantin, mereka tidak hanya membawa pelita, tapi juga membawa minyak dalam buli-bulinya.

Karena itu, meskipun pengantin lama tidak datang-datang, pelita mereka tetap bernyala karena mereka membawa juga minyak cadangan.

Bagaimana dengan kita dalam hidup harian kita selama ini?

Hanya hidup dengan sikap batin yang bijaksana yang membuat kita terhormat dan selamat.

Kita membuka hati untuk membiarkan hidup kita dituntun oleh Sabda Tuhan yang kita baca dan kita renungkan.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved