Berita Kota Kupang
Puluhan Pelajar Salurkan Bakat Melukis dan Mural Pada Tempat Sampah di Gedung Museum NTT
Sementara itu, bagi para pelajar SMA melukis motif tenun khas NTT dari lima daerah yakni Rote, Sumba, TTS, Alor, Manggarai dan Sabu.
Penulis: Ray Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Puluhan peserta didik SMP dan SMA di Kota Kupang melakukan kegiatan melukis motif di tempat sampah dan mural di Gedung Museum NTT pada, Jumat 25 Agustus 2023.
Kegiatan itu sangat unik, dimana sebelum melukis, para pelajar yang berjumlah 50 orang dari lima sekolah di Kota Kupang itu, mrlakukan tarik lotre untuk menentukan motif yang akan digunakan untuk melukis.
Kepada peserta pelajar SMP mendapat kesempatan untuk melukis tempat sampah dengan gambar atau motif barang-barang peninggalan penjajah.
Sementara itu, bagi para pelajar SMA melukis motif tenun khas NTT dari lima daerah yakni Rote, Sumba, TTS, Alor, Manggarai dan Sabu.
Baca juga: Motif Tenun Ikat NTT yang Dikenakan Marion Jola Sarat Makna
Guru pendamping SMKN 8 Kupang Afliana Noktaek menyampaikan sangat merespon positif kegiatan ini.
Menurut dia, melalui kegiatan seperti ini sangat mengasah kreatifitas dari anak-anak untuk mengahasilkan potensi-potensi melalui karya terbaik yang dimiliki.
"Jujur mereka yang hadir hari ini adalah anak-anak yang dipilih. jadi kami sangat merespon positif," ungkapnya.
Ia menyebut murid yang hadi hari ini merupakan anak-anak dari kelas X-XI. Sementara untuk kelas XII sementara prakering.
Baca juga: Seniman Jalanan Kota Kupang dan Jogja Lakukan Street Jamming Seni Graffiti dan Mural
"Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut tidak hanya sampai disini," ujar Afliana Noktaek.
Salah satu guru pendamping SMP Deasy Lau menyampaikan merasa bersyukur dapat membawa anak-anak untuk mengeluarkan hasil karyanya.
"Disini selain melihat karya saya bisa melihat kerjasama dan kekompakan, kemudian kreatif dalam berkarya seni khususnya seni lukis," kata Deasy.
Ia mengaku dalam pembagian Lotre mendapatkan motif pedang suku diu dari Dayak. Dalam melukis, anak-anak tidak langsung pada objek namun latarnya dulu kemudian dilanjutkan objek.
"Dari lima siswa ini mereka harus berpadu mengahasilkan suatu hasil karya dan media ini dari tempat sampah. Hari ini yang melukis dari Kelas IX, saya berharap dengan adanya kegiatan seperti ini dapat meningkatkan imajinasi dari anak soal melukis,"jelasnya.
Baca juga: Angela Putri Shafira, Siswi SMAN 3 Borong Punya Talenta Melukis Mural
Dirinya tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Museum yang sudah memberikan wadah, kedepan diharapkan ada lagi kegiatan seperti ini.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.