Pilpres 2024
Merespon PDIP Soal Ngemis Jadi Menteri, Budiman Sudjatmiko Sebut Nama Pratikno dan Presiden Jokowi
Pasca mendeklarasikan dukungan ke Prabowo Subianto, Budiman Sudjatmiko kini menuai protes dari pelbagai pihak, termasuk PDIP
POS-KUPANG.COM - Pasca mendeklarasikan dukungan ke Prabowo Subianto, Budiman Sudjatmiko kini menuai protes dari pelbagai pihak, termasuk PDIP.
Melalui Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, disebutkan bahwa Budiman Sudjatmiko membelot mendukung Prabowo Subianto, karena pernah sakit hati.
Budiman dituding sakit hati, karena pernah meminta jabatan sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju, tapi hal itu tidak direstui oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
Diduga karena faktor itulah sehingga Budiman Sudjatmiko pun memilih mengalihkan dukung dari Ganjar Pranowo kepada Prabowo Subianto.
Atas tudingan tersebut, Budiman pun angkat bicara. Ia menyebutkan bahwa dirinya tidak pernah mengemis jabatan sebagai menteri kepada Presiden Jokowi.
Yang sebenarnya, lanjut dia, adalah dirinya berkali-kali diminta jadi menteri, namun karena dinamika politik, sehingga ia harus mengalah demi kepentingan NKRI.
Budiman Sudjatmiko mengungkapkan hal tersebut kepada awak media, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Selasa 22 Agustus 2023.
Budiman menyebutkan, tawaran sebagai Menteri Desa sudah terjadi sejak tahun 2014. Akan tetapi, hingga saat ini, jabatan Menteri Desa tersebut tidak bisa diberikan kepada Budiman.
Jabatan Menteri Desa itu selalu diberikan kepada orang lain demi kebutuhan dinamika politik. Dan, dirinya tidak pernah mempersoalkan masalah tersebut.
"Saat pertama kali lantik kabinet tahun 2014, saya biasanya dipanggil Pak Pratikno. (Saya bilang) 'Ada surprise apa, Pak Pratikno?' (Kata Pratikno).
"Mas Budiman, Pak Jokowi, Kementerian Desa itu sebetulnya kementerian untuk sampeyan'. Nah tetapi ada dinamika politik yang harus diselesaikan pada yang lain. Its okay, tidak ada masalah," ungkap Budiman.
Baca juga: Usai Bertemu Prabowo Subianto, Budiman Sudjatmiko Hampir Saja Dipecat Petinggi PDIP
Kemudian pada tahun 2015, Budiman Sudjatmiko dipanggil lagi oleh Presiden Jokowi untuk menghadap ke Istana.
Saat itu, kata Budiman, Presiden Jokowi ingin Budiman menjadi Menteri Desa. Namun, gara-gara dinamika politik, keinginan Jokowi itu gagal terwujud.
Kemudian pada tahun yang sama, ungkap Budiman, ia lagi-lagi dipanggil Jokowi terkait hal yang sama. Saat itu, dirinya bertemu Presiden Jokowi di Solo.
Akhirnya Budiman menyatakan bahwa dirinya sebenarnya tidak pandai menjadi menteri.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.