Kasus Ferdy Sambo
Bu Mega Menangis Dengar Putusan MA Soal Ferdy Sambo: Dimana Rasa Perikemanusiaan Hakim di MA?
Megawati Soekarnoputri mengungkapkan kekecewaannya terhadap hakim Mahkamah Agung yang memutuskan mengurangi masa hukuman Ferdy Sambo Cs.
POS-KUPANG.COM - Megawati Soekarnoputri mengungkapkan kekecewaannya terhadap hakim Mahkamah Agung yang memutuskan mengurangi masa hukuman Ferdy Sambo Cs dari hukuman mati ke hukuman seumur hidup.
Ketua Umum PDIP itu merasa hendak menangis Karena putusan tersebut. Karena baginya, hakim mestinya mempertimbangkan juga perasaan keluarga korban.
Bu Mega mengungkapkan hal itu ketika menyoroti putusan kasasi majelis hakim Mahkamah Agung yang memberi potongan hukuman pada Ferdy Sambo cs dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Josua Hutabarat.
Pembunuhan itu dilakukan saat Ferdy Sambo dalam jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri, dan Brigadir J adalah ajudan yang saban hari membantu semua aktivitas Ferdy Sambo dan keluarganya.
Megawati Soekarnoputri menyebutkan bahwa majelis hakim MA tidak memiliki rasa kemanusiaan terhadap keluarga korban, keluarga almarhum Brigadir Nofriansyah Joshua Hutabarat alias Brigadir J.
Seharusnya, lanjut Presiden ke-5 RI ini, sebelum memutuskan perkara tersebut, hakim MA mempertimbangkan terlebih dahulu perasaan keluarga korban.
Akan tetapi, katanya, yang terjadi justeru sebaliknya. Karena itu, jangan heran bila ia bingung menghadapi praktik hukum di Indonesia saat ini.
Dikatakannya, semakin hari, semakin jauh dari rasa keadilan pada masyarakat. Karena yang cenderung di bela oleh institusi hukum di Tanah Air, adalah orang-orang kuat.
Oleh karena itu, kata Megawati Soekarnoputri, ia sangat sedih melihat kondisi hukum di Indonesia saat ini.
Apalagi kalau ia mengait-ngaikan lagi dengan tindakan Ferdy Sambo cs terhadap Brigadir J yang sesunggunya tidak berperikemanusiaan.
Baca juga: Keluarga Brigadir J Sangat Kecewa MA Anulir Hukuman Mati Ferdy Sambo
"Sedih saya dengan peristiwa Pak Sambo itu. Saya sedih dengan kasus itu," ucap Megawati seperti dikutip dari kanal YouTube KompasTV, Selasa 22 Agustus 2023.
"Sebagai seorang ibu, saya nangis membayangkan ke mana perikemanusiaan dan mana moral yang beradab pada kepolisian sekarang," imbuhnya.
Ibunda Puan Maharani ini pun menilai tindakan Ferdy Sambo cs sesungguhnya tidak bisa ditolerir. Pasalnya, Ferdy Sambo yang menjabat sebagai Kadiv Propam Polri, menembak mati anak buahnya sendiri.
"Hukum Indonesia ini hukum opo yo saiki (Hukum Indonesia ini hukum apa ya sekarang). Saya bukan orang hukum loh, tapi kan saya bisa mikir, iki ngopo to beneran (ini kenapa to, beneran)," ujar Megawati.
Megawati juga sempat menyinggung tentang proses hukum kasus itu yang sudah berlangsung dalam dua jenjang namun hasilnya di tingkat atas, justeru menjadi kontraproduktif.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.