Jumat, 24 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 21 Agustus 2023, Mengikuti Berarti Meninggalkan

RD. Eman Kiik Mau menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan Injil Matius 19:16-22.

Editor: Agustinus Sape
Dok. POS-KUPANG.COM
RENUNGAN - RD. Eman Kiik Mau menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Senin 21 Agustus 2023 dengan judul Mengikuti Berarti Meninggalkan. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RD. Eman Kiik Mau dengan judul Mengikuti Berarti Meninggalkan.

RD. Eman Kiik Mau menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan Injil Matius 19:16-22.

Di bagian akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Senin 21 Agustus 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

Manusia tak punya kemampuan untuk mengikuti dua arah yang berbeda sekaligus dalam waktu yang sama. Jika ia mengikuti yang satu, ia harus meninggalkan yang lain.

Inilah kenyataan hidup sehari-hari dan inilah yang diajarkan oleh Yesus kepada pemuda kaya dan juga kepada kita semua pada hari ini.

Keinginan untuk mengikuti Yesus harus diikuti dengan kemauan untuk meninggalkan harta benda.

Jika kita bangga mengakui diri pengikut Kristus, maka dengan bangga pula kita pun harus mengatakan bahwa saya sudah meninggalkan harta milikku.

Sebab harta milikku ialah Yesus sendiri. Tuhan Yesus menjadi harta milik kekayaan kita. Kebahagiaan kita hanya memiliki Dia, bukan harta duniawi.

Panggilan seorang murid Yesus menuntut totalitas. Totalitas berarti keutuhan atau keseluruhan. Sadar dan berani mengabaikan kedirian dan mengutamakan kehendak Allah.

Menjadi murid Yesus berarti ikut bersama Yesus, tinggal bersama-Nya dan bertindak seturut kehendak-Nya. Iman menuntut totalitas. Totalitas nyata dalam sikap dan tindakan setiap hari.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 21 Agustus 2023, Peringatan Santo Pius X: Saya Telah Hidup Miskin

Hari ini Gereja memperingati Santo Pius X, seorang Pemimpin Gereja yang besar. Orang kudus ini lahir dengan nama Guiseppe atau Yosef Sarto di sebuah desa kecil yang bernama Riese Venesia Italia Utara.

Orangtuanya bukanlah orang penting atau ternama di mata masyarakat, namun mereka adalah orang Katolik yang saleh.

Mereka mengasuh dan membesarkan anak-anak mereka yang sepuluh orang itu dalam zaman yang susah.

Pastor Paroki sangatlah tertarik pada pribadi Guiseppe, sang ketua Misdinar yang berperilaku baik dan sopan. Dia membantu Guiseppe dalam pendidikannya.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved