KKB Papua
Anies Baswedan Soroti Pergolakan Senjata di Papua: Damai Itu akan Tercipta Kalau Ada Keadilan
Sampai sekarang, Kelompok Kriminal Bersenjata terus melancarkan aksi kejamnya di Tanah Papua. Aksi-aksi tersebut dilakukan secara membabibuta.
POS-KUPANG.COM – Sampai sekarang, Kelompok Kriminal Bersenjata terus melancarkan aksinya di Tanah Papua. Aksi-aksi tersebut dilakukan secara membabibuta, sehingga para korban pun berjatuhan dari waktu ke waktu.
Tak hanya prajurit TNI Polri yang ditembak mati oleh KKB Papua, warga sipil, Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga camat pun dihabisi oleh Kelompok Separatis Teroris tersebut.
Terhadap fakta itulah, Kandidat Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan atau KPP, yakni Anies Baswedan, angkat bicara.
Ia bahkan secara khusus menyoroti kasus-kasus kriminal yang terjadi di Papua selama ini. Dia menyebutkan bahwa gejolak itu terjadi, karena tak ada damai di daerah tersebut.
Mantan Rektor Universitas Paramadina ini menyebutkan, bahwa kedamaian di Tanah Papua akan tercipta manakala semua pihak merasakan adanya keadilan di daerah tersebut.
"Damai itu ditandai dengan semua merasakan ada keadilan," ucap Anies dalam acara relawan AMMAN BOS di Jakarta dikutip dari YouTube Refly Harun, Sabtu 19 Agustus 2023.
Pada kesempatan itu, Anies Baswedan tidak mau mengomentari eksistensi KKB Papua di daerah paling timur Indonesia ini.
"Biarkan itu harus diselesaikan, supaya kita tidak menambah kompleksitas di dalam penanganan yang sedang terjadi di Papua," ujarnnya.
Meski demikian, Anies Baswedan menekankan bahwa jikalau ingin damai maka pada prinsipnya harus membuat semua pihak merasakan keadilan.
Baca juga: Dua ASN Tewas di Tangan KKB Papua, Para Pelaku Diduga Ditembak Kelompok Egianus Kogoya
Damai itu, katanya, bukan ditandai dengan ada tidaknya konflik, ada tidaknya insiden baku tembak, bahkan ada tidaknya korban jiwa. Tetapi apakah ada keadilan.
"Damai itu bukan ditandai dengan tiadanya konflik kekerasan, ini pegang. Tapi damai itu ditandai dengan semua merasa ada keadilan di situ ada kedamaian yang sesungguhnya," ujarnya.
Bila semua pihak telah merasakan keadilan, kata Anies Baswedan, maka akan ada jalan keluar menuju kedamaian. “Jadi, carilah jalan keluar yang menimbulkan rasa keadilan, lalu insya Allah konflik itu akan tiada," ujarnya.
Jadi, lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, damai itu bukan karena tidak ada tembak menembak, tidak perseteruan, tidak ada konflik. Damai itu ditandai dengan hadirnya rasa keadilan. “Jadi, itu yang kita tuju," tandasnya.
Untuk diketahui, baru-baru ini, KKB Papua melakukan tindakan kejam secara beruntun. Mereka menembak mati warga sipil, menembak prajurit TNI Polri juga menganiaya Camat Darson Hegemur hingga tewas
Selain itu, KKB Papua juga membakar gedung perpustakaan SMA Negeri 1 Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah hingga rata dengan tanah.
Pelbagai aksi kriminal itu dilakukan menjelang HUT ke-78 Kemerdekaan RI. Sementara pada puncak peringatan kemerdekaan Indonesia, KKB membakar gedung perpustakaan milik SMA Negeri 1 Ilaga, Kamis 17 Agustus 2023.
Atas fakta tersebut, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo mengungkapkan bahwa pelaku pembakaran adalah KKB Papua pimpinan Titus Murib.
"Kejadian ini berlangsung pada pukul 13.28 WIT di SMAN 1 Ilaga, Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak," Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo melalui keterangan tertulis.
Akibat peristiwa tersebut, bangunan perpustakaan SMA Negeri 1 Ilaga ludes terbakar.
Menurut Benny menjelaskan, awalnya informasi tentang kebakaran tersebut pertama kali diterima oleh Personel Satgas Kopasgat Yonko 468/Sarotama Pos 25 Bandara Aminggaru.
"Melalui saluran komunikasi Channel HT Jajaran TNI-Polri Ilaga, asap tebal terlihat berasal dari bangunan Kompleks Sekolah Ilaga."
"Tanggap cepat dari aparat Gabungan TNI-Polri Ilaga pun segera terjadi. Mereka meluncur menggunakan 2 unit kendaraan roda empat jenis rantis dan truk menuju lokasi kejadian," sambung Benny.
Setelah sampai ke TKP, kata Benny, aparat melakukan penyisiran.
Di tempat terpisah, 3 warga Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan yakni Steven Didiway, Michael Rumaropen, dan Samsul Ahmad tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Dilansir dari Tribunnews.com, Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri mengatakan kekerasan oleh KKB terjadi Rabu 16 Agustus 2023 malam.
Baca juga: MENGERIKAN! Sebelum Tembak 2 ASN, KKB Papua Aniaya Camat Darson Hegemur Hingga Tewas
"Rabu 16 Agustus 2023, sekira pukul 21.45 WIT, telah terjadi gangguan tembakan di Kompleks Yosoma. Akibatnya tiga warga sipil meninggal dunia," ujar Fakhiri, melalui pesan singkat, Kamis 17 Agustus 2023.
Ketiga korban ditemukan tewas dan truk yang mereka gunakan hangus terbakar. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.