Wabah Penyakit
Dua Turis Australia Membawa Campak Pulang dari Bali
Orang Australia yang bepergian ke luar negeri didesak untuk mendapatkan vaksinasi campak sebelum mereka pergi ke luar negeri.
POS-KUPANG.COM - Orang Australia yang bepergian ke luar negeri didesak untuk mendapatkan vaksinasi campak sebelum mereka pergi ke luar negeri seperti ke Bali.
NSW Health mengeluarkan saran tersebut setelah mendeteksi dua kasus baru-baru ini dari penyakit virus yang sangat menular pada para pelancong yang telah kembali dari Bali.
Seorang pria yang kembali dari Jakarta juga mengunjungi Queensland dan Victoria saat terjangkit campak bulan lalu, memicu peringatan kesehatan masyarakat.
Campak jarang terjadi di Australia tetapi merupakan penyakit umum di banyak bagian dunia, termasuk lokasi yang populer di kalangan warga Australia seperti Indonesia, India, Filipina, Pakistan, dan Thailand.
Timur Tengah, Afrika, sebagian Eropa dan Inggris, juga dianggap berisiko tinggi terkena campak.
Dr Christine Selvey dari NSW Health telah memperingatkan campak sangat menular dan dapat menyebabkan penyakit serius.
"Campak bisa sangat parah dan penderita campak sering memerlukan rawat inap, namun hampir sepenuhnya dapat dicegah melalui vaksinasi," katanya.
Selvey mengimbau siapa pun yang datang dari luar negeri yang mengalami gejala campak, yang meliputi demam, sakit mata, dan batuk, diikuti tiga atau empat hari kemudian dengan ruam merah berjerawat, untuk segera menghubungi dokter.
"Wisatawan yang mengalami gejala harus menghubungi dokter umum atau Unit Gawat Darurat terlebih dahulu untuk memastikan mereka tidak menunggu di ruang tunggu bersama pasien lain," kata Selvey.
Dua dosis vaksin campak memberikan perlindungan jangka panjang kepada 99 persen orang yang divaksinasi.
Vaksin kombinasi campak gratis untuk anak usia 12 bulan dan 18 bulan dan sebagian besar warga Australia lainnya yang lahir setelah tahun 1966.
Baca juga: Pria Australia Daniel Quinn Jalani Operasi Otak di RS Bali Setelah Kecelakaan Motor pada HUT ke-30
Orang yang bepergian dengan bayi di bawah 12 bulan disarankan untuk mendiskusikan rencana perjalanan dengan dokter mereka, karena mereka dapat divaksinasi sejak enam bulan dalam skenario tertentu.
Sejak akhir Juli 2023, Pemerintah Indonesia menghentikan impor sapi hidup dari Australia karena dicurigai mengidap penyakit kulit menggumpal (LSD - Lumpy Skin Desease).
Bambang, kepala Badan Karantina Pertanian Indonesia, mengatakan 13 sapi dinyatakan positif LSD segera setelah tiba antara Mei dan Juli dari delapan kapal terpisah.
Campak di kalangan pengungsi Sudan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pantai-di-bali-0794.jpg)