Senin, 27 April 2026

Bencana Banjir

Hujan Lebat Memicu Banjir dan Tanah Longsor di India, 49 Tewas 

India dan negara-negara sekitarnya mengalami hujan lebat yang memicu banjir dan tanah longsor.

Editor: Agustinus Sape
Youtube/sky news
Regu penolong berusaha untuk mencari para korban yang terbenam tanah longsor akibat hujan lebat yang melanda Himalaya Utara India. 

POS-KUPANG.COM, DEHRADUN - Pada saat belahan bumi seperti Hawaii mengalami kebakaran akibat kekeringan, India dan negara-negara sekitarnya mengalami hujan lebat yang memicu banjir dan tanah longsor.

Tidak hanya itu, sedikitnya 49 orang tewas, sembilan di antaranya terkubur dalam reruntuhan kuil, dan puluhan lainnya dikhawatirkan hilang setelah hujan deras menyebabkan banjir dan tanah longsor di India, kata para pejabat Senin 14 Agustus 2023.

Hujan deras selama berhari-hari telah menghanyutkan kendaraan, menghancurkan bangunan, dan menghancurkan jembatan di negara bagian Himachal Pradesh dan Uttarakhand di Himalaya utara.

Banjir dan tanah longsor biasa terjadi dan menyebabkan kehancuran yang meluas selama musim hujan yang berbahaya di India, tetapi para ahli mengatakan perubahan iklim meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahannya.

Di Himachal Pradesh, 41 orang tewas dalam 24 jam terakhir, naik dari sebelumnya 16 orang, menurut data resmi.

Itu termasuk setidaknya sembilan orang tewas dalam runtuhnya sebuah kuil Hindu di ibu kota negara bagian, Shimla.

Setidaknya 13 lainnya hilang, katanya.

"Pemerintah setempat dengan rajin membersihkan puing-puing untuk menyelamatkan orang-orang yang mungkin masih terjebak," kata menteri utama Sukhvinder Singh Sukhu dalam sebuah pernyataan.

Sedikitnya delapan orang lainnya telah tewas sejak Jumat di negara bagian tetangga Uttarakhand, kata para pejabat.

Gambar-gambar dari daerah yang paling parah menunjukkan mayat-mayat ditarik keluar dari tumpukan tanah gelap yang tebal yang telah menghancurkan bangunan dan menghancurkan atap.

Ribuan orang terlantar, dengan jalan utama, saluran listrik, dan jaringan komunikasi terganggu.

Jalur kereta api terlihat menjuntai di udara, dengan tanah di bawahnya hanyut.

Mengganggu

Sukhu, yang memposting di media sosial video yang "mengganggu" dari jalan yang deras dan deras, mengimbau warga untuk tetap tinggal di dalam rumah dan menghindari mendekati sungai.

Sekolah-sekolah di negara bagian telah ditutup, katanya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved