Berita Kota Kupang

Semangat Kebersamaan Berpadu Dalam Tarian Padoa di Oesapa Selatan

Tarian Padoa tersebut dibawakan oleh sekelompok muda-mudi yang menggunakan tenun ikat asal Kabupaten Sabu Raijua

Penulis: Mutiara Christin Melany | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
Kelompok Muda-Mudi membawakan Tarian Pado'a pada puncak acara Festival Budaya Tingkat Oesapa Selatan, Selasa 8 Agustus 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Puncak Festival Seni dan Budaya Sabu Raijua Tingkat Kelurahan Oesapa Selatan menampilkan Tarian Padoa, Selasa 8 Agustus 2023.

Tarian Padoa tersebut dibawakan oleh sekelompok muda-mudi yang menggunakan tenun ikat asal Kabupaten Sabu Raijua dilengkapi dengan aksesoris hiasan kepala, kalung, gelang. Pada kakinya terdapat ikatan anyaman ketupat yang dibuat dari daun lontar serta berisi kacang hijau yang saat digerakkan dan hentakkan menimbulkan bunyi.

Kelompok Tarian Padoa dipimpin oleh seorang Mone Pejo atau tokoh yang dituakan dan dianggap mengerti tata caranya dengan membawakan lantunan pantun dan nyanyian dalam bahasa daerah Sabu.

Baca juga: BREAKING NEWS: 33 Kura Kura Rote dari Amerika Tiba di Kota Kupang

Intonasi lantunan yang diucapkan dalam tempo lambat, sedang, dan cepat, diikuti dengan hentakkan kaki dan gerakan para penari laki-laki dan perempuan berpegangan bahu sambil membentuk lingkaran.

Dalam Syair yang dilantunkan oleh Mone Pejo berisi puja dan puji kepada Sang Pencipta Alam Semesta dan Para Leluhur yang telah memberikan kesuburan, kemakmuran serta kelimpahan sehingga mereka telah panen hasil tanamannya, baik kacang hijau maupun jagung atau sorgum serta padi.

Menurut pandangan masyarakat Sabu Raijua, Tarian Padoa sebagai bentuk ucapan syukur sekaligus arena hiburan dan pelepas lelah setelah mengerjakan berbagai aktifitasnya. 

Baca juga: Puskesmas Oesapa Kota Kupang Terima Tiga Pasien Gigitan Anjing 

Selain tarian Pado'a, dalam festival budaya Oesapa Selatan juga menampilkan fashion show, tarian, serta nyanyian dalam nuansa adat Sabu Raijua.

Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh mengatakan bahwa tujuan Festival Budaya di setiap kelurahan untuk mengangkat potensi budaya dan kedepannya menjadi kalender tetap even budaya Kota Kupang.

"Kota Kupang punya 51 kelurahan dan setiap kelurahan punya ciri khas, sehingga saya minta semua kelurahan menunjukkan potensinya sehingga potensi dapat dilihat oleh pemerintah, serta tahun depan Kota Kupang sudah mempunyai kalender tetap khusus event budaya, tentunya diikuti dengan dukungan dana untuk mendukung pelestarian even budaya masyarakat lokal," ungkap George Hadjoh.

Baca juga: Camat di Kota Kupang Dukung Deklarasi Pilar 2 STBM

Pihaknya meminta kepada perangkat kelurahan dan kecamatan untuk berkolaborasi dengan berbagai potensi instansi pendidikan, keagamaan, swasta yang ada di wilayahnya agar bekerjasama dan berkolaborasi menjadikan budaya lokal NTT berkualitas dan bermartabat.

"Budaya lokal milik masyarakat sehingga harus dilestarikan dan dikembangkan sebagai identitas dan jati diri masyarakat NTT, serta melalui budaya semakin meningkatkan persaudaraan dan kekeluargaan," tegasnya.
Pihaknya juga berharap melalui Festival Budaya semakin mendukung kemandirian UMKM.

"Pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi masyarakat lokal harus seimbang, dan semua saling berkolaborasi untuk bersama merajut persatuan dan pembagunan ekonomi masyarakat menuju sejahtera," pungkasnya. (zee)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved