Berita NTT
Romanus Woga: Koperasi Kredit Jati Diri John Sason Helan
Romanus Woga dalam pemaparannya mengatakan, koperasi teristimewa Koperasi Kredit adalah jati diri dari sosok John Sason Helan.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Bedah Buku biografi Yohanes Sason Helan digelar di Hotel Kristal Kupang, Sabtu 5 Agustus 2023.
Buku berjudul "Bangun Kesejahteraan Masyarakat NTT untuk Indonesia" ini ditulis oleh Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil., M.Th dengan tebal 368 halaman.
Narasumber dalam kegiatan Bedah Buku ini adalah General Manager KSP Kopdit Swastisari, Yohanes Sason Helan, pengamat ekonomi sekaligus akademisi Fritz Fanggidae dan tokoh koperasi nasional sekaligus penggerak dan perintis Credit Union, Romanus Woga.
Romanus Woga dalam pemaparannya mengatakan, koperasi teristimewa Koperasi Kredit adalah jati diri dari sosok John Sason Helan.
Baca juga: KSP Kopdit Swastisari NTT Tumbuh Jadi Koperasi Primer Nasional Terbaik
"Selama kurang lebih tiga puluh tahun berkarya dan berdedikasi di lembaga keuangan Kopdit pak John memberi diri seutuhnya untuk NTT dan Indonesia," kata Wakil Bupati Sikka ini.
"Alkitab menulis, apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia," tambahnya.
Menurut dia, selama 30 tahun berkarya Yohanes Sason Helan benar - benar menjalankan dan menerapkan enam nilai inti credit union, juga benar-benar menjaga terhadap tujuh dosa yang membuat kopdit mati.
Dosa yang pertama adalah ketergantungan pada pihak luar, kedua, laporan keuangan yang membingungkan, ketiga, produk dan pelayanan tidak bersaing, keempat, citra publik jelek, kelima, pelaksanaan investasi keuangan tidak disiplin, keenam, analisis pinjaman ala potong kue dan ketujuh, filosofi sosial diatas citra bisnis.
Baca juga: Terima Klaim Daperma, Anggota Apresiasi Kopdit Swastisari
"Apakah pernah Swastisari banyak uang lalu pak John punya rasa sosial tinggi sehingga suka membagi - bagi dana kepada masyarakat atau lembaga lain, saya kira tidak," tandasnya.
Yohanes Sason Helan sendiri dalam kesempatan tersebut menyatakan ketidaktertarikan terhadap program pemerintah seperti PKH dan BLT karena menurut dia, hal itu ibaratnya seperti orang yang mau ikan dan dikasih ikan, bukan mata kail.
"Tambah pemalas bahkan dia terima PKH, BLT main judi, fakta yang terjadi di masyarakat. Dengan pola seperti ini bagaimana mempertahankan ketahanan? Yang kita butuh adalah ekonomi kreatif bukan investor, menurut saya tidak. Investor akan sedot bawa kembali karena investor pasti mencari keuntungan. Dia datang bawa 10 miliar di NTT suatu saat dia akan bawa kembali," kata Sason Helan.
Baca juga: Ulang Tahun ke-35 KSP Kopdit Swastisari Punya Aset Rp1.4 Triliun
"Tetapi kita selalu berpikir bagaimana investasi dan yang 1 triliunan lebih ini investasi dari orang - orang kecil. Uang itu tidak bawa keluar dari NTT, tetapi bagaimana uang itu untuk pemberdayaan ekonomi di wilayah ini.
Jadi menurut saya kita jangan bangga - banggalah dengan investor. Dengan adanya investasi pribadi yang kita tanam miliknya sekarang sudah hampir 200 ribu anggota kita. Investasi untuk masyarakat supaya barang ini jangan keluar dari NTT. Ini yang sudah kita jalankan kurang lebih 30 tahun ini. Saya selalu merefleksi bagaimana perjalanan lembaga ini," lanjutnya.
Sang penulis, Kanisius Teobaldus Deki mengungkapkan, buku ini lahir dari kesadaran bahwa ketika berbagai macam stigma muncul untuk NTT, stigma ini seperti pedang bermata dua. Di satu pihak memunculkan rasa malu tapi juga di lain pihak memunculkan semangat juang yang lebih tinggi.
"Karena itu ada semacam riset tentang pemetaan komponen - komponen mana saja yang bisa memiliki daya ungkit sehingga pertumbuhan ekonomi yang nanti berkiblat pada penciptaan kesejahteraan itu dapat diambil dan salah satu elemen kunci di NTT adalah koperasi dan koperasi kredit sejak tahun 1969 yang dibangun oleh bapak Romy pertama di Indonesia di Sikka lalu menjalar ke berbagai wilayah termasuk di Timor itu menciptakan jejak - jejak sejarah bahwa dia berkontribusi besar terhadap peningkatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Kanisius.
Baca juga: Ulang Tahun ke-35 KSP Kopdit Swastisari Punya Aset Rp1.4 Triliun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kegiatan-Bedah-Buku-Biografi-Yohanes-Sason-Helan-Bangun-Kesejahteraan-Masyarakat-NTT.jpg)