Berita Timor Leste

Menlu RI & Timor Leste Tegaskan, Pembangunan Zona Ekonomi di Perbatasan NTT- Oecusse Jadi Prioritas

Menlu Timor Leste sampaikan apresiasi terhadap semua dukungan Indonesia selama ini kepada Timor Leste, termasuk di ASEAN.

Penulis: Maria Enotoda | Editor: maria anitoda
Kemlu.go.id
Pertemuan Bilateral Menlu RI dan Timor Leste- Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Timor Leste Bendito Dos Santos Freitas di sela-sela pertemuan Post-Ministerial Conference (PMC) ASEAN di Jakarta (13/7). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA- Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Timor Leste Bendito Dos Santos Freitas di sela-sela pertemuan Post-Ministerial Conference (PMC) ASEAN di Jakarta (13/7).

Kedua Menlu membahas peningkatan kerja sama ekonomi dan isu perbatasan.

Mengutip Kemlu.go.id, kedua Menlu menegaskan bahwa pembangunan zona ekonomi di perbatasan Nusa Tenggara Timur dan kawasan Oecusse Ambeno menjadi prioritas pemerintah kedua negara. 

Terkait perbatasan, kedua Menlu sepakat untuk menuntaskan penyelesaian perbatasan darat di dua segmen yang telah lama tertunda.

Baca juga: Operator Australia Carnarvon Energy Menyerah pada Timor Leste

Pembahasan batas laut akan dilakukan setelah batas darat dituntaskan.

Menlu Timor Leste sampaikan apresiasi terhadap semua dukungan Indonesia selama ini kepada Timor Leste, termasuk di ASEAN.

Sudah menjadi komitmen Menlu Bendito untuk terus bekerjasama dengan Indonesia dalam memajukan hubungan kedua negara.

Sebelumnya, Indonesia dan Timor Leste secara intensif melakukan pembahasan pengembangan kawasan ekonomi di wilayah perbatasan kedua negara.

Baca juga: Opini - Apa Peran Australia dalam Mendukung Timor Leste?

Daerah yang dimaksud yakni Nusa Tenggara Timur ( NTT ) dan Oecusse.

Agar, wilayah perbatasan antara kedua negara dapat menjelma sebagai kawasan ekonomi. 

Komitmen dalam mendorong hal tersebut ditandai dengan pembentukan bilateral investmen treaty.

“Kita sepakat untuk mendorong dimulainya perundingan pembentukan Bilateral Investment Treaty,” kata Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) ketika memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (13/2/2023) usai bertemu Presiden Timor Leste.

Baca juga: Pemilih WNI di Timor Leste Capai 5.833 Orang

Terkait pengelolaan kawasan perbatasan, Presiden mengungkapkan bahwa kedua negara sepakat untuk segera menyelesaikan dua segmen perbatasan darat yang tersisa pada tahun ini, yaitu segmen Noel Besi-Citrana dan segmen Bijael Sunan-Oben.

“Penyelesaian perundingan batas darat ini penting untuk dapat memulai perundingan maritim serta mendorong pembangunan PLBN di Oepoli,” tutur Presiden.

Selain itu, Kepala Negara juga menyambut baik komitmen Indonesia dan Timor Leste untuk meningkatkan konektivitas darat, antara lain melalui peluncuran perdana trayek bus rute Kupang-Dili.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved