Selasa, 5 Mei 2026

Opini

Opini dr Adrianus Andri, Stunting: Apa, Penyebab, Cara Mengenali dan Upaya Pencegahannya?

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO-ADRIANUS ADRI
dr Adrianus Andri menulis opini mengenai Stunting: Apa, Penyebab, Cara Mengenali dan Upaya Pencegahannya? 

Dengan mengetahui bahwa seorang anak dikategorikan stunting, maka orang tua perlu mewaspadai kondisi status gizi lain pada anaknya dengan mengukur berat badan dan dan indeks massa tubuh (IMT).

Dari situ, dapat diperoleh apakah seorang anak memang mengalami gizi buruk atau tidak.

Lalu bagaimana langkah konkret mencegah kondisi stunting pada anak?

Dalam rangka mencegah kondisi stunting pada anak, perlu dilakukan perbaikan gizi perseorangan dan gizi masyarakat dalam upaya penerapan gizi seimbang.

Setiap keluarga harus mampu mengenal, mencegah, dan mengatasi masalah gizi setiapanggota keluarganya. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengenal, mencegah, dan mengatasimasalahstunting yaitu dengan cara:

- Mengukur tinggi badan secara teratur

- Memberikan ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai umur 6 bulan (ASI Eksklusif)

- Menu makanan yang bervariasi

- Menggunakan garam beryodium

- Pemberian suplemen gizi sesuai anjuran petugas kesehatan

Suplemen gizi yang diberikan menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 tahun 2016 tentang Standar ProdukSuplementasi Gizi, meliputi kapsul vitamin A, tablet tambah darah (TTD), makanan tambahan untukibu hamil, anak balita, dan anak usia sekolah, makanan pendamping ASI, dan bubuk multi vitamin danmineral.

Mengapa penting mencegah stunting?

Kondisi stunting dapat menjadi salah satu penanda kecurigaan anak mengalami gizi kurang (atau bahkan gizi buruk).

Hal ini menjadi penting sebab kondisi stunting pada anak berkaitan dengan beban kesehatan jangka panjang pada anak, seperti keterlambatan perkembangan, penurunan imunitas, dan kerentanan terhadap resiko infeksi berulang di kemudian hari.

Segeralah mengukur tinggi badan setiap anak di rumah, dan apabila dicurigai mengalami stunting, maka bawalah anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk memperoleh informasi dan tatalaksana yang lebih lengkap. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved