Sindikat Penjual Organ Tubuh

Cerita Penyelundup Organ Tubuh yang Menjual Ginjalnya kepada Pembeli Singapura, Saya Sangat Menyesal

Calon penjaja biasanya menghubungi sindikat di grup donor ginjal Facebook pribadi dan memberikan detail pribadi mereka seperti usia, jenis kelamin

Editor: Agustinus Sape
asiaone.com
Polisi menggiring seorang tersangka penyelundup organ tubuh. Tersangka ini mengaku menghubungi administrator grup Facebook melalui Messenger pada 2018, mengungkapkan niatnya untuk menjual ginjalnya. FOTO: Screengrab/YouTube 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Cerita tentang penyelundupan organ tubuh manusia ternyata bukan cerita fiktif. Cerita seorang tersangka menunjukkan bahwa hal itu benar-benar terjadi dan melibatkan orang Indonesia juga.

Menghadapi utang yang menumpuk, Hanim yang berusia 41 tahun telah menjual ginjalnya ke jaringan perdagangan organ pada 2019. Ia kemudian bergabung dengan sindikat tersebut sebagai koordinator dan membantu orang Indonesia yang kekurangan uang untuk melakukan hal yang sama.

Calon penjaja biasanya menghubungi sindikat di grup donor ginjal Facebook pribadi dan memberikan detail pribadi mereka seperti usia, jenis kelamin, dan golongan darah.

Mereka kemudian akan berkumpul di rumah kontrakan di Bekasi, di luar Jakarta, dan terbang ke ibu kota Kamboja Phnom Penh dari ibu kota Indonesia atau Bali untuk pemeriksaan kesehatan di rumah sakit militer di sana.

Setelah lulus tes kesehatan, mereka akan dijodohkan dengan pembeli yang berasal dari berbagai negara, termasuk Singapura, Malaysia, dan China, menurut Hanim dan kepolisian Indonesia.

Penerima membayar 200 juta rupiah (S$17.700) untuk sebuah ginjal.

"Ginjal saya dijual ke pasien dari Singapura," kata Hanim kepada media televisi lokal dari Polda Metro Jaya dalam sebuah video yang diposting di YouTube pada hari Minggu 23 Juli 2023.

"Penjual akan menemui pembeli, menandatangani perjanjian donor dan menetapkan tanggal operasi. Tidak ada yang diizinkan mengunjungi mereka. Penjual akan dibayar setelah transplantasi selesai dan tinggal di rumah sakit selama sekitar 10 hari untuk pulih," tambahnya.

Baca juga: NTT Darurat Perdagangan Orang, Satgas TPPO Jangan Hangat Hangat Tahi Ayam

Sebelumnya pada bulan Juli, dan 122 donor kemudian, polisi Indonesia menangkap sindikat tersebut. Dua belas orang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka, termasuk sembilan orang, seperti Hanim, telah menukar ginjal mereka dengan uang tunai.

Sindikat itu melibatkan seorang polisi dan seorang petugas imigrasi juga.

Petugas imigrasi yang diidentifikasi polisi berinisial A.H itu dibayar tiga juta hingga Rp3,5 juta rupiah untuk setiap donatur yang dibantunya mengurus imigrasi di bandara Bali.

Tetapi bahkan petugas ini tidak mengetahui bahwa donor terlibat dalam perdagangan organ, karena mereka telah berbohong kepadanya bahwa mereka akan bekerja untuk operator judi online di Kamboja.

Semua tersangka menghadapi hukuman 15 tahun penjara dan denda hingga 600 juta rupiah karena melanggar hukum perdagangan manusia Indonesia.

Menurut polisi Indonesia, penjual menerima 165 juta rupiah dan para pedagang mengantongi 35 juta rupiah untuk menutupi biaya seperti tiket pesawat dan biaya pengurusan paspor.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, mengatakan kepada wartawan bahwa penjualnya termasuk seorang guru, satpam, dan bahkan seorang mahasiswa magister.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved