Sindikat Penjual Organ Tubuh
Cerita Penyelundup Organ Tubuh yang Menjual Ginjalnya kepada Pembeli Singapura, Saya Sangat Menyesal
Calon penjaja biasanya menghubungi sindikat di grup donor ginjal Facebook pribadi dan memberikan detail pribadi mereka seperti usia, jenis kelamin
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Cerita tentang penyelundupan organ tubuh manusia ternyata bukan cerita fiktif. Cerita seorang tersangka menunjukkan bahwa hal itu benar-benar terjadi dan melibatkan orang Indonesia juga.
Menghadapi utang yang menumpuk, Hanim yang berusia 41 tahun telah menjual ginjalnya ke jaringan perdagangan organ pada 2019. Ia kemudian bergabung dengan sindikat tersebut sebagai koordinator dan membantu orang Indonesia yang kekurangan uang untuk melakukan hal yang sama.
Calon penjaja biasanya menghubungi sindikat di grup donor ginjal Facebook pribadi dan memberikan detail pribadi mereka seperti usia, jenis kelamin, dan golongan darah.
Mereka kemudian akan berkumpul di rumah kontrakan di Bekasi, di luar Jakarta, dan terbang ke ibu kota Kamboja Phnom Penh dari ibu kota Indonesia atau Bali untuk pemeriksaan kesehatan di rumah sakit militer di sana.
Setelah lulus tes kesehatan, mereka akan dijodohkan dengan pembeli yang berasal dari berbagai negara, termasuk Singapura, Malaysia, dan China, menurut Hanim dan kepolisian Indonesia.
Penerima membayar 200 juta rupiah (S$17.700) untuk sebuah ginjal.
"Ginjal saya dijual ke pasien dari Singapura," kata Hanim kepada media televisi lokal dari Polda Metro Jaya dalam sebuah video yang diposting di YouTube pada hari Minggu 23 Juli 2023.
"Penjual akan menemui pembeli, menandatangani perjanjian donor dan menetapkan tanggal operasi. Tidak ada yang diizinkan mengunjungi mereka. Penjual akan dibayar setelah transplantasi selesai dan tinggal di rumah sakit selama sekitar 10 hari untuk pulih," tambahnya.
Baca juga: NTT Darurat Perdagangan Orang, Satgas TPPO Jangan Hangat Hangat Tahi Ayam
Sebelumnya pada bulan Juli, dan 122 donor kemudian, polisi Indonesia menangkap sindikat tersebut. Dua belas orang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka, termasuk sembilan orang, seperti Hanim, telah menukar ginjal mereka dengan uang tunai.
Sindikat itu melibatkan seorang polisi dan seorang petugas imigrasi juga.
Petugas imigrasi yang diidentifikasi polisi berinisial A.H itu dibayar tiga juta hingga Rp3,5 juta rupiah untuk setiap donatur yang dibantunya mengurus imigrasi di bandara Bali.
Tetapi bahkan petugas ini tidak mengetahui bahwa donor terlibat dalam perdagangan organ, karena mereka telah berbohong kepadanya bahwa mereka akan bekerja untuk operator judi online di Kamboja.
Semua tersangka menghadapi hukuman 15 tahun penjara dan denda hingga 600 juta rupiah karena melanggar hukum perdagangan manusia Indonesia.
Menurut polisi Indonesia, penjual menerima 165 juta rupiah dan para pedagang mengantongi 35 juta rupiah untuk menutupi biaya seperti tiket pesawat dan biaya pengurusan paspor.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, mengatakan kepada wartawan bahwa penjualnya termasuk seorang guru, satpam, dan bahkan seorang mahasiswa magister.
penyelundupan organ tubuh
jual ginjal
TPPO
Indonesia
Kamboja
Singapura
Pos Kupang Hari Ini
POS-KUPANG.COM
Tiga ASN Pemkot Makassar Tewas Akibat Gedung DPRD Dibakar Massa, Korban Melompat dari Lantai 4 |
![]() |
---|
11 Kota Bergejolak, Massa Bentrok dengan Polisi, Gedung dan Mobil Dibakar |
![]() |
---|
Promo Indomaret 30-31 Agustus Paling Murah Beli 2Hemat :Aqua Rp5.900, Fiesta Rp11.900 |
![]() |
---|
Makassar Mencekam, Gedung DPRD dan Mobil Dibakar Massa, Wali Kota Dievakuasi |
![]() |
---|
7 Zodiak Beruntung Hari Ini 30 Agustus Virgo Tutup Kerugian, Scorpio Penuh Harapan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.