Berita NTT
Beras dan Rokok Sumbang Naiknya Garis Kemiskinan di NTT
Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap GK (8,79 persen di perkotaan dan 6,82 persen di perdesaan).
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Komoditas beras dan rokok menjadi penyumbang garis kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira B. Kale menjelaskan Garis Kemiskinan (GK) merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan bukan makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin.
"Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan,"ungkap Mira.
Baca juga: Kepala BPS NTT Sebut Publisitas Penting untuk Buka Kesadaran Masyarakat di Sektor Pertanian
Dari data BPS NTT yang dihimpun POS-KUPANG.COM pada Kamis, 20 Juli 2023, Garis Kemiskinan pada Maret 2023 sebesar Rp507.203 per kapita per bulan.
Dibandingkan Maret 2022, Garis Kemiskinan naik sebesar 10,06 persen.
Pada Maret 2023, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama. Beras masih memberi sumbangan terbesar, yaitu sebesar 28,52 persen di perkotaan dan 35,82 persen di perdesaan.
Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap GK (8,79 persen di perkotaan dan 6,82
persen di perdesaan).
Baca juga: BPS Rekrut 293 Petugas Lapangan untuk Sensus Pertanian 2023 di Manggarai Barat
Komoditas lainnya adalah tongkol/tuna/cakalang (2,12 persen di perkotaan dan 1,94 persen di perdesaan), roti (2,38 persen di perkotaan dan 1,87 persen di perdesaan), gula pasir (1,83 persen di perkotaan dan 2,71 persen di perdesaan), kopi bubuk dan kopi instan sachet (1,68 persen di perkotaan dan 2,86 persen di perdesaan), dan seterusnya.
Mira melanjutkan, dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan.
Besarnya sumbangan GKM terhadap GK pada Maret 2023 di perkotaan sebesar 71,13 persen dan di perdesaan sebesar 79,48 persen. (dhe)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.