Berita NTT

Melahirkan Secara Normal atau Melalui Operasi Sesar Tergantung Mental Pasien

dr. Isaias mengatakan, mental seorang ibu yang akan melahirkan juga perlu dipersiapkan termasuk memilih bagaimana metode melahirkan.

Penulis: Siti Soleha Oang | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
PODCAST - Dokter Spesialis kandungan dr. Isaias Budi Cahaya,SpOG dari RS Siloam Kupang ketika menjadi narasumber di Pos Kupang Podcast, Jumat 14 Juli 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Siti Soleha Oang

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dokter spesialis kandungan di RS Siloam Kupang, dr. Isaias Budi Cahaya, SpOG menyebut proses melahirkan normal maupun melalui operasi sesar merupakan pilihan.

Dalam Pos Kupang Podcast, Jumat 14 Juli 2023, dr. Isaias mengatakan, mental seorang ibu yang akan melahirkan juga perlu dipersiapkan termasuk memilih bagaimana metode melahirkan.

“Sebenarnya kapan keputusan persalinan normal maupun opreasi sesar ada yang dari jauh hari kita bisa tahu, kemungkinan persalinan normal atau sesar. Contohnya tingginya kurang dari 145 disinyalkan kalau tingginya kurang dari 145 itu cenderung panggulnya sempit otomatis tidak usah dari dekat-dekat mau melahirkan kita pun sudah siapkan dari awal dengan tingginya 140,135. Dengan resiko persalinannya akan macet karena panggulnya sempit makan kita akan rencanakan untuk operasi sesar, tergantung indikasi sesar itu sendiri. Ada yang misalnya ari-ari menutupi jalan lahir baik menutupi secara full atau hanya dekat dengan jalan lahir kita bisa diagnosa di 28 minggu,” jelas dr. Isaias.

Baca juga: Nonton Bareng Film 3D, RS Siloam Kupang Beri Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Otak

Lanjutnya, untuk para ibu hamil harus rutin melakukan kontrol usg sehingga dapat mengetahui lebih awal akan melahirkan normal maupun melalui operasi sesar.

“Sebenarnya yang namanya pemeriksaan itu hanya tidak berupa usg saja, pemeriksa tinggi badan juga penting seperti yg tadi saya bilang kurang dari 145 cm resiko panggulnya sempit maka pemeriksaan standar nya itu harus sudah kita kerjakan dari awal,” tambahnya.

Menurutnya, adapun resiko-resiko yang nantinya dialami dan mungkin bisa dihadapi oleh orang yang melahirkan normal maupun sesar.

Baca juga: Rumah Sakit Siloam Kupang Sosialisasi Cara Cuci Tangan di SD GMIT Airnona 1 Kupang

“Baik lahir pervaginam maupun perabdominan itu adalah hak pasien. Untuk melakukan persalinan normal pun butuh mental yang kuat salah satunya cukup lama sampai berjam-jam, sementara kalau sesar otomatis mental yang disiapkan adalah rencana untuk operasi karena resiko sesar lebih besar dari normal contohnya adalah pendarahan,” terangnya.

Ditambahkannya, pemulihan sendiri lebih lama melahirkan secara sesar dibandingkan pemulihan melahirkan secara normal.

“Tergantung dari obat bius itu sendiri ketika obat bius dosisnya sudah mulai turun baru mulai bergerak pasti nyeri tapi ketika dia bergerak dengan obat biusnya yang dosisnya cukup tinggi dia akan langsung beraktivitas seperti biasanya,” pungkasnya. (Cr18)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved