KKB Papua

Kapolda Papua Minta Saran Keluarga Egianus Kogoya Terkait Pembebasan Pilot Susi Air

Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri meminta masukan dari keluarga Egianus Kogoya terkait pembebasan pilot Susi Air yang sampai sekarang masih disandera.

|
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
MINTA SARAN - Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri meminta masukan dan saran dari keluarga Egianus Kogoya untuk membebaskan pilot Susi Air yang disandera selama ini. Pihaknya berharap agar Egianus membebaskan pilot itu seperti yang diharapkan bersama. 

POS-KUPANG.COM - Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri meminta masukan dan saran dari keluarga Egianus Kogoya, terkait pembebasan pilot Susi Air yang sampai sekarang masih disandera oleh KKB Papua.

Saran keluarga itu sangat dibutuhkan, untuk membantu mempercepat upaya pembebasan pilot Susi Air, Philips Mark Merthens dari tangan KKB Papua. Kapolda menyampaikan hal itu sebagaimana dilansir Pos-Kupang.com dari video Kompas.tv, Kamis 13 Juli 2023. 

Bahwa sampai saat ini, pilot berkewarganegaraan Selandia Baru itu masih ditawan KKB Papua. Bahkan pilot itu dikabarkan masih disandera KKB Papua di wilayah Kabupaten Nduga.

Hanya saja belum diketahui dimana pilot itu berada. Bahkan keberadannya pun hingga kini masih sulit dideteksi oleh aparat keamanan, pemerintah maupun masyarakat setempat.

Sementara kabar lainnya menyebutkan bahwa sejak menyandera pilot asal Australia itu, Egianus Kogoya tidak pernah memberikan ruang kepada pemerintah atau pihak mana pun untuk bernegosiasi.

Sedangkan terkait negosiasi tersebut, Polri dan TNI telah mempercayakan Penjabat Bupati Nduga, Edison Gwijangge sebagai negosiator.

Akan tetapi, sampai saat ini, belum ada kabar terbaru dari Edison Gwijangge mengenai negosiasi yang dilakukan dengan Egianus Kogoya terkait pembebasan pilot tersebut.

Terkait upaya tersebut, pemerintah daerah tersebut dikabarkan telah menyiapkan uang Rp 5 miliar yang akan diberikan kepada Egianus Kogoya bila membebaskan pilot Susi Air.

Uang tersebut bukan permintaan Egianus Kogoya dan komplotannya, melainkan diminta untuk disiapkan bila nantinya KKB Papua melepas Philips Mark Merthens yang telah disandera selama ini.

Mengenai penyediaan uang Rp 5 miliar itu, Kapolda Mathius D Fakhiri juga menyebutkan, bahwa pihaknya yang meminta agar mungkin perlu disiapkan uang Rp 5 miliar apabila Egianus Kogoya telah melepas Kapten Philips.

Namun hingga saat ini, uang itu belum juga diserahkan, karena Egianus Kogoya masih menutup pintu untuk negosiasi pembebasan pilot tersebut.

Menghadapi fakta itulah, Kapolda Papua juga meminta masukan dari keluarga Egianus Kogoya untuk selanjutnya disampaikan kepada Egianus Kogoya,, sehingga upaya pembebasan pilot tersebut tidak berlarut-larut.  Kapolda juga berharap agar Egianus Kogoya lebih cepat menyerahkan tawanan itu kepada pemerintah.

Perihal pembebasan pilot Susi Air itu, Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (purn) Andika Perkasa enggan memberikan komentar mengenai uang Rp 5 miliar yang disiapkan KKB Papua.

Andika Perkasa mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan penyelesaian kasus tersebut kepada Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Andika juga mengaku tidak mengetahui gambaran utuh mengenai situasi penyanderaan saat ini. “Biarlah Panglima TNI dan Kapolri yang bicarakan ini. Karena saya tidak tahu gambar utuhnya tentang masalah ini,” ujar Andika.

Baca juga: TNI AU Punya Kospagat dan GFAC, Pendekatan Alternatif Menumpas KKB Papua

Ia berpendapat pasti ada banyak pertimbangan untuk melakukan membebaskan pilot Susi Air.

“Kan pasti banyak pertimbangan-pertimbangan atau variabel yang harus dipertimbangkan dan menurut saya sebaiknya kita tanyakan langsung kepada beliau-beliau yang sedang menjabat,”ujar Andika. (kro/*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved