Berita Kota Kupang
UMKM Rasisa Garden di Kupang Ingin Bantu Ekonomi Masyarakat
Kegemarannya menanam bunga membuat dosen muda itu menekuni usaha itu. Puluhan jenis bunga ia koleksi memanfaatkan pekarangan rumah
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Usaha Kecil Mikro dan Menengah ( UMKM ) Rasisa Garden di Kota Kupang ingin membantu perekonomian masyarakat.
Usaha yang bergerak di sektor tanaman hias itu mulai dirintis sejak tahun 2020 oleh Hasanah Purnamasari, M.Ag. Hasanah awalnya tergerak ke bisnis tanaman hias itu ketika pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Kegemarannya menanam Bunga membuat dosen muda itu menekuni usaha itu. Puluhan jenis bunga ia koleksi memanfaatkan pekarangan rumah. Tiap jenis tanaman, dibanderol dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta.
Baca juga: BKMT NTT Adakan Khitanan Massal di Kota Kupang, Warga Non Muslim Juga Ikut
"Selera menanam pada masyarakat mulai tumbuh untuk mengisi kekosongan waktu selama pandemi. Hal ini menjadi peluang bagi kami untuk memulai usaha. Beragam jenis tanaman hias mulai dari harga Rp 10.000 hingga diatas 1 juta pun tersedia," ujar Hasanah, Minggu 2 Juli 2023.
Harga itu, menurut Hasanah, dipatok berdasarkan kualitas tanaman dan tingkat kelangkaannya. Untuk memudahkan para pembeli yang tergolong baru menyukai bercocok tanam, maka pihaknya juga menjual pupuk organik, sekam bakar, pupuk bokashi, dan media tanam siap pakai.
Kendati begitu, ketika awal merintis, usaha ini, belum banyak pembeli yang datang berbelanja, hanya sebatas bertanya tentang jenis-jenis tanaman hias saja. Hasanah sempat terkendala karena perputaran modal yang lambat hingga beberapa jenis tanaman yang sering buru untuk beberapa instansi pemerintahan atau acara-acara besar.
Baca juga: Nekat Panjat Papan Reklame 17 Meter, Aksi Pria di Kota Kupang Dihujat Warga
"Tetapi hal tersebut bukan menjadi alasan untuk menyerah dalam menjalankan usaha ini. Setahun kemudian, keadaan perlahan membaik. Sudah banyak yang mengenal usaha kami dan lapak kecil didekat pasar," sambung dia.
Lewat marketing secara online, perlahan tapi pasti usaha itu terus berkembang dan dikenal banyak orang. Hasanah membuka layanan antar jemput bebas ongkos kirim dalam kota menjadi salah satu daya tarik pembeli.
"Salah satu dari banyaknya upaya kami untuk menjaga usaha ini adalah dengan cermat dan cerdas membaca pasar atau tren terhadap jenis tanaman," katanya.
Dia berpandangan, setiap bulan, masyarakat memiliki selera yang berbeda untuk mengoleksi jenis tanaman hias tertentu. Misalnya, jika saat ini masyarakat gemar mengoleksi bunga aglonema, maka sebagai penjual pihaknya harus menyediakan dan memperbanyak jenis bunga tersebut.
Baca juga: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang bersama PKBI NTT Gelar Konferda
"Selain modal usaha yang harus dikelola dengan baik, menjual secara online pun harus tetap dilakukan melihat kemajuan era digital saat ini," sebut dia.
Saat ini Rasisa Garden berusaha mempelajari cara pengiriman antar kabupaten dengan menggunakan ekspedisi yang aman dan cepat. Dengan begitu, masyarakat diluar Kota Kupang bisa membeli tanpa khawatir tanaman hias akan rusak atau mati.
"Usaha budidaya tanaman hias harus terus dikembangkan karena memiliki potensi ekonomi yang tinggi dan menjaga kelestarian tanaman hias itu sendiri. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha tanaman hias akan mampu menembus pasar nasional bahkan internasional," ujarnya.
Kini, Rasisa Garden sudah mempekerjakan satu karyawan sebagai pembuat pupuk. Usaha itu, menurut Hasanah juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menitipkan produk tanaman hiasannya ke usaha miliknya. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/UMKM-Tampak-sejumlah-produk-UMKM-Rasisa-Garden-di-Kota-Kupang-milik-Hasanah-Purnamasari-MAg.jpg)