Kuliner NTT

Kuliner NTT, Jagung Titi Goreng Mentega vs Kisah 7 Siswa Perkosa Siswi SMP di Kali Fatubenao Belu

Kuliner NTT, Jagung Titi Goreng Mentega vs Kisah 7 Siswa Perkosa Siswi SMP di Kali Fatubenao Belu

Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
zoom-inlihat foto Kuliner NTT, Jagung Titi Goreng Mentega vs Kisah 7 Siswa Perkosa Siswi SMP di Kali Fatubenao Belu
POS-KUPANG.COM/FERRY NDOEN
JAGUNG TITI MENTEGA FLORES TIMUR - Kuliner NTT, Jagung Titi Goreng Mentega vs Kisah 7 Siswa Perkosa Siswi SMP di Kali Fatubenao Belu

Orang itu, bahkan menyebutkan dalam kejadia dugaan perkosaaan, 7 siswa 'membandrol' seorang siswi yang masih duduk di bangku SMP di Kota Atambua hingga kelamin lecet.

Insting sebagai seorang wartawan terhentak, lalu  bertanya, kok bisa 7 vs 1, bagaimana hasilnya? Sekuat itu kah birahi anak muda masa itu? Medsos belum ada tapi BF sudah ada masa itu.

Ataukah pengaruh miras? adrenalib bergelora menyentak aneka pertanyaan dan asumsi  di otak penulis.

Ato kah karena suka sama suka seperti investigasi pasca kejadian yang dilakukan dan yang berkembang ?

Jawabannya bisa ya dan bisa juga tidak. Ada versi yang mengatakan kejadian itu karena kasus perkosaa

Namun ada yang katakan karna suka sama suka ato pingin sama pingin.

Yang unik dari kejadian ini, tujuh pelaku yang masih usia belia dibawah duduk dibangku  SMP dan SMA

Mereka masih sekolah ato duduk di bangku SMP dan juga bangku SMA.

Sementara siswi   yang dipreteli  tujuh siswa itu juga masih duduk di bangku SMP di Atambua.

Tempat kejadian perkara dugaan kasus perkosaan 7 siswa vs 1 siswi SMP di Kali Talau,  taon 1997 silam.

Namun akhir dari kelanjutan kasus ini, wartawan diancam dengan kematian jika masih memberitakan.

Pasalnya berita itu masuk HL Pos Kupang. Dan benar, wartawan terkena santet dengan kata kunci harus mati

Karena segitu parahnya ilmu hitam yang digunakan keluarga para terduga pelaku hingga jurnalis Ferry Ndoen yang memblow up berita itu sakit terkena santet hingga dipulang ke Kupang  dengan kondisi 'parah' karena dukun menggunakan buntianak dan sejumlah ilmu hitam dari wilayah Timur Matahari Naek di Belu - NTT.

Tapi karena Tuhan belum berkenan dan m masihmenaungi/memayungi sehingga manusia boleh merencanakan kematian tapi Tete Manis Berdaulat Atas Maut dan menghancurkan kuasa Maut.

Ternyata 7 siswa pelaku adalah anak oknum pejabat di Kabupaten Belu dan  anak oknum dari keluarga pejabat yang memberi pesan pakai ilmu hitam buntianak.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved