Minggu, 12 April 2026

Berita Timor Tengah Utara

Sekretaris Sebut PMI Timor Tengah Utara Alami Masalah Serius

Aksi donor darah yang diselenggarakan itu dilaksanakan berkat alokasi anggaran dari Pemda sebesar Rp. 150.000.000.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
DONOR DARAH - Pose aksi donor darah di Mako Polres TTU, Kamis, 8 Juni 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Sekretaris Palang Merah Indonesia atau PMI Timor Tengah Utara, Michael Henuk menyebut, PMI Kabupaten Timor Tengah Utara saat ini mengalami masalah serius.

Ia mengaku sangat kesal dengan hal ini.

Pasalnya, tidak adanya aktivitas donor darah sebagai akibat dari ketiadaan alokasi anggaran dari Pemda Timor Tengah Utara menyebabkan stok darah di PMI mengalami kendala serius.

Sementara, banyak kegiatan di rumah sakit seperti, persalinan, kecelakaan, operasi dan lain-lain yang sangat membutuhkan darah.

"Masalah serius sekali. Karena darah ini sangat dibutuhkan. Kalau tanpa darah, manusia mati," ucap Michael saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh Polres TTU menyambut HUT Bhayangkara ke-77.

Baca juga: Kader Posyandu, PKK Desa dan KPM di Kabupaten Timor Tengah Utara Ikut Kegiatan Emo Demo

Menurutnya, setiap tahun PMI menyelenggarakan sebanyak 12 kali aksi donor darah.

Aksi donor darah yang diselenggarakan itu dilaksanakan berkat alokasi anggaran dari Pemda sebesar Rp. 150.000.000.

Meskipun demikian tahun 2023 ini, PMI tidak menyelenggarakan kegiatan donor darah karena tidak ada hibah anggaran dari Pemda TTU untuk aksi donor darah tersebut. Pasalnya, PMI selalu mendapatkan hibah dari Pemda TTU.

"Tahun ini kita nol. Itu jadi persoalan kami," tukasnya.

Anggaran tersebut dihibahkan kepada PMI Timor Tengah Utara untuk beberapa agenda kegiatan tetap PMI. Salah satu agenda kegiatan adalah donor darah.

Ia mengakui, ada juga kegiatan pelatihan satgana, KSL yang diselenggarakan setiap tahun berkat dana hibah tersebut.

Mengingat tidak ada dana hibah pada tahun ini, PMI kesulitan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang diagendakan seperti biasa.

"Memang kita sudah sampaikan tapi katanya dana tidak ada," ujarnya.

Baginya, dengan tidak adanya dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, hal ini menjadi persoalan besar. Pasalnya rumah sakit sangat membutuhkan darah untuk pasien setiap hari.

Baca juga: GMNI Cabang Desak Pemkab Timor Tengah Utara Lanjutkan Pembangunan Puskesmas Mamsena

Selama setahun, ujar Michael, sekitar 1000 lebih bag darah yang dibutuhkan untuk pasien pada Rumah Sakit di Kabupaten Timor Tengah Utara

Ia berharap tahun depan Pemda TTU berinsiatif mengalokasikan anggaran bagi PMI agar semua agenda kegiatan bisa dilaksanakan dengan baik. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved