Idul Adha 2023
Kisah Nabi Ibrahim dan Putranya Ismail, Awal Mula Ibadah Kurban di hari Raya Idul Adha
Tahukah Kamu sejarah tentang Idul Adha? Idul Adha berawal Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Puteranya Ismail sebagai bentuk ketakwaan terhadap Tuhan
POS-KUPANG.COM - Kisah Nabi Ibrahim dan Putranya Ismail menjadi awal mulai Ibadah Kurban pada Hari Raya Idul Adha yang dirayakan Umat Islam pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah yang tahun ini jatuh pada 29 Juni 2023.
Lalu seperti apa kisahnya?
Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban berawal dari Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Sang Putra Nabi Ismail karena ketaatannya pada Tuhan Penciptanya.
Ibadah Kurban berawal dari Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang diiuji oleh Allah SWT.
Allah SWT meminta Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putra tercintanya, Nabi Ismail sebelum akhirnya diganti dengan seekor kibas atau domba.
Baca juga: Ini Makna Idul Adha Lengkap dengan Kisah Nabi Ibrahim dan Sejarah Hari Raya Kurban
Bersumber dari situs Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), pemotongan hewan kurban berawal dari perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim A.S untuk menyembelih putranya, Ismail.
Kisah dibalik sunnah berkurban saat hari raya Idul Adha
Nabi Ismail adalah putra Nabi Ibrahim setelah beliau lama tidak dikaruniai keturunan hingga masa tuanya.
Kemudian Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah agar diberi keturunan. Doa tersebut tercantum dalam QS Ash-Shafaat (37) ayat 100.
Perintah untuk mengorbankan Nabi Ismail A.S turun melalui wahyu. Wahyu tersebut turun kepada Nabi Ibrahim A.S melalui mimpi saat Nabi Ismail mencapai usia dewasa.
Dalam mimpi tersebut, Allah SWT memerintah Nabi Ibrahim untuk menyembelih sang putra.
Nabi Ibrahim kemudian menyampaikan isi dari mimpi tersebut kepada Ismail yaitu melaksanakan perintah Allah SWT untuk menyembelih sang putra.
Baca juga: Begini Pesan Moral dari Masjid Agung Nurul Falah Kefamenanu Saat Hari Raya Idul Adha
Nabi Ibrahim berkata : “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai Bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS Ash-Shafaat ayat 102).
Tanpa ragu Nabi Ismail meminta sang ayah untuk mematuhi dan mengerjakan perintah Allah. Selain itu, beliau berjanji kepada Nabi Ibrahim, bahwa akan menjadi seorang yang sabar dalam menjalani perintah tersebut.
Kemuliaan sifat Nabi Ismail A.S dipuji oleh Allah dalam Al-Quran surat Maryam ayat 54 yang berbunyi:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kisah-nabi-ibrahim-as.jpg)