Minggu, 17 Mei 2026

Idul Adha 2023

Ini Makna Idul Adha Lengkap dengan Kisah Nabi Ibrahim dan Sejarah Hari Raya Kurban

Dirayakan setiap tahun oleh Umat Islam, ternyata ini Makna Idul Adha Lengkap dengan Sejarah Hari Raya Kurban

Tayang:
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
Istimewa
Makna Idul Adha/ Ilustrasi Hewan kurban - Ini Makna Idul Adha lengkap dengan Kisah Nabi Ibrahim dan Sejarah Hari Raya Kurban 

POS-KUPANG.COM - Idul Adha 2023 tahun ini jatuh pada 29 Juni 2023. Dirayakan setiap tahun oleh Umat Islam, ternyata ini Makna Idul Adha serta Sejarah Hari raya Kurban. 

Makna penyembelihan hewan kurban pada pada hari raya Idul Adha adalah bentuk rasa syukur kepada Allah S.W.T atas nikmat yang telah diberikan.

Kata Adha berasal dari bahasa Arab yang berarti hewan sembelihan.

Itu sebabnya, pada Hari Raya Idul Adha Umat Islam menyembeli hewan kurban 

Baca juga: Begini Pesan Moral dari Masjid Agung Nurul Falah Kefamenanu Saat Hari Raya Idul Adha

Dalam kultur masyarakat Indonesia, hari raya ini juga memiliki nama lain seperti, lebaran qurban dan lebaran haji.

Alasan mengapa hari raya qurban disebut juga dengan idul haji atau hari raya haji adalah karena hari raya ini terjadi pada bulan Dzulhijjah, yaitu bulan dimana orang-orang dari seluruh dunia datang ke Makkah al-Mukarromah untuk mengikuti ibadah haji. 

Sejarah Hari Raya Kurban

Selain berkaitan dengan hewan sembelihan, kata Adha pada hari raya ini juga berkaitan dengan sejarahnya loh. Sejarah hari raya Idul Adha bisa ditelusuri hingga zaman Nabi Ibrahim a.s dan anaknya, Nabi Ismail a.s. 

Dikutip dari Republika.co.id sejarah penyembelihan hewan kurban ini berawal ketika Nabi Ibrahim a.s mendapatkan ilham saat tidur bahwasanya beliau harus menyembelih Nabi Ismail a.s pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari tarwiyah). Menurut tafsir Ibnu Katsir, Nabi Ismail a.s adalah anak pertama dari Nabi Ibrahim setelah beliau sempat menunggu selama puluhan tahun. Sempat meragu, akhirnya Nabi Ibrahim a.s yakin bahwa ilham dalam mimpi tersebut adalah benar dari Allah S.W.T pada tanggal 9 Dzulhijjah dan menceritakan mimpinya kepada putranya tersebut.

Kisah mengenai mimpi Nabi Ibrahim a.s dan dialog beliau dengan putranya tersebut tercantum dalam surat As-shaffat ayat 102 yang berbunyi:

Baca juga: Idul Adha Mengajarkan Soal Berkorban dan Berbagi, Simak Pesan Airlangga

Artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

Dengan persetujuan tersebut, maka tekad Nabi Ibrahim a.s telah bulat untuk mengorbankan putranya. Namun, atas kehendak Allah S.W.T, saat proses pengorbanan berlangsung, tubuh Nabi Ismail  a.s diselamatkan dan diganti dengan kambing gibas. Cerita mengenai penggantian ini tertuang dalam al quran surat as-shaffat ayat 104-107 yang berbunyi:

Artinya:

Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim! (104) Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu." Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (105). Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (106). Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar (107).

Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s adalah nenek moyang bangsa Arab. Oleh sebab itu, tradisi penyembelihan hewan kurban ini dipraktikan turun menurun hingga pada zaman Nabi Muhammad S.A.W meskipun hanya sekadar fisiknya saja (tanpa hakikat Idul Adha itu sendiri). 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved