KKB Papua

Pimpinan KKB Papua Diperiksa Intensif, Kini Masih Ditelusuri Motif Kopi Tua Heluka ke Jayapura

Kopi Tua Heluka masih diperiksa intensif. Pimpinan KKB Papua itu dicecar pelbagai hal terkait keterlibatannya dalam sejumlah kasus di daerah tersebut.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
MASIH DIDALAMI - Penyidik Polda Papua masih mendalami kasus kejahatan yang dilakukan Kopi Tua Heluka, salah satu pimpinan KKB Papua di Yahukimo. Masih didalami juga motifnya datang ke Jayapura pada Jumat 19 Mei 2023 lalu. 

POS-KUPANG.COM - Sejak diringkus di Jayapura Jumat 19 Mei 2023, hingga kini Kopi Tua Heluka masih diperiksa intensif. pimpinan kkb papua itu dicecar pelbagai hal terkait keterlibatannya dalam sejumlah kasus di daerah itu.

Hal ini diungkapkan Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri pasca ditangkapnya Kopi Tua Heluka yang diduga terlibat dalam sejumlah tindak anarkis di Kabupaten Yahhukimo.

Dikatakannya, PH alias Kopi Tua Heluka, ditangkap anggota TNI saat sedang berada di Kota Jayapura, Papua, pada Jumat 19 Mei 2023. Ketika itu, PH sedang berada di sebuah rumah makan di Jayapura.

Kopi Tua Heluka merupakan salah satu di antara pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

Menurut Fakhiri, pentolan KKB itu ditangkap oleh anggota TNI. Saat ditangkap, yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan sama sekali. Bahkan ia pasrah ketika digelandang ke Polda Papua untuk diproseshukumkan.

Saat ini, kata Kapolda, Kopi Tua Heluka ditahan di Polda Papua untuk menjalani pemeriksaan. Para penyidik pun terus mendalami tujuannya datang ke Kota Jayapura.

"Teman-teman dari reserse sedang mengembangkan kasusnya supaya bisa dengan jelas diketahui apa yang dilakukan selama berada di Jayapura," ujar Kapolda.

"Apakah PH memang berniat untuk (membeli) senmu (senjata dan amunisi) atau menyiapkan (aksi) dengan KNPB di sini. Makanya sekarang kasusnya sedang didalami," ungkap Fakhiri.

Terlibat Banyak Kasus

Pada bagian lain, Kapolda Mathius D Fakhiri juga menjelaskan, bahwa PH sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di Polres Yahukimo.

Ini terjadi karena ada beberapa catatan kejahatan yang diduga pernah dilakukan PH bersama komplotannya.

"Mereka kan bagian dari penyidikan dan penyelidikan di Yahukimo, sehingga hasil pendalaman itu yang kita lakukan pendalaman di sini. Ada kaitannya dengan beberapa kasus terakhir yang terjadi di Yahukimo. Ada tiga kali kasus penganiayaan, ini masih dikembangkan," jelasnya.

PH diduga melakukan pembunuhan terhadap anggota TNI pada 4 November 2022 dan penembakan terhadap anggota Polres Yahukimo yang mengakibatkan Brigadir Usdar meninggal dunia pada 29 November 2022.

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Beberkan Sumber Senjata KKB Papua: Saya Pernah Kapolda Jadi Saya Tahu

PH juga diduga terlibat dalam penembakan anggota Brimob Satgas Preventif pada 30 November 2022 serta penembakan Polres Yahukimo pada 30 Desember 2022.

Menurut Fakhiri, para penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua masih berusaha mengorek keterangan dari PH mengenai beberapa aksi kriminal yang terjadi di Yahukimo. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved