Jumat, 24 April 2026

Berita Sabu Raijua

Kementerian Agama Sabu Raijua Gelar Kegiatan Moderasi Beragama

Kegiatan ini melibatkan guru agama Katolik atau guru yang membantu mengajar Agama Katolik di SMA/SMK di Kabupaten Sabu Raijua yang berjumlah 19 orang.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/JEVON AGRIPA DUPE
MODERASI – Foto bersama peserta kegiatan Moderasi Beragama dan Peningkatan Kompetensi Layanan Digital Guru agama Katolik Tingkat Menengah, yang digelar di Aula SMK N 1 Sabu Barat, Rabu 17 Mei 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Jevon Agripa Dupe

POS-KUPANG.COM, SABU RAIJUA - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sabu Raijua menggelar kegiatan Moderasi Beragama dan Peningkatan Kompetensi Layanan Digital Guru agama Katolik Tingkat Menengah, yang digelar di Aula SMKN 1 Sabu Barat, Rabu 17 Mei 2023.

Kegiatan ini melibatkan guru agama Katolik atau guru yang membantu mengajar Agama Katolik di SMA/SMK di Kabupaten Sabu Raijua yang berjumlah 19 orang.

Dalam kegiatan tersebut tampil dua narasumber yaitu RD.Kanisius Ati Belek dengan Materi Kolerasi moderasi beragama dan Dokumen Frateli Tutti, serta Jevri YC Bolla, dengan Materi Urgensi Layanan Digital dalam Pendidikan Agama Katolik.

Baca juga: NTT Memilih, Partai Golkar Sabu Raijua Terget Rebut Kursi Ketua DPRD 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sabu Raijua, Alexsander,S.H.,M.Pd.K, saat diwawancarai menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membekali guru-guru dalam mengajar peserta didik agar meningkatkan toleransi beragama lewat kemajemukan beragama yang ada.

Menurutnya, jika peserta didik ditanamkan mengenai kemajemukan yang beragam maka akan menjadi bekal peserta didik ketika berbaur dengan lingkungan.

Ia juga menekankan bahwa tujuan dari moderasi beragama sendiri, yaitu menciptakan kerukunan, mencegah konflik dan meningkatkan toleransi beragama.

Baca juga: Cegah Kematian Ibu dan Bayi Pemda Sabu Raijua Inovasikan Bendera

” Tujuan untuk menciptakan Kerukunan, mencegah konflik dan meningkatkan toleransi,” ucap Alexsander.
Alexsander juga menegaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya penerapan moderasi beragama di seluruh lini.

“Kegiatan ini merupakan realisasi kegiatan strategis, dengan kegiatan penguatan moderasi beragama dan peningkatan kompetensi layanan digital untuk guru agama Katolik tingkat menengah di Kabupaten Sabu Raijua, Kegiatan ini juga merupakan upaya penerapan Moderasi Beragama di seluruh lini termasuk di dunia Pendidikan, serta sebagai upaya pemenuhan kebutuhan Guru untuk layanan digital,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Alexsander juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memanfaatkan pelayanan di bidang keagamaan lewat Aplikasi Pusaka Mobile sebagai wujud pemanfaatan teknologi.
Alexander juga berharap terjalin komunikasi yang baik antara seluruh Guru agama Katolik di Sabu Raijua untuk membantu merekap seluruh data Guru-guru beragama Katolik di Sabu Raijua.

Baca juga: Kantor Kementerian Agama Sabu Raijua Gelar Capacity Building Revitalisasi KUA

“Kita harapkan seluruh guru agama Katolik Segera mendaftar guru kita agar kita mempunyai data, dan kita Berharap bapak ibu membantuh mengisi kekosongan ruang untuk anak-anak kita” harapnya.

RD.Kanisius Ati Belek dalam penyampaian Materinya menyampaikan bahwa Kegiatan tersebut dilaksanakan juga sebagai upaya Pembekalan pencegahan Terorisme.”Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk membekali pencegahan terorisme bagi guru di sekolah dan untuk mengajar kita untuk menyiapkan bahan ajar karena Peran guru sangat penting dalam mengarahkan dan mendidik anak,” ucap RD.Kanisius.

Ifan Sefrianus Rangga,S.Pd salah satu peserta kegiatan tersebut berharap lewat kegiatan tersebut dapat meningkatkan toleransi beragama.

Baca juga: Masyarakat Desa Eimau Sabu Raijua Tutup Akses Truk Muat Pasir

“Saya berharap kegiatan kita dapat meningkatkan toleransi beragama agar Isu mengenai hal-hal yang selama ini berkembang menjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, karena itu kita harapkan terdapat kepastian hukum terutama untuk penggunaan media sosial, untuk itu lewat kegiatan ini dapat menguatkan kami untuk menyampaikan kepada anak-anak,” ucap Ifan

Maria Tade peserta lainnya berharap lewat kegiatan tersebut seluruh guru yang mengikuti dapat menekankan nilai saling menghargai.

”Saya berharap dengan Kegiatan ini kami sebagai guru dapat menyampaikan kepada peserta didik untuk lebih jelih dalam memilah berita dan juga kami dapat menekankan nilai saling menghargai, karena cenderung anak-anak merasa agamanya yang paling baik untuk itu kita perlu ajarkan bahwa semua agama yang ada itu baik,” ungkap Maria. (cr22)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved