KTT ASEAN Summit 2023
Hari Ke-2 KTT ASEAN Summit 2023, Presiden Jokowi Sampaikan Dua Isu Penting
Adapun kedua isu penting itu yakni review Implementasi Five Point Consesus dan juga Implementasi dari Asean Outlook On The Indo-pacific (AOIP)
Penulis: Robert Ropo | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Hari ke-2 KTT ASEAN Summit 2023 Indonesia, Jokowi menyampaikan dua isu penting yang akan dibahas.
Adapun kedua isu penting itu yakni review Implementasi Five Point Consesus dan juga Implementasi dari Asean Outlook On The Indo-pacific (AOIP) yang merupakan kesepakatan yang mencerminkan sentralitas ASEAN untuk menjawab tantangan perubahan, serta gejolak geopolitik dan geostrategi di kawasan Indo-Pasifik.
"Pagi ini kita akan membahas dua isu penting yaitu pertama reviuw Implementasi Five Point Consesus dan juga Implementasi dari Asean Outlook On The Indo-pacific (AOIP)," ujar Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam memimpin Rapat itu di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Kamis 11 Mei 2023.
Jokowi menyerukan, sebagai ketua Indonesia berupaya agar ada langkah maju dari implementasi Five Point Consesus dan melalui engesmens dengan berbagai pihak mendorong ciptanya blok yang inklusif, menyeruhkan perhentian kekerasan, dan memfasilitasi penyelesaian melalui joint nits assesment melalui AHA Center dan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Baca juga: KTT ASEAN Summit 2023, Presiden Jokowi: Tantangan Geopolitik Masih Berat
"Namun saya harus berterus terang bahwa implementasi five poin consesus belum ada kemajuan yang signifikan sehingga diperlukan kesatuan ASEAN untuk merumuskan kedepan," Ujar Jokowi.
Meski demikian, Jokowi menegaskan isu Myanmar tidak boleh menghambat percepatan pembangunan komunitas ASEAN karena pembangunan komunitas ini adalah yang ditunggu oleh masyarakat ASEAN.
"Tetapi yang ingin saya sampaikan, yang ingin saya pastikan adalah bahwa isu Myanmar tidak boleh menghambat percepatan pembangunan komunitas ASEAN karena pembangunan komunitas ini adalah yang ditunggu oleh masyarakat ASEAN,"tegasnya.
Terkait dengan implementasi AOIP, kata Jokowi, diperlukan kerjasama konkret dan inklusif untuk mengurangi ketegangan di Indo-Pasifik. (rob)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.