Senin, 13 April 2026

Berita NTT

Ikatan Penata Anestesi Indonesia Gelar Musda dan Seminar Nasional

Pada kesempatan itu, Ketua DPD IPAI NTT, Maria Margareta Ali, SKM mengharapkan,  IPAI NTT mampu  bersinergi dengan profesi kesehatan lainnya.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
SEMINAR NASIONAL - Pose bersama saat Musda dan Seminar Nasional serta pelantikan pengurus Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) NTT periode 2022 – 2027 di Hotel Swiss-Belcourt Kupang, Sabtu, 6 Mei 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) NTT menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dan Seminar Nasional.  Kegiatan ini dipadukan dengan pelantikan pengurus  IPAI NTT periode 2022 – 2027. 

Kegiatan Musda dan Seminar Nasional tersebut berlangsung di  Hotel Swiss-Belcourt Kupang, Sabtu, 6 Mei 2023.

Pada kesempatan itu, Ketua DPD IPAI NTT, Maria Margareta Ali, SKM mengharapkan,  IPAI NTT mampu  bersinergi dengan profesi kesehatan lainnya.

Dikatakan Maria Margaretan, sebagai ketua, dirinya berharap agar kedepannya, IPAI mampu bersinergi dengan profesi kesehatan lainnya.

Baca juga: Di Kabupaten Ende Sempat Tak Miliki Dokter Ahli Ini, Kini RSUD Ende Miliki Dua Dokter Anestesi

"Semoga, organisasi IPAI ini mampu  bersinergi dengan profesi kesehatan lainnya.  Harapannya, anggota saya bisa bekerja sesuai dengan regulasi yang ada, sehingga mereka bisa dilindungi secara hukum dalam tugas pelayanannya sebagai penata anestesinya," harapnya.

DIjelaskan, penyelenggaraan Musda tersebut berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Dimana, Musda itu merupakan bagian dari evaluasi kepengurusan sebelumnya, yang akan dibentuk pengurus yang baru.

"Untuk Musda ini khusus untuk profesi. Sementara kalau kegiatan Seminar Nasional itu menggandeng profesi lain untuk memberikan materi dalam rangka meningkatkan keilmuan terkait dengan profesi yang kita miliki," kata Maria Margareta.

Sehingga, lanjujnya, penataan anestesi harus terus berkembang dan terus mengupdate keilmuannya terkait dengan profesi yang dimiliki.

Baca juga: KTT ASEAN Summit 2023, Kemenkes Prioritaskan Protokol Kesehatan Covid-19 di Labuan Bajo

"Penataan anestesi sendiri harus berkembang dan tetap mengupdate keilmuannya. Dimana, seminar ini, narasumbernya adalah dokter spesialis dari anestesi sendiri yang memiliki tugas pelayanan anestesi," ujarnya.

Sementara itu, Dorce Tandung selaku Ketua Pusat IPAI mengatakan, sebagai Ketua Umum, dirinya memiliki tugas pokok dalam melakukan pembinaan.

"Pembinaan ini terdiri dari dua hal yakni aspek organisasi dan aspek anggotanya,  yaitu sumber daya manusia," kata Dorce.

Dorce menyebutkan, saat ini IPAI tersebar di 34 Provinsi yang ada di Indonesia dengan jumlah anggotanya 7.500 orang.

Baca juga: Kunjungan Menkes RI ke NTT, Janji Siapkan Alat Antropometrikit di 10 Ribu Posyandu

"Semua itu menjadi tanggung jawab saya sebagai ketua umum dalam memastikan bahwa kinerja mereka itu, baik sebagai organisasi maupun SDM (tenaga kesehatan) optimal," ungkapnya.

Dikatakan Dorce, program-program yang sudah dikerjakan oleh IPAI ialah pembinaan seperti yang sedang dilakukan yaitu musyawarah daerah dan seminar nasional.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved