Kantor MUI Ditembak
Istri Tak Pernah Tidur Bareng Mustopa, Keluarga Sebut Penembak Kantor MUI Mimpi Terima Wahyu
Keluarga dari Mustopa di Pesawaran Lampung pernah minta pelaku penembakan kantor MUI tersebut untuk tidak percaya mimpi menjadi nabi.
"Belum ada info keluarga akan mengambil (jenazah)," pungkasnya.
Polda Metro Jaya menggandeng ahli psikologi forensik hingga ahli sosiologi agama untuk mendalami latar belakang Mustopa NR (60), pelaku penembakan di Kantor MUI, Jakarta Pusat.
Baca juga: Kantor MUI Ditembak Pakai Airsoft Gun, Polisi Selidiki Keterlibatan Pelaku dengan Jaringan Terorisme
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan hal ini untuk mendalami apakah pelaku menganut aliran atau sekte menyimpang atau tidak.
"Bersama ahli sosiologi agama untuk mengetahui apakah ini merupakan aliran yang menyimpang kemudian apakah ini merupakan sekte dan lain sebagainya. Biar nanti ini yang menjawab sosiologi agama," kata Hengki.
Selain itu, Hengki mengatakan tim kedokteran forensik juga tengah mendalami penyebab pasti daripada kematian Mustopa. Autopsi diketahui dilakukan pada Selasa (2/5) sekitar pukul 21.00 WIB RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Nanti dari hasil autopsi akan terlihat namun hasil koordinasi kami dengan Polda Lampung di sana juga ada penyelidikan pendahuluan tentang ini istrinya juga diperiksa yang bersangkutan memiliki riwayat sakit jantung dan asma," jelasnya.
Rumah Digeledah
Satreskrim Polres Pesawaran melakukan penggeledahan di rumah Mustopa NR, pelaku penembakan di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 3 Mei dini hari.
Penggeledahan dilakukan untuk mencari tahu sejauh mana keterlibatan pelaku dalam peristiwa penembakan kantor MUI Pusat tersebut.
Baca juga: Kronologi Kantor MUI Ditembak, Terduga Pelaku Mengaku sebagai Nabi
Penggeledahan rumah Mustopa di Desa Sukajaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Lampung dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Pesawaran AKP Supriyanto Husin.
Dikatakannya, Polres Pesawaran mem-backup Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat untuk menggeledah rumah Mustopa.
Dalam penggeledahan tersebut, kata Supriyanto, polisi menyita beberapa dokumen. “Dalam hal ini ada beberapa dokumen yang dibawa untuk dilakukan penyelidikan,” ucap Supriyanto.
“Dan itu nanti akan disampaikan bagaimana hasilnya,” imbuhnya. Dikatakannya, polisi masih menyelidiki ksus penembakan tersebut. Menurut Supriyanto, dalam penggeledahan tersebut, belum ditemukan barang milik Mustopa yang dianggap mencurigakan.
Polisi justru menemukan obat asma di rumah pelaku. Terkait temuan itu, Supriyanto mengatakan pihak keluarga pernah memberikan obat kepada pelaku karena mengidap asma.
“Ya benar, tadi kita telah temukan obat. Menurut pengakuan dari pihak keluarga, bahwasanya pelaku ini mengidap penyakit asma,” ujar dia. (tribun network/fah/oky/wly)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.