Pilpres 2024

Pemilih Kritis di Indonesia Lebih Pilih Ganjar  Pranowo dan Prabowo daripada Anies Baswedan

Para pemilih kritis di Indonesia ternyata lebih memilih dua sosok ini sebagai figur yang pantas memimpin negara ini ketimbang sosok yang lain.

|
Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
PEMILIH KRITIS – Pemilih kritis di Indonesia ternyata tidak memilih Anies Baswedan sebagai presiden menggantikan Presiden Jokowi pada Pilpres 2024. Pemilih ini justeru lebih memilih dua nama, yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. 

Deni menambahkan bahwa Prabowo terlihat lebih bisa menyerap pemilih kritis yang sebelum empat nama itu memilih nama-nama lain.

"Ini bisa terjadi karena Prabowo sudah dikenal hampir oleh semua pemilih (95 persen), sementara Ganjar masih lebih rendah kedikenalannya di kalangan pemilih ini (86 persen)," katanya.

3. Indo Barometer

Indo Barometer merilis survei simulasi lima nama calon presiden yang dipilih jika pemilu dilakukan hari ini.

Hasilnya, nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo unggul menjadi capres dibandingkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pada simulasi lima nama calon presiden, nama Ganjar Pranowo mengungguli Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Puan Maharani dan Airlangga Hartarto.

Dimana Ganjar Pranowo memperoleh suara dari responden sebanyak 29,4 persen, disusul Prabowo Subianto 27,5 persen, Anies Baswedan 23,9 persen, Puan Maharani 1,4 persen, dan Airlangga Hartarto 0,3 persen.

"Dari pertanyaan tertutup terhadap lima nama calon presiden, Ganjar Pranowo dipilih 29, 4 persen selisih tipis dengan Prabowo Subianto kemudian Anies Baswedan," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari saat menyampaikan hasil surveinya di kawasan Jakarta Selatan, Selasa 21 Maret 2023.

Tak hanya dalam simulasi 5 nama, pada simulasi 3 nama capres nama Ganjar Pranowo kembali mengungguli Prabowo dan Anies Baswedan.

Perolehan suara untuk Ganjar Pranowo dari responden, kata Qodari, mencapai 30,3 persen.

Sementara untuk Prabowo Subianto 28,4 persen dan Anies Baswedan 25,3 persen.

Saat pilihan dikerucutkan menjadi hanya dua calon presiden, nama Prabowo Subianto justru unggul jika melawan Ganjar Pranowo dan jika melawan Anies Baswedan.

"Saat melawan Ganjar Pranowo, suara Prabowo ini mencapai 38,5 persen dan Ganjar 35,4 persen. Kita lihat Prabowo melawan Anies, di sini Prabowo unggul 40,3 persen dan Anies 30,7 persen," kata Qodari.

Sementara, di saat Ganjar Pranowo berhadapan dengan Anies Baswedan, nama Gubernur Jawa Tengah itu lebih unggul dibandingkan bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan itu.

Di mana, Ganjar memperoleh suara responden sebanyak 40,2 persen.

Sedangkan Anies Baswedan mendapat hanya 38,1 persen.

Sebagai informasi survei ini dilakukan pada 12 hingga 24 Februari 2024 dengan melibatkan 1.190 responden berusia 17 tahun atau lebih.

4. Lembaga Survei Indonesia (LSI)

Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) terbaru menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto mengungguli Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan dalam simulasi tiga nama pilihan Calon Presiden.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Djayadi Hanan mengatakan Prabowo Subianto meraih 30,3 persen, Ganjar Pranowo 26,9 persen, dan Anies Baswedan 25,3 persen.

Sementara itu, masih ada 17,5 persen yang mengatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rilis Temuan Survei Nasional LSI: "Kepercayaan Publik terhadap Lembaga Penegak Hukum, Isu Piala Dunia U-20, Aliran Dana Tak Wajar di Kemenkeu, Dugaan Korupsi BTS, dan Peta Politik Terkini" di kanal Youtube: Lembaga Survei Indonesia pada Minggu 9 April 2023.

"Kali ini untuk pertama kalinya sejak setahun terakhir saya kira Prabowo Subianto kembali menjadi nomor satu meskipun belum terlalu signifikan unggulnya (yakni) 3,4 persen," katanya.

Jika dilihat berdasarkan tren, kata dia, tampak penurunan elektabilitas yang signifikan dari Ganjar Pranowo selama dua bulan terakhir.

Baca juga: Ganjar Pranowo Terjun bebas, Prabowo Subianto Malah Berkibar di Tengah Wacana Koalisi Besar

Penurunan tersebut, kata dia, mencapai sekitar delapan persen.

"Kalau kita lihat trennya, maka lagi-lagi terlihat penurunan signifikan dari Ganjar Pranowo selama dua bulan terakhir turun sekitar delapan persen. Dari 35 persen ke 26,9 persen," katanya.

"Tapi yang menarik di situ penurunan delapan persen itu tampaknya belum diambil atau berpindah ke Prabowo atau Anies. Prabowo mengalami peningkatan sekitar 3,6 persen dari 26,7 persen. Sementara Anies cenderung stabil mengalami penguatan sedikit sebesar 1,3 persen," sambungnya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved