Sabtu, 11 April 2026

Berita Sumba Timur

Berantas dan Eliminasi, Kelompok Kerja Malaria Workshop se Pulau Sumba

Sumba Timur sendiri data penyakit malaria cukup tinggi dan ada kenaikan tren, itu perlu diakui dari tahun 2020 naik hingga tahun 2022.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/FERDY NAGA
WORKSHOP - Kegiatan Workshop kelompok kerja malaria se pulau Sumba di hotel Casakandara kabupaten Sumba Timur yang dihadiri Bupati Sumba Timur. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ferdinand Edo Putra Naga

POS-KUPANG.COM, SUMBA TIMUR - Workshop kelompok kerja malaria se pulau Sumba, dalam rangka percepatan eleminasi malaria.

Workshop yang  dihadiri oleh Bupati , Dinas  Kesehatan Provinsi, Kepala Unicef perwakilan NTT dan NTB serta Kepala Dinas  kesehatan Se  pulau Sumba.

Kegiatan yang bertujuan untuk memberantas  dan mengeliminasi malaria, berlangsung di hotel Casakandara, Jln.s. parman Waingapu, Prailiu, Kambera, kabupaten Sumba Timur,Jumat 28 April 2023.

Bupati Sumba Timur Khristofel Praing mengatakan, kegiatan ini merupakan kerja sama antara pemerintah daerah kabupaten Sumba Timur, Dinas kesehatan provinsi bersama UNICEF.

Baca juga: Alexon Lumba Apresiasi PT MSM, Terapkan Zona Integritas Taat PKB di Sumba Timur

"Dalam hal ini kita bahwa Sumba memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam presentasi tingkat penyakit malaria," ujarnya

Menurutnya untuk kabupaten Sumba Timur sendiri data penyakit malaria cukup tinggi dan ada kenaikan tren, itu perlu diakui dari tahun 2020 naik hingga tahun 2022.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah kabupaten Sumba Timur terus melakukan upaya-upaya, dengan melakukan kolaborasi dengan berbagai stakeholder termasuk UNICEF dengan kementerian pusat, dinas kesehatan provinsi, maupun dengan masyarakat yang terlibat.

 "Kalau di Sumba Timur itu  salah satunya kecamatan mahu merupakan penyumbang terbesar untuk penyakit malaria, tentu dengan adanya workshop hari ini bisa adanya tindak lanjut atau rencana aksi yang artinya membumi yang bisa berkolaborasi dengan berbagai elemen," jelasnya.

Ia juga menghimbau  agar  semua itu bekerja dengan baik,kita harus pastikan bahwa semua harus bekerja dengan baik. Tidak bisa hanya tenaga kesehatan saja harus ada kesadaran masyarakat untuk memeriksakan dirinya.

"Pada saat yang sama juga ketika di dapati terkena malaria maka ia harus mengikuti ajuran dari tenaga kesehatan, contohnya harus pake kelambu, harus minum obat tepat waktu yah itu harus dilakukan," tutupnya. (Cr21).

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved