Berita Kabupaten Manggarai
Gerakan Hati Bupati Hery Tangani ODGJ di Manggarai, Sumbang Rumah Hingga Gerakan Bebas Pasung
Dia tidak terlepas atas kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah, Gereja, LSM, dan dukungan dari lingkuangam sekitar.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar
POS-KUPANG.COM, RUTENG - Sejak menjabat sebagai Bupati Manggarai, pemilik nama lengkap Herybertus Geradus Laju Nabit, menaruh perhatian lebih kepada penderita Orang Dalam Gangguan Jiwa atau OGDJ.
Hal itu mulai dari melakukan rehabilitas, gerakan lepas pasung hingga memberi sumbangan rumah dan bantuan sosial bagi penderita.
Dalam berbagai kesempatan Bupati Hery selalu mengatakan ODGJ bukan sesuatu yang sukar untuk disembuhkan tapi bisa sembuh jika semua pihak mau memberikan perhatian lebih kepada penderita.
Hingga sejauh ini, penanganan ODGJ di Kabupaten Manggarai menurut Bupati Hery sudah sangat baik, banyak yang sudah mengalami sembuh setelah dirawat dan kembali hidup bahagia dengan keluarga.
Baca juga: NTT Memilih, Panwaslu Cibal Barat Kabupaten Manggarai Minta Warga Cermati DPS
Semua itu kata Dia tidak terlepas atas kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah, Gereja, LSM, dan dukungan dari lingkuangam sekitar.
Wujud keseriusan itu, pemerintah kabupaten Manggarai mengalokasikan anggaran khusus dan sudah teken MOU dengan Panti Rehabilitas Gangguan Jiwa Renceng Mose yang memang sudah lama menaruh perhatian pada penderita Gangguan Jiwa.
Sejak awal tahun 2023, pemerintah Kabupaten Manggarai sudah mencanangkan gerakan bebas pasung. Total Pasien yang sudah dibebas pasung berjumlah 7 orang dari 42 pasien yang terdata.
Terbaru, Bupati Manggarai Hery Nabit didampingi ketua PKK Kabupaten Manggarai Meldyanti Hagur, Camat Langke Rembong Emil Ndahur, Lurah Lau dan jajarann Dinas Kesehatan Manggarai memindahkan satu pasien ODGJ di Kelurahan Pau, Langke Rembong, dari tempat pasung ke rumah layak huni.
Dibantu oleh Banin dan Babinsa, Pasien bernama Arnoldus Panto ini sudah bertahun-tahun dipasung dalam ruang sempit berukuran satu kali dua meter yang dibiliki besi.
Arnoldus dipindahkan di rumah baru yang sangat layak berukuaran 4 X 5 Meter persegi dengan wasilitas lengkap seperti tempat tidur dan kamar mandi.
Baca juga: Nelayan Tangkap Ipung di Perairan Serise Muara Sungai Wae Pesi Reo Kabupaten Manggarai
Bupati Hery Nabit menyampaikan, penanganan ODGJ di kabupaten Manggarai berlangsung baiknya berkat kerja sama, kolaborasi dari semua unsur yang terlibat dalam penanganan isu ODGJ di Manggarai.
Bupati Hery menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung penanganan isu ini, mulai dari Keuskupan Ruteng, TNI/POLRI dan juga pihak -pihak swasta yang bergotong -royong membangun kembali rumah bagi anak Arnoldus Panto.
Lebih lanjut, Ayah dua anak itu mengatakan, penanganan ODGJ berharap tumbuh kesadaran ditengah masyarakat agar mereka ditangani dengan baik
"Penanganan ODGJ ini kita mulai dengan niat bahwa mudah-mudahan tumbuh kesadaran di tengah masyarakat Manggarai khususnya untuk menangani mereka dengan baik, karena apa, kerena ini bukan sakit yang tidak bisa disembuhkan. Tapi bisa disembuhkan sepanjang ada kesadaran dari semua pihak. Keluarga terdekat, dari pemerintah, kelurahan atau desa, kecamatan TNI Polri, dan begitu banyak komponen lain," ungkap Bupati Hery usai memindahkan Pasien gangguan jiwa di Kelurahan Pau, Kamis 20 April 2023
Pemerintah, kata Bupati Hery berupaya satu demi satu menangani Pasien, karena dengan kondisi yang ada sangat tidak mungkin untuk ditangani secara masal.
Baca juga: NTT Memilih, Bawaslu Kabupaten Manggarai Gelar Apel Patroli Kawal Hak Pilih Warga Pemilu 2024
"Pemerintah Kabupaten Manggarai, satu demi satu menangani pasien-pasien ini, kerena memang ini sebuah kondisi yang tidak bisa kita tangani semua ratusan orang secara masal. Harus ditangani satu persatu," tutur Hery Nabit
Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan, lanjut Bupati Hery, untuk bebas pasung sudah menangani 7 dari 42 pasien, dan sisanya diharapkan bisa ditangani sisa waktu kedepan sepanjang tahun 2023.
Lebih lanjut Bupati Hery, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk tahun 2023 khusus untuk bebas pasung membawa mereka ke Pasti Renceng Mose.
Iapun juga berharap peran serta media dalam menangani ODGJ di Manggarai untuk memberitakan kegiatan bebas pasung sehingga menumbuhkan kesadaran dari seluruh masyarakat.
"Harapan kami, apa yang dilakukan oleh pemerintah bisa dilakukan oleh pihak-pihak lain diluar pemerintah, baik kolaborasi dengan pemerintah atau bekerja sendiri tidak masalah," ungkapnya
Sementara dilain pihak, Pemerintah Pusat juga melalui Kementrian Kesehatan sudah mengalokasikan Anggaran untuk biaya pengobatan bagi pasien ODGJ yang kondisinya tidak terlalu berat.
Baca juga: Dinas Kesehatan Lepas Pasung Pasien ODGJ di Poka Rahong Utara, Kabupaten Manggarai
Obat-obat ini kata Bupati Hery sudah disediakan di Puskesmas. Sementara untuk Pasien yang mengalami kondisi parah akan ditangani khusus oleh pemerintah bekerjasama dengan klinik Renceng Mose.
Pemkab juga tidak hanya memberikan perhatian bagi penyembuhan pasien, pihak pemerintah juga turut memperhatikan kebutuhan lain seperti bantuan kebutuhan sehari-hari pasien yang rawat di Rumah.
Pada kesempatan itu juga, Bupati Hery menyerahkan KTP elektronik kepada Pasien untuk mendapatkan akses bantuan lain dari pemerintah. Saat ini pihak Dinas kesehatan sedang melakukan rekonsiliasi data pada Dinas terkait
"Rekonsiliasi data ini penting untuk memastikan, memiki BPJS, sehingga penanganan nanti bisa lewat BPJS, lalu kemudian masuk kepada Hak-hak mereka untuk bantuan sosial," tutup Bupati Hery.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-mangarai-herybertus-glnabit-saat-bersama-pasien-gangguan-jiwa.jpg)