Pilpres 2024

Achmad Baidlowi: Silahkan PDIP Jajaki Koalisi Jika Mau Didukung Partai Politik Lain di Pilpres 2024

Achmad Baidowi, Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan mempersilahkan PDIP untuk menjajaki koalisi dengan partai politik yang lain pada Pilpres 2024.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
SILAHKAN SAJA – Partai Persatuan Pembangunan tak mempermasalahkan kalau PDIP ingin menjajaki kerja sama dengan koalisi besar kala menghadapi Pilpres 2024. Soalnya, sampai saat ini komunikasi politik terus berproses, termasuk di kalangan partai-partai di koalisi besar. 

POS-KUPANG.COM – Achmad Baidowi, Ketua DPP PPP ( Partai Persatuan Pembangunan ) mempersilahkan PDIP ( Pertai Demokrasi Indonesia Perjuangan ) untuk menjajaki koalisi dengan partai politik yang lain menuju Pilpres 2024.

“Kalau pun PDIP ingin menentukan capres baru diikuti dengan penjajakan, ya silahkan. Karena saat ini semuanya masih dalam proses. Semuanya masih mungkin.”

Achmad Baidlowi mengatakan itu, ketika dihubungi awak media, Senin 17 April 2023. “Bagi PPP, silahkan PDIP melakukan penjajakan, karena semuanya masih berproses,” ujarnya.

Ia juga mengatakan saat ini ada wacana kalau dua koalisi partai ingin bergabung untuk membangun koalisi baru menghadapi Pilpres 2024 mendatang.

Koalisi baru itu merupakan niat baik partai politik untuk membangun kekuatan bersama membangun Indonesia melalui Pemilu 2024 mendatang.

Dua koalisi itu, masing-masing Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya atau Koalisi KIR dan berikutnya Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB.

Baca juga: Partai Ummat Tak Punya Pilihan Lain di Pilpres 2024 Selain Anies Baswedan, Begini Kata Benny Suharto

Koalisi KIR merupakan sinergi antara dua partai besar, yakni Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB. Sedangkan KIB merupakan kerja sama antara Partai Golkar, PAN dan Partai Persatuan Pembangunan.

Lima partai politik ini sekarang sedang membangun komunikasi untuk bersatu dalam koalisi besar, koalisi yang merupakan gabungan dari lima partai politik pendukung pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

Koalisi ini semakin seksi untuk dibicarakan publik, karena ada sinyalemen kalau koalisi yang satu ini didukung oleh Presiden Jokowi.

Oleh karena itu, PDIP pun berniat untuk menjajaki kerja sama dengan koalisi besar ini. Hanya saja, penjajakan baru dilakukan setelah PDIP mengumumkan nama calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung.

Terhadap fakta itulah, Achmad Baidlowi angkat bicara. Dia juga mengatakan, bahwa koalisi besar tersebut tak ada hubungan dengan pencalonan presiden yang dilakukan oleh PDIP.

Karena yang sedang terjadi, adalah pada koalisi tersebut, partai-partai politik bekerja sama untuk menyukseskan pemilu 2024. Dan, koalisi itu tak ada kainan dengan pencalonan presiden di partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri.

Oleh karena itu, ia tidak mempermasalahkan jika PDI-P ingin melakukan penjajakan koalisi setelah mengumumkan capresnya.

“Kalaupun PDI-P mau menentukan capresnya ya silakan, itu haknya PDI-P,” ujar Awiek, demikian Achmad Baidlowi biasa disapa, ketika dihubungi Kompas.com, Senin 17 April 2023.

Ia mengatakan, saat ini proses penjajakan koalisi besar juga belum selesai. Bagi Awiek, PPP saat ini masih memegang komitmen sebagai anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Partai Golkar, dan Partai Amanat Nasional (PAN). “Kami masih bergabung dengan KIB, ada ikhtiar berkomunikasi dengan teman-teman KIR (Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya) untuk membentuk koalisi,” paparnya.

Namun demikian, Awiek menyebutkan bahwa upaya penjajakan belum tentu berakhir dengan baik.

Bisa jadi, akhirnya KIB tetap menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sendiri tanpa koalisi besar.

Baca juga: Hasto Kristiyanto Kini Berubah Sikap Soal Duet Prabowo-Ganjar: Ya Kalau Wacana Bolehlah

“Karena bisa juga KIB tetap solid memberangkatkan calonnya sendiri. Jadi segala sesuatu masih mungkin,” imbuh dia. Diketahui saat ini koalisi besar tengah dijajaki oleh PPP, PAN, Golkar, Partai Gerindra, serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sementara itu, PDI-P pun membuka peluang untuk menjajaki koalisi tersebut. Namun demikian, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa penjajakan dilakukan setelah pengumuman capres PDI-P.

Ia menuturkan, penentuan capres berada di tangan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo.  (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved